2011/10/11 ajeg <[email protected]> > ** > > > > Saya juga bilang di bawah sana (sudah Anda hapus) butuh waktu untuk > pembenahan. Bisa puluhan bahkan ratusan tahun. Termasuk, barangkali, > untuk mengganti istilahnya jadi "bukan zakat" demi memenuhi keinginan > Anda. > > Kalau bicara ketulusan, jelas yang dituntut untuk tulus itu yang > memberi, bukan yang mengumpulkan atau yang menerima. Kalau Anda > menuntut ketulusan dari pengumpul / penerima berarti terang benderang > di sini Anda bicara kelompok, temen-temenan, tidak independen. >
david: itulah kekeliruannya. ketulusan adalah dasar, selanjutnya adalah pengawasan. ketulusan bukan hanya dari pemberi tapi juga mereka yang berniat mengatur buah dari ketulusan si pemberi, istilahnya ya melayani. jadi memberi dan melayani itu harus juga memiliki ketulusan. dan dua-duanya, baik si pemberi maupun si pelayan harus diawasi. entah kenapa bisa nyangkut urusan ketulusan sampai soal kelompok, gak ngerti saya.. > > Sebaliknya, mana ada orang yang kecewa dengan konsep pajak yang > notabene juga berakar pada keimanan itu? Kenapa? Nggak lain karena > ada cukup waktu untuk membiasakan orang menerimanya. Lebih-lebih > istilah 'pajak' itu sendiri terasa mengindonesia ketimbang istilah > latinnya. > david: istilah pajak pasti dikenal sama mereka yang sudah memiliki penghasilan, bukan sama mereka yang memiliki iman. iman itu bebas, tapi pajak itu ditentukan. jadi pajak itu berbeda dengan keimanan. > Untuk mengindonesiakan istilah zakat (kalau ini concern Anda) juga > butuh pemikiran & waktu. Atau Anda punya usulan istilah penggantinya? > david: - pajak - donasi - sumbangan pakai saja istilah yang umum yang bisa berterima di hati banyak orang dan bisa pula di atur (diawasi) oleh banyak orang. > > Saya yakin gak punya. Sebab, untuk mengganti istilah 'David' ke > bahasa Indonesia saja belum sempat Anda pikirkan, ehe.. > david: nama saya tidak berdasarkan tafsiran. > > Sekalipun begitu saya percaya orangtua yang memberi nama ini bukan > bermaksud kelompok-kelompokkan. > > Heran juga, Anda senengnya kok terbelit kerikil-kerikil. > Padahal mestinya cukup 'tersandung' (ini pun terasa berlebihan, tersandung > kok sama kerikil) ... > david: bukan saya, coba lihat ke lapangan. heran saya... > --- David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote: > > > justru saya sedang mencoba memberikan apa yang anda minta yaitu > > meluruskan. > > > > kalau memang niat itu mau berjalan maka gunakan bahasa yang lain > > bila ditujukan pada kelompok yg berbeda. > > kalau memang niat itu tulus, kenapa pusing pakai bahasa arab > > padahal bisa pakai bahasa indonesia atau bahasa lain yang bisa > > diperbaiki lebih mendalam fungi dan kinerjanya. > > > > tujuan yang besar harus diperhatikan dari hal-hal yang kecil. > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
