Buat saya mah, yang begini-beginian saya manfaatin untuk menuntun 
kesadaran bahwa saya gak hidup sendirian. Dengan begitu apa yang saya keluarkan 
bukanlah untuk 'membayar', tapi berharap semoga orang lain 
bisa merasa gak sendirian. 

Lebih jauh lagi, menuntun kesadaran bahwa kehidupan ini gak cuma 
seumur saya. Dunia gak bergantung pada hidup saya. 

Artinya, segala kekurangan, kemerosotan, bahkan kesalahan pada pelaksanaan 
zakat hari ini tidak harus selesai sempurna selagi 
saya masih hidup. Membenahi ini jelas butuh waktu. Bisa puluhan bahkan ratusan 
tahun. Bisa gak terjadi dalam hidup Anda, saya, kita semua di jaman ini. 

Umat muslim tentu saja berharap yang namanya zakat bisa kembali ke 
fungsi, porsi, dan proporsi sebenarnya yaitu, menyejahterakan 
kehidupan masyarakat. Lebih kurang sama fungsinya (saya bicara 
fungsi, bukan konsep) seperti pajak -- yang notabene berakar pada 
hal-hal yang bersifat keimanan juga (terekam dalam Mathius 22:21). 

Nah, non muslim boleh juga membantu (tidak wajib) kaum muslim dalam 
mengembalikan fungsi zakat tersebut. Caranya, kalau ada yang minta zakat kepada 
non muslim ya silakan tanggapi dengan sejuk. Antara 
lain, sadarkan si peminta zakat itu bahwa zakat tidak ditarik, melainkan 
dikumpulkan, diserahkan - dan hanya berlaku bagi yang 
mempercayainya. 

Jadi, jangan merasa ditodong apalagi 'wajib' berpikir: "bayar saja 
apa yang diminta dari kamu" seperti jawaban Anda itu. 

Kalau pun mau mewajibkan diri seperti itu ya jangan kepalang tanggung, 
ikhlaskan saja sekalian. 

Apalah artinya "bayar saja" itu kalau gak ikhlas. 

Tapi pemikiran begitu jelas kesalahan besar. Sebab, bagaimana kalau 
yang diminta itu justru yang 97,5%? Bayar saja juga? 

Bisa-bisa Anda digebuki temen-temenmu lantaran mereka jadi pada nggak makan 
setahun... 

Ps
Saya sampaikan ini untuk menghindarkan Anda 
dari gebukan temen sendiri

hehe.. 

--- David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote:

> ajeg sudah menyatakan sebagian yg mau saya sampaikan yaitu zakat 
> itu sering bermasalah, entah masalah pengelola, masalah penyaluran, 
> masalah siapa penerima, masalah apakah tepat disalurkan ke penerima 
> itu, dsb.
> 
> belum lagi belakangan ini zakat sudah merupakan kewajiban bagi para 
> pemilik npwp di beberapa daerah tertentu, padahal didaerah tsb 
> tidak semuanya beragama muslim. ini artinya ada tambahan masalah 
> yaitu mewajibkan orang yg tidak menerima konsep zakat. keharusan 
> (kewajiban) zakat di dalam pembayaran pajak menjadi sebuah 
> kekonyolan.
> 
> percaya atau tidak, saya beberapa kali mendapatkan telepon dari 
> beberapa kenalan di wilayah lain yang bertanya apakah mereka harus 
> membayar zakat yg diwajibkan dalam pajak. mereka bingung krn mereka 
> bukan muslim, tapi mau menolak juga itu sebuah kekonyolan lain 
> karena hukumnya wajib.
> 
> saya jawab saja: bayar saja apa yang diminta dari kamu.
> 
> mereka mengerti apa filosofi yg saya sampaikan. tapi pada konsepnya 
> mereka tidak menerima konsep zakat. tidak menerima kewajiban yg 
> merupakan hal-hal keimanan/tafsiran.
> 
> nah, coba lihat dari sisi yg saya sampaikan. sisi yg menunjukkan 
> bahwa tidak semua orang mau menjalankan ajaran agama meskipun itu 
> ajaran agamanya sendiri atau ajaran agama orang lain.
> 
> urusan agama adalah urusan pribadi, tapi begitu dipaksakan menjadi 
> wajib dan tidak wajib, maka itu menjadi bukan pribadi tapi menjadi 
> urusan organisasi.
> agama itu menjadi konyol jika segala sesuatu diatur oleh 
> organisasi. dan kemudian organisasi itulah yang menjadi tuhan.
> 
> 
> 2011/10/11 rezameutia <rezameutia@...>
> 
> > **
> >
> > --- David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote:
> >
> > > coba baca dulu baik2 tulisan orang lain... ini tulisan saya 
> > > sebelumnya:
> > >
> > > =======
> > > makanya segala sesuatu yg disambung2kan dengan surga dan neraka 
> > > itu akan jadi berbau hak dan kewajiban... padahal itu 
> > > kekonyolan..
> > > =======
> > >
> > > yg disebut konyol itu bukan hak dan kewajiban tapi "segala 
> > > sesuatu yg disambung2kan dengan surga dan neraka".
> > >
> > > zakat dan infak kalau yg bicara ulama pasti akan ditekankan 
> > > sebagai hukum agama yang harus dijalankan. lihat kata harus, 
> > > ini akan disambungkan dengan hukuman bila tidak dijalankan 
> > > yaitu neraka. supaya dijalankan maka diturunkanlah fatwa atau 
> > > sejenisnya. setelah fatwa atau sejenisnya ini, maka
> > > hal yg berbau surga dan neraka itu seakan2 menjadi kewajiban 
> > > (dan hak).
> > >
> >
> > zakat itu termasuk dari rukun islam, hukumnya sudah jelas wajib. 
> > karena zakat sudah termasuk di rukun islam maka tidak mungkin ada 
> > fatwa tambahan dari ulama yang mengatur mengenai hal zakat yang 
> > wajib ini.
> >
> > seperti contohnya, tidak mungkin ulama di mui mengeluarkan fatwa 
> > bahwa zakat harus (wajib hukumnya) disalurkan ke mesjid istiqlal, 
> > atau zakat harus disalurkan ke badan zakat pemerintah seperti 
> > bazis.
> >
> > masalah zakat ini berhubungan langsung antara tuhan dengan 
> > keikhlasan diri kita sendiri. zakat urusannya sama deh seperti 
> > rukun islam yang lainnya seperti melakukan sholat, dan melakukan 
> > puasa, ataupun berhaji.
> >
> > kalo mau bohongin diri sendiri - belum sholat ngaku udah sholat 
> > atau udah batal puasa masih ngaku puasa - juga nggak ada masalah 
> > karena nggak ada yang tau kok?!
> >
> > misalkan hitungan zakat seseorang sebesar 5 jt, maka urusan orang 
> > itu sendiri mau mengeluarkan zakat 5 jt atau mengeluarkan kurang 
> > dari 5 jt, atau bahkan dia nggak mau bayar zakat sama sekalipun.
> >
> > > padahal itu kekonyolan.
> > >
> >
> > bukan kekonyolan kalo orang mencoba berpikirnya seperti ini...
> >
> > semua agama pasti mewajibkan umatnya untuk mengeluarkan zakat, 
> > walaupun istilah namanya bisa berbeda di setiap agama. tapi, 
> > konsep dan tujuannya pasti sama, membantu orang miskin. anyway, 
> > rejeki itu juga datangnya dikasih dari tuhan.
> >
> > lalu, apa salahnya kalo kita membagi rejeki dari tuhan untuk 
> > sesama manusia?
> >
> > > sudah mengerti?
> > >
> > >
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke