Arab Bukan Negara Modern Tetapi Negara Konsumtif
Kalo banyak barang2 modern dinegara Syariah, janganlah dianggap negara Syariah
itu sebagai negara modern. Kehidupan orang2 Arab masih sama biadabnya seperti
dizaman nabi Muhammad.
Oleh karena itu, barang2 modern dalam lingkungan kehidupan yang biadab bukanlah
dinamakan negara modern melainkan negara konsumtif.
Dulu dizaman nabi Muhammad, pencuri yang tertangkap dihukum potong tangan.
Ternyata bukan hanya di Arab, bukan hanya nabi Muhammad, tapi juga negara Barat
juga dulunya memotong tangan pencuri.
Tetapi kemudian pengikut nabi Muhammad turun menurun menjadikan hukum potong
tangan bagi pencuri menjadi syariah Islam, sedangkan dibagian dunia lain
setelah bisa membangun penjara, maka para pencuri tidak lagi dipotong tangan
melainkan dipenjara dan dipekerjakan didalam penjara. Akibatnya, si pencuri
tanpa dipotong tangannya malah bisa membayar denda serta kerugian korban yang
dicurinya.
Begitulah, dizaman modern sekarang ini, pencuri tidak dipotong tangannya
melainkan dipaksa ganti rugi atau dipenjara. Karena kalo dipotong tangannya,
maka si pencuri tidak mampu mencari nafkah dan akan menjadi beban keluarga dan
negaranya.
> "rezameutia" <rezameutia@...> wrote:
> pecundang tolol seperti anda ini
> mikirnya cuman jaminan sosial yang
> aduhai di negeri belanda. anda
> adalah pengangguran sialan yang cuman
> menyusahkan negeri belanda seperti
> layaknya imigran rms cukimai yang
> yang gak pernah kerja dan tentu saja
> selalu mengharapkan jaminan sosial
> yang aduhai dari negeri belanda.
Dulu semuanya kerajaan tidak ada negara seperti yang kita kenal sekarang ini.
Rakyat wajib menjamin kesejahteraan raja dan keluarganya turun temurun baik
melalui pajak maupun pungutan2 mendadak diluar pajak dikala raja membutuhkan.
Rakyat yang tidak mampu tetap dipaksa membayar pajak baik melalui kerja paksa
sebagai budak atau kekayaan berupa tanah dan rumahnya disita.
Sekarang sebaliknya, kewajiban negaralah untuk mensejahterakan rakyatnya.
Rakyat berkewajiban membayar pajak untuk digunakan negara dalam mensejahterakan
rakyatnya. Rakyat yang tidak mampu dibebaskan dari pembayaran pajak bahkan
mendapat tunjangan negara.
Kewajiban negara dalam mensejahterakan rakyatnya antara lain adalah membuka
lapangan pekerjaan atau memberi pekerjaan kepada rakyatnya, menjamin orang2 tua
dan orang2 cacat, menjamin kehidupan anak2 dibawah 18 tahun dengan bebas naik
bus, makanan gratis disekolah, sekolah gratis, pengobatan dan pemeriksaan
kesehatan gratis dlsb.
Jadi baik itu RMS ataupun siapapun yang anda caci maki, kalo memang
pengangguran, cacat, senior citizen (orang tua), atau anak2, maka mendapat
tunjangan negara bukanlah hal yang salah dan malah merupakan HAK yang wajib
dituntut dari negara.
Jadi salah kalo anda caci maki, itu artinya anda yang dungu, negara disana
lebih tahu apakah seseorang patut mendapat tunjangan atau tidak dan itu
bukanlah belas kasihan melainkan hak.
> indonesia merupakan negara ekonomi
> terbesar di dunia adalah fakta bahwa
> jika orang mau bekerja pasti akan
> bisa survive.
Anda harus kasih definisi dulu apa yang anda maksudkan "ekonomi", karena
menurut saya, "ekonomi" adalah kegiatan yang terkait dua hal yaitu "produksi"
dan "pemasaran".
Populasi penduduk di Indonesia memang nomor 4 didunia, seharusnya memang
merupakan "pasar" yang terbesar nomor 4 didunia. Tapi celakanya, tidak
demikian kenyataannya, jumlah rakyat yang banyak tapi miskin tidak punya daya
beli, dan sama sekali tidak produktif karena penekanan pemerintah RI bukanlah
produksi atau pemasaran melainkan "keimanan" yaitu Islam. Sekolah2 agama Islam
dibuka dengan biaya pemerintah secara berlebihan dimana tidak ada lapangan
kerja bagi semua lulusannya. Ini jelas kontra produktif, karena pengeluaran
yang besar tanpa sama sekali ada pemasukan.
Syariah Islam melarang menarik pajak dari muslimin, sehingga pajak negara
ditarik dari non-muslim yang digunakan untuk pembangunan mesjid, sekolah agama
Islam, dan sisanya dikorupsi dengan berbagai cara baik dengan pura2 membangun
project atau dengan berbagai penggelapan dan money laundering. Muslimin
menolak membayar pajak karena sudah membayar zakat, infak, maupun sodaqah yang
kesemuanya bukan masuk ke negara melainkan digunakan untuk orang2 miskin
sementara standard kemiskinan tidak jelas dalam alquran. Hanya beberapa hadis
yang menggambarkan orang miskin itu menggoreng batu.
Jadi semiskin apapun orang itu kalo belum menggoreng batu, tetap harus bayar
zakat, infak dan sodaqah.
Jadi anda salah besar, Indonesia bukan negara ekonomi terbesar didunia bahkan
dibandingkan negara2 kecil lainnya, ekonomi Indonesia berada dibawahnya, yaitu
dibawah Singapore, dibawah Hongkong, dibawah Malaysia.
Sesuai yang saya definisikan bahwa "ekonomi" adalah kegiatan produksi dan
pemasaran, ternyata ke-dua2nya sangat rendah dan lemah. Pengangguran tinggi
artinya produksi rendah, angka kemiskinan yang tinggi artinya pemasaran yang
rendah.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/