--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Hehehe.... dasar budak, makanya mikir dgn mental budak.
> 
> 
> Apanya yg dianggap sukses dr Indonesia kalo warganya hrs nyabung nyawa di 
> negara lain dgn gaji keecil dgn resiko dianiaya, diperkosa, dirampok dan 
> dibunuh? 
> 
> 
> Apa yg hrs dibanggakan di Indonesia dgn kota gedenya penuh dgn kemacetan, 
> sampah, polusi, kriminal dll, dgn negara yg penuh korupsi dan kejahatan lain 
> merajalela tanpa dihukum dan rakyat yg bergelandangan, cari makan di tempat 
> sampah, mengemis, dan mati kelaparan?
> 
> Kalo misal betul ekonomi Indonesia itu besar, itu jg ga usah dibanggakan, 
> dungu, krn negaranya jg gede dan jumlah penduduknya banyak. Emangnya, lu mau 
> bandingin ekonomi Indonesia dgn negara kecil kayak Singapura misalnya? Kalo 
> negara kayak KorSel atau Taiwan atau Italia ekonominya lebih besar dr 
> Indonesia, Indonesiaitu hrsnya malu. Masalahnya, orang Indonesia kayak lu itu 
> emang ga punya malu sama sekali.
> 
> 


liat aja nih si si item anjing sipit makin pamer ketololan tanpa malu2 lagi.

kok indonesia sudah masuk g20 dikatakan 'misal'?

indonesia sudah masuk 20 negara ekonomi terbesar bukannya misal atau khayalan 
tapi merupakan sebuah kenyataan.  makanya susah kalo ngomong ama orang homo 
bego yang demen makan pil koplo kayak elu yang selalu ngayal pake kata2 
'misal', 'mungkin'.  

elu nggak usah lah ngomong ekonomi karena kapabilitas otak elu yang sering 
makan pil koplo sudah nggak akan mampu.  mendingan elu ngayal aja sembari 
ngeloco bareng berdua jusfiq di pojok sono.

hehehe....



> 
> 
> >________________________________
> >From: rezameutia <rezameutia@...>
> >To: [email protected]
> >Sent: Wednesday, July 13, 2011 9:38 PM
> >Subject: [proletar] Re: Kisah Kegagalan Negara Arab Modern
> >
> >
> >  
> >
> >si item makin nggak tau malu pamer ketololan di milis ini seperti layaknya 
> >tipikal kristen bego, sehingga nggak tau bahwa indonesia itu termasuk 20 
> >negara ekonomi terbesar di dunia. 
> >
> >elu ini keseringan makan pil koplo sembari ngeloco sih,  akibatnya otak lu 
> >sudah mulai korslet tuh.   elu tuh udah bego, homo pula.
> >
> >kesian...
> >
> >--- In [email protected], item abu <itemabu@> wrote:
> >>
> >> Apa Indonesia sendiri bukannya negara gagal total?
> >> 
> >> 
> >> 
> >> 
> >> >________________________________
> >> >From: wawan <selarasmilis@>
> >> >To: [email protected]
> >> >Sent: Wednesday, July 13, 2011 2:11 PM
> >> >Subject: [proletar] Kisah Kegagalan Negara Arab Modern
> >> >
> >> >
> >> >  
> >> >KOMPAS.com â€" Dideklarasikannya Republik Sudan Selatan di Juba, Sabtu 
> >> >(9/7/2011), menambah panjang cerita kegagalan negara Arab modern. 
> >> >Berkobarnya revolusi Arab saat ini juga ditengarai akibat gagalnya negara 
> >> >Arab modern.
> >> >
> >> >Negara Arab modern yang dimaksud adalah negara yang terbentuk pasca-era 
> >> >kolonial di Mesir, Tunisia, Suriah, Irak, Aljazair, Sudan, Maroko, Libya, 
> >> >dan Lebanon.
> >> >
> >> >Dulu, bangsa Arab berkorban besar dengan darah dan air mata untuk meraih 
> >> >kemerdekaan dari kolonial Barat. Aljazair, contohnya, harus merelakan 
> >> >sejuta rakyat negeri itu tewas untuk meraih kemerdekaan dari Perancis.
> >> >
> >> >Mesir terseok-seok untuk mengusir kaum penjajah sepenuhnya dari negeri 
> >> >itu. Klimaks dari perjuangan rakyat Mesir adalah Perang Suez tahun 1956 
> >> >melawan Inggris, Perancis, dan Israel. Perang Suez yang merenggut nyawa 
> >> >puluhan ribu rakyat Mesir itu berkobar menyusul keputusan Presiden Mesir 
> >> >Gamal Abdel Nasser menasionalisasi Terusan Suez dan mengusir Inggris dari 
> >> >terusan tersebut.
> >> >
> >> >Di Libya, seorang perwira muda bernama Moammar Khadafy harus melakukan 
> >> >kudeta pada 1 September 1969 untuk mengakhiri sistem monarki yang memberi 
> >> >izin bercokolnya pangkalan-pangkalan asing di Libya. Jauh sebelum 
> >> >Khadafy, pemimpin perjuangan Libya, Omar Mukhtar, tewas di tiang 
> >> >gantungan lantaran melawan penjajahan Italia di negerinya.
> >> >
> >> >Raja Maroko Muhammad V dan pemimpin kemerdekaan Tunisia, Habib Burguiba, 
> >> >harus rela dibuang dan hidup di pengasingan selama bertahun-tahun sebagai 
> >> >harga yang harus dibayar dalam perjuangan meraih kemerdekaan negeri 
> >> >mereka dari penjajahan Perancis.
> >> >
> >> >Pascakemerdekaan, tokoh-tokoh itu, seperti Habib Burguibah, Raja Muhammad 
> >> >V, Gamal Abdel Nasser, dan Moammar Khadafy, berjanji menegakkan keadilan 
> >> >dan kebebasan di negerinya masing-masing sesuai dengan aspirasi rakyatnya.
> >> >
> >> >Akan tetapi, janji tinggal janji. Bukan keadilan dan kebebasan yang 
> >> >terwujud di dunia Arab, melainkan kehidupan tirani dan berbagai bentuk 
> >> >ketimpangan yang terjadi.
> >> >
> >> >Para pemimpin Arab itu gagal total dalam membangun kehidupan bernegara 
> >> >dan berbangsa sesuai dengan aspirasi rakyatnya ketika berjuang meraih 
> >> >kemerdekaan dari kolonial. Rakyat di jazirah Arab yang akhirnya harus 
> >> >memikul penderitaan luar biasa akibat para pemimpin mereka mengkhianati 
> >> >janjinya.
> >> >
> >> >Gerakan revolusi Arab yang digalang kaum muda saat ini merupakan puncak 
> >> >dari aksi pemberontakan bangsa Arab melawan tirani para pemimpin mereka.
> >> >
> >> >Kasus Sudan tak jauh berbeda dari negara Arab lain. Rakyat Sudan di 
> >> >bagian selatan bangkit melawan pemerintah pusat di Khartoum sejak tahun 
> >> >1955 karena mereka merasa diperlakukan tidak adil atau dianggap sebagai 
> >> >warga kelas dua.
> >> >
> >> >Pasca-kemerdekaan dari Inggris tahun 1956 yang berhasil menggabungkan 
> >> >Sudan Utara dan Selatan, pemerintah pusat Khartoum, seperti halnya 
> >> >pemerintah Arab lain, menjelma menjadi pemerintah diktator. Mereka 
> >> >mengabaikan prinsip pluralisme dan tidak mengakui prinsip kewarganegaraan 
> >> >yang menetapkan kesetaraan semua warga di hadapan negara.
> >> >
> >> >Rakyat Sudan Selatan mengorbankan jiwa ratusan ribu penduduk mereka yang 
> >> >tewas dan luka-luka dalam perjuangan meraih kebebasan dari pemerintah 
> >> >pusat Khartoum selama lima dekade.
> >> >
> >> >Cerita negara-negara Barat pun, khususnya AS, di Sudan dan dunia Arab 
> >> >lain tak jauh berbeda. Semula Barat bersekongkol dengan para pemimpin 
> >> >diktator Arab tersebut. Hal ini disebabkan beberapa faktor, seperti ingin 
> >> >terjaminnya keamanan Israel dan aliran minyak Arab ke Barat. Namun, Barat 
> >> >kini berbondong-bondong mendukung revolusi Arab.
> >> >
> >> >Dulu, Barat juga sempat bermain mata dengan pemerintah pusat Khartoum, 
> >> >tetapi belakangan mendukung kuat pemisahan Sudan Selatan dari Utara.  
> >> >(Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir)
> >> >
> >> >
> >> > 
> >> >
> >> >
> >> 
> >> [Non-text portions of this message have been removed]
> >>
> >
> >
> > 
> >
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke