hehehe... pertama-tama, saya ini berdiskusi tidak kelompok2an, tidak
temen2an, independen. siapa yang cocok saya akan bersetuju dengannya, vice
versa.

saya lihat di milis ini banyak juga yang independen.

kalau bicara di atas email seperti ini, memang bicara yang manis2 selalu
mudah, tapi pada prakteknya dilapangan akan sangat jauh dibanding di atas
kertas.

kalau bicara ikhlas, tentu tidak ikhlas. tidak perlu diperpanjang lagi soal
kenapa tidak ikhlas karena sudah saya sampaikan dalam email sebelumnya. itu
sebabnya pula saya sampaikan betapa konyolnya sesuatu yang dianggap wajib
bagi beberapa orang, karena belum tentu orang lain menganggapnya sebagai hal
yang wajib.

soal sisa dari 2,5%, kalau pemerintah memang berniat meminta 97,5 %, maka
pemerintah tersebut harus disadarkan, atau tinggalkan saja pemerintahan ini.
negara pemerasa adalah negara yang penuh dengan pejabat bejat dan tidak
pantas bicara agama, pantasnya bicara di jamban saja.


2011/10/11 ajeg <[email protected]>

> **
>
>
>
> Buat saya mah, yang begini-beginian saya manfaatin untuk menuntun
> kesadaran bahwa saya gak hidup sendirian. Dengan begitu apa yang saya
> keluarkan bukanlah untuk 'membayar', tapi berharap semoga orang lain
> bisa merasa gak sendirian.
>
> Lebih jauh lagi, menuntun kesadaran bahwa kehidupan ini gak cuma
> seumur saya. Dunia gak bergantung pada hidup saya.
>
> Artinya, segala kekurangan, kemerosotan, bahkan kesalahan pada pelaksanaan
> zakat hari ini tidak harus selesai sempurna selagi
> saya masih hidup. Membenahi ini jelas butuh waktu. Bisa puluhan bahkan
> ratusan tahun. Bisa gak terjadi dalam hidup Anda, saya, kita semua di jaman
> ini.
>
> Umat muslim tentu saja berharap yang namanya zakat bisa kembali ke
> fungsi, porsi, dan proporsi sebenarnya yaitu, menyejahterakan
> kehidupan masyarakat. Lebih kurang sama fungsinya (saya bicara
> fungsi, bukan konsep) seperti pajak -- yang notabene berakar pada
> hal-hal yang bersifat keimanan juga (terekam dalam Mathius 22:21).
>
> Nah, non muslim boleh juga membantu (tidak wajib) kaum muslim dalam
> mengembalikan fungsi zakat tersebut. Caranya, kalau ada yang minta zakat
> kepada non muslim ya silakan tanggapi dengan sejuk. Antara
> lain, sadarkan si peminta zakat itu bahwa zakat tidak ditarik, melainkan
> dikumpulkan, diserahkan - dan hanya berlaku bagi yang
> mempercayainya.
>
> Jadi, jangan merasa ditodong apalagi 'wajib' berpikir: "bayar saja
> apa yang diminta dari kamu" seperti jawaban Anda itu.
>
> Kalau pun mau mewajibkan diri seperti itu ya jangan kepalang tanggung,
> ikhlaskan saja sekalian.
>
> Apalah artinya "bayar saja" itu kalau gak ikhlas.
>
> Tapi pemikiran begitu jelas kesalahan besar. Sebab, bagaimana kalau
> yang diminta itu justru yang 97,5%? Bayar saja juga?
>
> Bisa-bisa Anda digebuki temen-temenmu lantaran mereka jadi pada nggak makan
> setahun...
>
> Ps
> Saya sampaikan ini untuk menghindarkan Anda
> dari gebukan temen sendiri
>
> hehe..
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke