Saya juga bilang di bawah sana (sudah Anda hapus) butuh waktu untuk pembenahan. Bisa puluhan bahkan ratusan tahun. Termasuk, barangkali, untuk mengganti istilahnya jadi "bukan zakat" demi memenuhi keinginan Anda.
Kalau bicara ketulusan, jelas yang dituntut untuk tulus itu yang memberi, bukan yang mengumpulkan atau yang menerima. Kalau Anda menuntut ketulusan dari pengumpul / penerima berarti terang benderang di sini Anda bicara kelompok, temen-temenan, tidak independen. Sebaliknya, mana ada orang yang kecewa dengan konsep pajak yang notabene juga berakar pada keimanan itu? Kenapa? Nggak lain karena ada cukup waktu untuk membiasakan orang menerimanya. Lebih-lebih istilah 'pajak' itu sendiri terasa mengindonesia ketimbang istilah latinnya. Untuk mengindonesiakan istilah zakat (kalau ini concern Anda) juga butuh pemikiran & waktu. Atau Anda punya usulan istilah penggantinya? Saya yakin gak punya. Sebab, untuk mengganti istilah 'David' ke bahasa Indonesia saja belum sempat Anda pikirkan, ehe.. Sekalipun begitu saya percaya orangtua yang memberi nama ini bukan bermaksud kelompok-kelompokkan. Heran juga, Anda senengnya kok terbelit kerikil-kerikil. Padahal mestinya cukup 'tersandung' (ini pun terasa berlebihan, tersandung kok sama kerikil) ... --- David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote: > justru saya sedang mencoba memberikan apa yang anda minta yaitu > meluruskan. > > kalau memang niat itu mau berjalan maka gunakan bahasa yang lain > bila ditujukan pada kelompok yg berbeda. > kalau memang niat itu tulus, kenapa pusing pakai bahasa arab > padahal bisa pakai bahasa indonesia atau bahasa lain yang bisa > diperbaiki lebih mendalam fungi dan kinerjanya. > > tujuan yang besar harus diperhatikan dari hal-hal yang kecil. > > > 2011/10/11 ajeg <ajegilelu@...> > > > ** > > > > Seperti saya bilang di bawah sana (sudah Anda hapus) saya bicara > > fungsi. > > > > Kenapa Anda harus bangga memakai istilah zakat dan saya harus > > kecewa dengan istilah itu? > > > > Kesengsaraan gak akan sembuh hanya karena istilah. > > > > --- David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote: > > > > > kalau begitu gunakanlah bahasa yang besar, bahasa yang plural. > > > menggunakan istilah zakat bisa membuat bangga sebagian manusia, > > > tetapi tidak membuat bangga beberapa yang lain, dan bisa pula > > > membuat kecewa beberapa lainnya lagi. > > > > > > > > > 2011/10/11 ajeg <ajegilelu@...> > > > > > > > ** > > > > > > > > > > Saya diskusiin kelompok besar; Indonesia, dan terbesar; > > > > manusia. > > > > > > > > --- David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote: > > > > > > > > > hehehe... pertama-tama, saya ini berdiskusi tidak > > > > > kelompok2an, tidak temen2an, independen. siapa yang cocok > > > > > saya akan bersetuju dengannya, vice versa. > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
