si Item anti Indonesia  juga yah
kirain anti arab doang

dasar backstaber lu tem, udah besar di indo, masih juga lu hina negara tempat 
ortu itu cari makan






________________________________
From: item abu <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Wed, July 13, 2011 4:21:56 PM
Subject: Re: [proletar] Re: Kisah Kegagalan Negara Arab Modern

  
Hehehe.... dasar budak, makanya mikir dgn mental budak.

Apanya yg dianggap sukses dr Indonesia kalo warganya hrs nyabung nyawa di 
negara 
lain dgn gaji keecil dgn resiko dianiaya, diperkosa, dirampok dan dibunuh? 


Apa yg hrs dibanggakan di Indonesia dgn kota gedenya penuh dgn kemacetan, 
sampah, polusi, kriminal dll, dgn negara yg penuh korupsi dan kejahatan lain 
merajalela tanpa dihukum dan rakyat yg bergelandangan, cari makan di tempat 
sampah, mengemis, dan mati kelaparan?

Kalo misal betul ekonomi Indonesia itu besar, itu jg ga usah dibanggakan, 
dungu, 
krn negaranya jg gede dan jumlah penduduknya banyak. Emangnya, lu mau bandingin 
ekonomi Indonesia dgn negara kecil kayak Singapura misalnya? Kalo negara kayak 
KorSel atau Taiwan atau Italia ekonominya lebih besar dr Indonesia, 
Indonesiaitu 
hrsnya malu. Masalahnya, orang Indonesia kayak lu itu emang ga punya malu sama 
sekali.

>________________________________
>From: rezameutia <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Wednesday, July 13, 2011 9:38 PM
>Subject: [proletar] Re: Kisah Kegagalan Negara Arab Modern
>
>
>  
>
>si item makin nggak tau malu pamer ketololan di milis ini seperti layaknya 
>tipikal kristen bego, sehingga nggak tau bahwa indonesia itu termasuk 20 
>negara 
>ekonomi terbesar di dunia. 
>
>
>elu ini keseringan makan pil koplo sembari ngeloco sih,  akibatnya otak lu 
>sudah 
>mulai korslet tuh.   elu tuh udah bego, homo pula.
>
>kesian...
>
>--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>>
>> Apa Indonesia sendiri bukannya negara gagal total?
>> 
>> 
>> 
>> 
>> >________________________________
>> >From: wawan <selarasmilis@...>
>> >To: [email protected]
>> >Sent: Wednesday, July 13, 2011 2:11 PM
>> >Subject: [proletar] Kisah Kegagalan Negara Arab Modern
>> >
>> >
>> >Â  
>> >KOMPAS.com â€" Dideklarasikannya Republik Sudan Selatan di Juba, Sabtu 
>>(9/7/2011), menambah panjang cerita kegagalan negara Arab modern. Berkobarnya 
>>revolusi Arab saat ini juga ditengarai akibat gagalnya negara Arab modern.
>> >
>> >Negara Arab modern yang dimaksud adalah negara yang terbentuk pasca-era 
>>kolonial di Mesir, Tunisia, Suriah, Irak, Aljazair, Sudan, Maroko, Libya, dan 
>>Lebanon.
>> >
>> >Dulu, bangsa Arab berkorban besar dengan darah dan air mata untuk meraih 
>>kemerdekaan dari kolonial Barat. Aljazair, contohnya, harus merelakan sejuta 
>>rakyat negeri itu tewas untuk meraih kemerdekaan dari Perancis.
>> >
>> >Mesir terseok-seok untuk mengusir kaum penjajah sepenuhnya dari negeri itu. 
>>Klimaks dari perjuangan rakyat Mesir adalah Perang Suez tahun 1956 melawan 
>>Inggris, Perancis, dan Israel. Perang Suez yang merenggut nyawa puluhan ribu 
>>rakyat Mesir itu berkobar menyusul keputusan Presiden Mesir Gamal Abdel 
>>Nasser 
>>menasionalisasi Terusan Suez dan mengusir Inggris dari terusan tersebut.
>> >
>> >Di Libya, seorang perwira muda bernama Moammar Khadafy harus melakukan 
>> >kudeta 
>>pada 1 September 1969 untuk mengakhiri sistem monarki yang memberi izin 
>>bercokolnya pangkalan-pangkalan asing di Libya. Jauh sebelum Khadafy, 
>>pemimpin 
>>perjuangan Libya, Omar Mukhtar, tewas di tiang gantungan lantaran melawan 
>>penjajahan Italia di negerinya.
>> >
>> >Raja Maroko Muhammad V dan pemimpin kemerdekaan Tunisia, Habib Burguiba, 
>> >harus 
>>rela dibuang dan hidup di pengasingan selama bertahun-tahun sebagai harga 
>>yang 
>>harus dibayar dalam perjuangan meraih kemerdekaan negeri mereka dari 
>>penjajahan 
>>Perancis.
>> >
>> >Pascakemerdekaan, tokoh-tokoh itu, seperti Habib Burguibah, Raja Muhammad 
>> >V, 
>>Gamal Abdel Nasser, dan Moammar Khadafy, berjanji menegakkan keadilan dan 
>>kebebasan di negerinya masing-masing sesuai dengan aspirasi rakyatnya.
>> >
>> >Akan tetapi, janji tinggal janji. Bukan keadilan dan kebebasan yang 
>> >terwujud 
>>di dunia Arab, melainkan kehidupan tirani dan berbagai bentuk ketimpangan 
>>yang 
>>terjadi.
>> >
>> >Para pemimpin Arab itu gagal total dalam membangun kehidupan bernegara dan 
>>berbangsa sesuai dengan aspirasi rakyatnya ketika berjuang meraih kemerdekaan 
>>dari kolonial. Rakyat di jazirah Arab yang akhirnya harus memikul penderitaan 
>>luar biasa akibat para pemimpin mereka mengkhianati janjinya.
>> >
>> >Gerakan revolusi Arab yang digalang kaum muda saat ini merupakan puncak 
>> >dari 
>>aksi pemberontakan bangsa Arab melawan tirani para pemimpin mereka.
>> >
>> >Kasus Sudan tak jauh berbeda dari negara Arab lain. Rakyat Sudan di bagian 
>>selatan bangkit melawan pemerintah pusat di Khartoum sejak tahun 1955 karena 
>>mereka merasa diperlakukan tidak adil atau dianggap sebagai warga kelas dua.
>> >
>> >Pasca-kemerdekaan dari Inggris tahun 1956 yang berhasil menggabungkan Sudan 
>>Utara dan Selatan, pemerintah pusat Khartoum, seperti halnya pemerintah Arab 
>>lain, menjelma menjadi pemerintah diktator. Mereka mengabaikan prinsip 
>>pluralisme dan tidak mengakui prinsip kewarganegaraan yang menetapkan 
>>kesetaraan 
>>semua warga di hadapan negara.
>> >
>> >Rakyat Sudan Selatan mengorbankan jiwa ratusan ribu penduduk mereka yang 
>> >tewas 
>>dan luka-luka dalam perjuangan meraih kebebasan dari pemerintah pusat 
>>Khartoum 
>>selama lima dekade.
>> >
>> >Cerita negara-negara Barat pun, khususnya AS, di Sudan dan dunia Arab lain 
>> >tak 
>>jauh berbeda. Semula Barat bersekongkol dengan para pemimpin diktator Arab 
>>tersebut. Hal ini disebabkan beberapa faktor, seperti ingin terjaminnya 
>>keamanan 
>>Israel dan aliran minyak Arab ke Barat. Namun, Barat kini berbondong-bondong 
>>mendukung revolusi Arab.
>> >
>> >Dulu, Barat juga sempat bermain mata dengan pemerintah pusat Khartoum, 
>> >tetapi 
>>belakangan mendukung kuat pemisahan Sudan Selatan dari Utara.  (Musthafa Abd 
>>Rahman dari Kairo, Mesir)
>> >
>> >
>> > 
>> >
>> >
>> 
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke