Tebak2an Bertujuan Mengecohkan Penebak Agar Salah Tebak !!!
                                     
Inti ajaran Islam bersumber kepada alQuran.  Dan alQuran selalu berpasangan 
dengan Hadist-nya, dan Hadist itu berisi "tafsir" dari apa yang tertulis dalam 
alQuran.

Kata "tafsir" itu sendiri asalnya dari bahasa Arab, agar jelas bagi setiap 
orang Indonesia, maka kata "tafsir" itu saya terjemahkan kedalam bahasa 
Indonesia yang artinya "tebak" yaitu menebak atau tebak2an.

Jadi pada hakekatnya, tebak2an bertujuan mengecohkan si penebaknya agar salah 
tebak. Si pembuat tebak2an selalu menggunakan muslihat agar si penebak itu jadi 
salah tebak.

Demikianlah, teror jihad Islamiah yang karena dikutuk semua umat manusia 
diseluruh dunia, maka si pelakunya dikatakan salah memahami tafsir alQuran, 
artinya salah memahami tebak2an yang berasal dari alQuran sehingga sipenebaknya 
menjadi terorist.

Tetapi kalo semua umat manusia diseluruh dunia juga menganut Islam, maka 
sipenebak yang terorist ini tidak dikatakan salah tebak, tidak salah 
menafsirkan ayat2 AlQuran.

Begitulah, lebih jelas lagi agama2 lain diseluruh dunia tidak satupun yang 
menggunakan tafsir dalam memahami kitab sucinya.  Semua agama yang bukan Islam 
didunia sama2 memahami bahwa untuk memahami kitab suci mereka lebih banyak 
digunakan perumpamaan tidak satupun yang menggunakan istilah tebak2an karena 
istilah tebak2an sangatlah hina dalam pengertiannya karena menjurus penipuan, 
mengecoh, dan ber-bolak balik penuh muslihat.

Itulah sebabnya, karena keterampilan setiap umat Islam menguasai muslihat dari 
pemahaman AlQuran-nya melalui tebak2an begini, maka oleh umat diseluruh dunia 
diberi nama khusus untuk umat Islam yang sekarang kita kenal sebagai 
"muslimin", yang artinya umat Islam yang sudah mencapai level tertentu dalam 
mempraktekkan muslihat2nya.

> "rezameutia" <rezameutia@...> wrote:
> tafisr itu bukan tebak2an, karena
> untuk melakukan tafsir harus memakai
> akal dan berpengetahuan luas.

Pemenang hadiah Nobel itu sudah dipastikan sebagai orang2 yang berakal, 
berpengetahuan luas, bahkan diakui sebagai pencipta yang memelopori bidang2 
ilmu pengetahuan yang baru.

Coba anda kasih satu aja contoh ilmuwan manapun yang bisa memenangkan hadiah 
nobel, atau cuma jadi ilmuwan biasa saja bermodal "tafsir".

Tafsir itu memang cuma tebak2an aja sama sekali bukan akal, bukan ilmu 
pengetahuan dan bukan berpengetahuan yang luas.

Makanya, untuk mengecoh orang Indonesia, ajaran Islam menggunakan istilah2 Arab 
yang tidak dipahaminya sama sekali, jadi waktu aku kasih terjemahan bahasa 
Indonesia-nya, anda2 itu ter-kaget2 sehigga malu mengakuinya.

Tebak2an itu sangat populer bagi bangsa Indonesia, tapi bukan seagai 
kepercayaan melainkan sebagai hiburan saja seperti berjudi dan tebak manggis.  
Namun untuk menyebarkan ajaran Islam dan alQuran, maka digunakan kata Arab 
"tafsir" yang lebih mengandung misteri Ghaib agar ditakuti orang Indonesia yang 
mendengarnya.

Semua orang yang tidak punya akal bisa menafsir, karena menafsir itu cuma 
sembarangan aja me-nebak2 apapun yang senang ditebaknya.

Tebak lotto, tebak buntut, tebak manggis, tebak nomor, tebak umur, tebak jenis 
kelamin, dan berbagai tebak2an sudah menjadi budaya Indonesia.  Jadi untuk 
agama Islam, merupakan hal terhormat apabika kata "tebak" ini diganti dengan 
kata "tafsir".

Begitulah tidak umum dikatakan sebagai "tebak" al-Quran, lebih dikenal sebagai 
"tafsir" al-Quran.  Demikianlah, ada yang bilang bahwa Hadist itu bukanlah 
AlQuran tapi cuma tafsir AlQuran.  Ini salah, menyesatkan, karena Hadist juga 
merupakan bagian dari AlQuran karena antara keduanya merupakan pasangan yang 
tidak terpisahkan.  Meskipun Alquran banyak versinya, tapi semuanya selalu ada 
pasangan Hadistnya masing2, karena isi AlQuran adalah pantun2 dalam bahasa Arab 
yang bisa ditafsirkan banyak artinya.  Itulah sebabnya, agar bisa diartikan 
sama dalam kelompok umat diperlukan "tafsir".

Yang membuat tafsir itu adalah ulama yang diakui dalam kelompok Islam tsb, 
sehingga terbentuklah aliran Islam tersendiri.

Ahli2 tafsir dalam Islam banyak sekali, semuanya enggak ada yang benar dan 
tidak seharusnya menamakan dirinya ahli karena "tebak2an" bukanlah bidang 
keahlian.  Karena tebak2an tujuannya selalu mengecoh, menipu, atau melecehkan 
penebaknya agar salah menebak.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke