Abbas Amien yang dungu kayak babi itu tidak tahu bahwa orang yang menentang 
hukumn mati itu tidak menolak hukuman penjara bertahun-tahun untuk pembunh 
manusia.



--- In [email protected], "Abbas" <abas_amin08@...> wrote:
>
> Dan itemabu lagi pamer kedebilannya !
> Dasar memang manusia Debil si itemabu ini; sekali debil tetap DEBIL !
> Walau seribu kali ingin disebut pinter tak akan merubah kedebilannya
> 
> --- In [email protected], item abu <itemabu@> wrote:
> >
> > Abbas Amin lagi pamer ketololannya, hehehe....
> > 
> > 
> > 
> > 
> > >________________________________
> > >From: Abbas <abas_amin08@>
> > >To: [email protected]
> > >Sent: Saturday, July 30, 2011 11:43 AM
> > >Subject: [proletar] Re: Terdakwa Cikeusik Dihukum Ringan
> > >
> > >
> > >  
> > >Kan jadi kelihatan tidak adil kan ? tetapi anda2 ini katanya setuju 
> > >hukuman mati dihapus ! Hehehehe !
> > >Makanya keadilan tetap adalah barang yang perlu diperjuangkan
> > >
> > >--- In [email protected], David <davidfr766hi@> wrote:
> > >>
> > >> membunuh terencana dengan kejam cuma dihukum 3 bulan saja di negara 
> > >> ini...
> > >> 
> > >> betapa memuakkan...
> > >> 
> > >> 
> > >> Terdakwa Cikeusik Dihukum Ringan
> > >> 
> > >> *Liputan6.com, Pandeglang:* Dua belas terdakwa dalam kasus penyerangan 
> > >> dan
> > >> pembunuhan tiga pengikut Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, 
> > >> dijatuhi
> > >> vonis dengan hukuman antara tiga sampai dengan enam bulan penjara.
> > >> 
> > >> Para terdakwa mendapat hukuman sangat ringan atas kejahatan mereka, 
> > >> termasuk
> > >> untuk Dani bin Misra (17) tahun, yang dalam rekaman video yang beredar 
> > >> luas
> > >> nampak memukul kepala salah satu korban dengan batu. Dani hanya dijatuhi
> > >> hukuman tiga bulan kurungan.
> > >> 
> > >> Seperti dilansir *BBC Indonesia*, Kamis (28/7), hukuman ringan juga 
> > >> diterima
> > >> Idris bin Mahdani, salah satu penggerak aksi massa ke rumah pengikut
> > >> Ahmadiyah bulan Februari lalu, yang menurut majelis hakim terbukti 
> > >> memiliki
> > >> senjata tajam dan dikenai hukuman penjara lima setengah bulan.
> > >> 
> > >> Vonis rendah ini sebelumnya sudah diperkirakan karena tuntutan tertinggi
> > >> jaksa hanya tujuh bulan dalam sidang sebelumnya. Meski demikian putusan
> > >> hakim ini tetap mengejutkan kelompok pegiat HAM dan politisi di 
> > >> Indonesia.
> > >> 
> > >> "Bagaimana seorang pelaku yang menghilangkan tiga nyawa orang lain 
> > >> dihukum
> > >> begitu ringan Ini sama artinya dengan memberi sinyal toleransi atas 
> > >> tindak
> > >> kekerasan," protes Eva Sundari, anggota Fraksi PDI Perjuangan. Eva sempat
> > >> mempertanyakan lemahnya tuntutan jaksa dalam kasus ini saat rapat kerja
> > >> Komisi III DPR dengan Kejaksaan Agung pekan lalu, namun tak mendapat 
> > >> jawaban
> > >> memuaskan.
> > >> 
> > >> Menurutnya selain Kejaksaan, kepolisian adalah simpul terlemah dalam
> > >> penegakan hukum di Indonesia, terutama ketika menyangkut kasus 
> > >> intoleransi
> > >> antarumat bergama. "Saya akan membuat legal opinion untuk kasus ini,
> > >> mendorong agar kuasa hukum Ahmadiyah banding dan akan menggalang dukungan
> > >> politisi DPR agar ada advokasi untuk perkara ini," janji Eva.
> > >> 
> > >> Penyesalan juga diungkapkan organisasi HAM Human Rights Watch, yang 
> > >> menyebut
> > >> vonis hakim sebagai "pesan menyeramkan" dunia peradilan Indonesia 
> > >> terhadap
> > >> pencari keadilan kasus toleransi umat beragama.
> > >> 
> > >> "Saat video penyerangan Cikeusik dilihat publik, orang di seluruh dunia
> > >> terkejut dan ngeri melihat kebiadaban penyerang yang menendang dan
> > >> mengayunkan parang pada tiga orang sampai tewas," kata Deputi Direktur 
> > >> Human
> > >> Rights Watch untuk kawasan Asia, Phil Robertson.
> > >> 
> > >> "Bukannya pelaku dijatuhi dakwaan pembunuhan atau dakwaan berat lain, 
> > >> jaksa
> > >> malah membikin dakwaan menggelikan dengan tuntutan super ringan. Sidang
> > >> Cikeusik mengirim pesan mengerikan terhadap serangan pada kelompok 
> > >> minoritas
> > >> seperti Ahmadiyah. Hari yang menyedihkan untuk keadilan di Indonesia,"
> > >> ujarnya.(ADO)
> > >> 
> > >> 
> > >> [Non-text portions of this message have been removed]
> > >>
> > >
> > >
> > > 
> > >
> > >
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke