Aku gak ngerti apa yang dikicaukan si debil itemabu ! Sangat tidak nyambung ! Tapi dasar manusia Debil ! Pantas sajalah.
--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote: > > Abbas Amin ngedukung hukuman seringan itu thd sodara seimannya yg ngebantai > orang Ahmadiyah dgn kejinya, hehehe.... > > Dan jangan lupa, Abbas Amin jg ngedukung atas pemancungan thd tkw Indonesia > di Saudi, hehehe... > > > > > > >________________________________ > >From: Abbas <abas_amin08@...> > >To: [email protected] > >Sent: Sunday, July 31, 2011 10:53 AM > >Subject: [proletar] Re: Terdakwa Cikeusik Dihukum Ringan > > > > > >Â > >Pada dasarnya semuanya juga relatif ! Yang jelas suatu hukuman, > >tentu ada dasar keadilan dan prikemanusiaannya. Dan cara menghukum suatu > >kelompok tentu ada alasan2 maka dipakai; jadi sebenarnya kurang etis sesuatu > >hukman yang sudah disepakati dalam suatu kelompok kita kritisi sebagai hukum > >yg salah dlsb. Tiap kelompok pasti punya cara2 tersendiri menangani masalah > >anggota kelompoknya. > > > >--- In [email protected], "widura" <a.widura@> wrote: > >> > >> Bunuh orang dihukum 3 bulan ya jelas ngga adil...dan bukan berarti > >> menginginkan dihukum mati, kenapa ngga dihukum 100 tahun, misalnya.... > >> -----Original Message----- > >> From: "Abbas" <abas_amin08@> > >> Sender: [email protected] > >> Date: Sat, 30 Jul 2011 04:43:28 > >> To: <[email protected]> > >> Reply-To: [email protected] > >> Subject: [proletar] Re: Terdakwa Cikeusik Dihukum Ringan > >> > >> Kan jadi kelihatan tidak adil kan ? tetapi anda2 ini katanya setuju > >> hukuman mati dihapus ! Hehehehe ! > >> Makanya keadilan tetap adalah barang yang perlu diperjuangkan > >> > >> --- In [email protected], David <davidfr766hi@> wrote: > >> > > >> > membunuh terencana dengan kejam cuma dihukum 3 bulan saja di negara > >> > ini... > >> > > >> > betapa memuakkan... > >> > > >> > > >> > Terdakwa Cikeusik Dihukum Ringan > >> > > >> > *Liputan6.com, Pandeglang:* Dua belas terdakwa dalam kasus penyerangan > >> > dan > >> > pembunuhan tiga pengikut Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, > >> > dijatuhi > >> > vonis dengan hukuman antara tiga sampai dengan enam bulan penjara. > >> > > >> > Para terdakwa mendapat hukuman sangat ringan atas kejahatan mereka, > >> > termasuk > >> > untuk Dani bin Misra (17) tahun, yang dalam rekaman video yang beredar > >> > luas > >> > nampak memukul kepala salah satu korban dengan batu. Dani hanya dijatuhi > >> > hukuman tiga bulan kurungan. > >> > > >> > Seperti dilansir *BBC Indonesia*, Kamis (28/7), hukuman ringan juga > >> > diterima > >> > Idris bin Mahdani, salah satu penggerak aksi massa ke rumah pengikut > >> > Ahmadiyah bulan Februari lalu, yang menurut majelis hakim terbukti > >> > memiliki > >> > senjata tajam dan dikenai hukuman penjara lima setengah bulan. > >> > > >> > Vonis rendah ini sebelumnya sudah diperkirakan karena tuntutan tertinggi > >> > jaksa hanya tujuh bulan dalam sidang sebelumnya. Meski demikian putusan > >> > hakim ini tetap mengejutkan kelompok pegiat HAM dan politisi di > >> > Indonesia. > >> > > >> > "Bagaimana seorang pelaku yang menghilangkan tiga nyawa orang lain > >> > dihukum > >> > begitu ringan Ini sama artinya dengan memberi sinyal toleransi atas > >> > tindak > >> > kekerasan," protes Eva Sundari, anggota Fraksi PDI Perjuangan. Eva sempat > >> > mempertanyakan lemahnya tuntutan jaksa dalam kasus ini saat rapat kerja > >> > Komisi III DPR dengan Kejaksaan Agung pekan lalu, namun tak mendapat > >> > jawaban > >> > memuaskan. > >> > > >> > Menurutnya selain Kejaksaan, kepolisian adalah simpul terlemah dalam > >> > penegakan hukum di Indonesia, terutama ketika menyangkut kasus > >> > intoleransi > >> > antarumat bergama. "Saya akan membuat legal opinion untuk kasus ini, > >> > mendorong agar kuasa hukum Ahmadiyah banding dan akan menggalang dukungan > >> > politisi DPR agar ada advokasi untuk perkara ini," janji Eva. > >> > > >> > Penyesalan juga diungkapkan organisasi HAM Human Rights Watch, yang > >> > menyebut > >> > vonis hakim sebagai "pesan menyeramkan" dunia peradilan Indonesia > >> > terhadap > >> > pencari keadilan kasus toleransi umat beragama. > >> > > >> > "Saat video penyerangan Cikeusik dilihat publik, orang di seluruh dunia > >> > terkejut dan ngeri melihat kebiadaban penyerang yang menendang dan > >> > mengayunkan parang pada tiga orang sampai tewas," kata Deputi Direktur > >> > Human > >> > Rights Watch untuk kawasan Asia, Phil Robertson. > >> > > >> > "Bukannya pelaku dijatuhi dakwaan pembunuhan atau dakwaan berat lain, > >> > jaksa > >> > malah membikin dakwaan menggelikan dengan tuntutan super ringan. Sidang > >> > Cikeusik mengirim pesan mengerikan terhadap serangan pada kelompok > >> > minoritas > >> > seperti Ahmadiyah. Hari yang menyedihkan untuk keadilan di Indonesia," > >> > ujarnya.(ADO) > >> > > >> > > >> > [Non-text portions of this message have been removed] > >> > > >> > >> > >> > >> > >> > >> [Non-text portions of this message have been removed] > >> > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
