> "rezameutia" <rezameutia@...> wrote: > tafisr itu bukan tebak2an, karena > untuk melakukan tafsir harus memakai > akal dan berpengetahuan luas.
Pemenang hadiah Nobel itu sudah dipastikan sebagai orang2 yang berakal, berpengetahuan luas, bahkan diakui sebagai pencipta yang memelopori bidang2 ilmu pengetahuan yang baru. Coba anda kasih satu aja contoh ilmuwan manapun yang bisa memenangkan hadiah nobel, atau cuma jadi ilmuwan biasa saja bermodal "tafsir". Tafsir itu memang cuma tebak2an aja sama sekali bukan akal, bukan ilmu pengetahuan dan bukan berpengetahuan yang luas. Makanya, untuk mengecoh orang Indonesia, ajaran Islam menggunakan istilah2 Arab yang tidak dipahaminya sama sekali, jadi waktu aku kasih terjemahan bahasa Indonesia-nya, anda2 itu ter-kaget2 sehigga malu mengakuinya. Tebak2an itu sangat populer bagi bangsa Indonesia, tapi bukan seagai kepercayaan melainkan sebagai hiburan saja seperti berjudi dan tebak manggis. Namun untuk menyebarkan ajaran Islam dan alQuran, maka digunakan kata Arab "tafsir" yang lebih mengandung misteri Ghaib agar ditakuti orang Indonesia yang mendengarnya. Semua orang yang tidak punya akal bisa menafsir, karena menafsir itu cuma sembarangan aja me-nebak2 apapun yang senang ditebaknya. Tebak lotto, tebak buntut, tebak manggis, tebak nomor, tebak umur, tebak jenis kelamin, dan berbagai tebak2an sudah menjadi budaya Indonesia. Jadi untuk agama Islam, merupakan hal terhormat apabika kata "tebak" ini diganti dengan kata "tafsir". Begitulah tidak umum dikatakan sebagai "tebak" al-Quran, lebih dikenal sebagai "tafsir" al-Quran. Demikianlah, ada yang bilang bahwa Hadist itu bukanlah AlQuran tapi cuma tafsir AlQuran. Ini salah, menyesatkan, karena Hadist juga merupakan bagian dari AlQuran karena antara keduanya merupakan pasangan yang tidak terpisahkan. Meskipun Alquran banyak versinya, tapi semuanya selalu ada pasangan Hadistnya masing2, karena isi AlQuran adalah pantun2 dalam bahasa Arab yang bisa ditafsirkan banyak artinya. Itulah sebabnya, agar bisa diartikan sama dalam kelompok umat diperlukan "tafsir". Yang membuat tafsir itu adalah ulama yang diakui dalam kelompok Islam tsb, sehingga terbentuklah aliran Islam tersendiri. Ahli2 tafsir dalam Islam banyak sekali, semuanya enggak ada yang benar dan tidak seharusnya menamakan dirinya ahli karena "tebak2an" bukanlah bidang keahlian. Karena tebak2an tujuannya selalu mengecoh, menipu, atau melecehkan penebaknya agar salah menebak. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
