pecundang tolol seperti anda ini mikirnya cuman jaminan sosial yang aduhai di negeri belanda. anda adalah pengangguran sialan yang cuman menyusahkan negeri belanda seperti layaknya imigran rms cukimai yang yang gak pernah kerja dan tentu saja selalu mengharapkan jaminan sosial yang aduhai dari negeri belanda.
indonesia merupakan negara ekonomi terbesar di dunia adalah fakta bahwa jika orang mau bekerja pasti akan bisa survive. tapi, kalo pecundang tolol yang hidup di indonesia hanya mabok dan menghisap ganja seperti anda, tentu saja lebih baik tinggal di negeri belanda menjadi pengemis yang hina seperti anda dan mengharapkan jaminan sosial yang aduhai. anda itu adalah benalu. --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > > Karena dia mikir pake kontol yahg menderita premature ejacultion, maka yang > diperhatikan dan yang dianggap penting oleh rezameutia yagn meang juga tidak > begitu waras itu adalah posisi Indonesia diantara 2O negara ekonomi terbesar > di dunia. > > Sementara dia tidak ambil pusing gajinya tetap pas-pasan karena para bedebah > yang berkuasa di Indonesia dengan leluasa menguras khasanah negara - dia > tidak sadar bahwa uang yang dijarah bedebbah itu adalah juga uang pajaknya > dan uang yagn semestinya bisa dipakai untuk menaikkan penghasilannnya yang > pas-pasan itu. > > Dan karena khasanah negara Indoensia itu dikuras oleh para bedebah itulah > juga makanya rezameuautia itu tidak bisa menikmati jaminan kesehatan dan > jaminan sosial yang bagus seperti di negeri Skandinavia dan beberapa negeri > demokratik lain yang melaksanakan welfare state. > > Dan yang menyedihkan adalah bahwa orang dungu kayak babi seperti rezameutia > ini nggak sedikit. > > Yang jarang adalah orang seperti "item abu" yang tahu bahwa banyak yagn > tidak beres di Indonesia. > > --- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@> wrote: > > > > > > si item makin nggak tau malu pamer ketololan di milis ini seperti layaknya > > tipikal kristen bego, sehingga nggak tau bahwa indonesia itu termasuk 20 > > negara ekonomi terbesar di dunia. > > > > elu ini keseringan makan pil koplo sembari ngeloco sih, akibatnya otak lu > > sudah mulai korslet tuh. elu tuh udah bego, homo pula. > > > > kesian... > > > > > > > > > > --- In [email protected], item abu <itemabu@> wrote: > > > > > > Apa Indonesia sendiri bukannya negara gagal total? > > > > > > > > > > > > > > > >________________________________ > > > >From: wawan <selarasmilis@> > > > >To: [email protected] > > > >Sent: Wednesday, July 13, 2011 2:11 PM > > > >Subject: [proletar] Kisah Kegagalan Negara Arab Modern > > > > > > > > > > > >Â > > > >KOMPAS.com â" Dideklarasikannya Republik Sudan Selatan di Juba, Sabtu > > > >(9/7/2011), menambah panjang cerita kegagalan negara Arab modern. > > > >Berkobarnya revolusi Arab saat ini juga ditengarai akibat gagalnya > > > >negara Arab modern. > > > > > > > >Negara Arab modern yang dimaksud adalah negara yang terbentuk pasca-era > > > >kolonial di Mesir, Tunisia, Suriah, Irak, Aljazair, Sudan, Maroko, > > > >Libya, dan Lebanon. > > > > > > > >Dulu, bangsa Arab berkorban besar dengan darah dan air mata untuk meraih > > > >kemerdekaan dari kolonial Barat. Aljazair, contohnya, harus merelakan > > > >sejuta rakyat negeri itu tewas untuk meraih kemerdekaan dari Perancis. > > > > > > > >Mesir terseok-seok untuk mengusir kaum penjajah sepenuhnya dari negeri > > > >itu. Klimaks dari perjuangan rakyat Mesir adalah Perang Suez tahun 1956 > > > >melawan Inggris, Perancis, dan Israel. Perang Suez yang merenggut nyawa > > > >puluhan ribu rakyat Mesir itu berkobar menyusul keputusan Presiden Mesir > > > >Gamal Abdel Nasser menasionalisasi Terusan Suez dan mengusir Inggris > > > >dari terusan tersebut. > > > > > > > >Di Libya, seorang perwira muda bernama Moammar Khadafy harus melakukan > > > >kudeta pada 1 September 1969 untuk mengakhiri sistem monarki yang > > > >memberi izin bercokolnya pangkalan-pangkalan asing di Libya. Jauh > > > >sebelum Khadafy, pemimpin perjuangan Libya, Omar Mukhtar, tewas di tiang > > > >gantungan lantaran melawan penjajahan Italia di negerinya. > > > > > > > >Raja Maroko Muhammad V dan pemimpin kemerdekaan Tunisia, Habib Burguiba, > > > >harus rela dibuang dan hidup di pengasingan selama bertahun-tahun > > > >sebagai harga yang harus dibayar dalam perjuangan meraih kemerdekaan > > > >negeri mereka dari penjajahan Perancis. > > > > > > > >Pascakemerdekaan, tokoh-tokoh itu, seperti Habib Burguibah, Raja > > > >Muhammad V, Gamal Abdel Nasser, dan Moammar Khadafy, berjanji menegakkan > > > >keadilan dan kebebasan di negerinya masing-masing sesuai dengan aspirasi > > > >rakyatnya. > > > > > > > >Akan tetapi, janji tinggal janji. Bukan keadilan dan kebebasan yang > > > >terwujud di dunia Arab, melainkan kehidupan tirani dan berbagai bentuk > > > >ketimpangan yang terjadi. > > > > > > > >Para pemimpin Arab itu gagal total dalam membangun kehidupan bernegara > > > >dan berbangsa sesuai dengan aspirasi rakyatnya ketika berjuang meraih > > > >kemerdekaan dari kolonial. Rakyat di jazirah Arab yang akhirnya harus > > > >memikul penderitaan luar biasa akibat para pemimpin mereka mengkhianati > > > >janjinya. > > > > > > > >Gerakan revolusi Arab yang digalang kaum muda saat ini merupakan puncak > > > >dari aksi pemberontakan bangsa Arab melawan tirani para pemimpin mereka. > > > > > > > >Kasus Sudan tak jauh berbeda dari negara Arab lain. Rakyat Sudan di > > > >bagian selatan bangkit melawan pemerintah pusat di Khartoum sejak tahun > > > >1955 karena mereka merasa diperlakukan tidak adil atau dianggap sebagai > > > >warga kelas dua. > > > > > > > >Pasca-kemerdekaan dari Inggris tahun 1956 yang berhasil menggabungkan > > > >Sudan Utara dan Selatan, pemerintah pusat Khartoum, seperti halnya > > > >pemerintah Arab lain, menjelma menjadi pemerintah diktator. Mereka > > > >mengabaikan prinsip pluralisme dan tidak mengakui prinsip > > > >kewarganegaraan yang menetapkan kesetaraan semua warga di hadapan negara. > > > > > > > >Rakyat Sudan Selatan mengorbankan jiwa ratusan ribu penduduk mereka yang > > > >tewas dan luka-luka dalam perjuangan meraih kebebasan dari pemerintah > > > >pusat Khartoum selama lima dekade. > > > > > > > >Cerita negara-negara Barat pun, khususnya AS, di Sudan dan dunia Arab > > > >lain tak jauh berbeda. Semula Barat bersekongkol dengan para pemimpin > > > >diktator Arab tersebut. Hal ini disebabkan beberapa faktor, seperti > > > >ingin terjaminnya keamanan Israel dan aliran minyak Arab ke Barat. > > > >Namun, Barat kini berbondong-bondong mendukung revolusi Arab. > > > > > > > >Dulu, Barat juga sempat bermain mata dengan pemerintah pusat Khartoum, > > > >tetapi belakangan mendukung kuat pemisahan Sudan Selatan dari Utara. > > > >(Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir) > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
