Saya diskusiin kelompok besar; Indonesia, dan terbesar; manusia. 

--- David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote:

> hehehe... pertama-tama, saya ini berdiskusi tidak kelompok2an, tidak
> temen2an, independen. siapa yang cocok saya akan bersetuju 
> dengannya, vice versa.
> 
> saya lihat di milis ini banyak juga yang independen.
> 
> kalau bicara di atas email seperti ini, memang bicara yang manis2 
> selalu mudah, tapi pada prakteknya dilapangan akan sangat jauh 
> dibanding di atas kertas.
> 
> kalau bicara ikhlas, tentu tidak ikhlas. tidak perlu diperpanjang 
> lagi soal kenapa tidak ikhlas karena sudah saya sampaikan dalam 
> email sebelumnya. itu sebabnya pula saya sampaikan betapa konyolnya 
> sesuatu yang dianggap wajib bagi beberapa orang, karena belum tentu 
> orang lain menganggapnya sebagai hal yang wajib.
> 
> soal sisa dari 2,5%, kalau pemerintah memang berniat meminta 97,5 
> %, maka pemerintah tersebut harus disadarkan, atau tinggalkan saja 
> pemerintahan ini.
> negara pemerasa adalah negara yang penuh dengan pejabat bejat dan 
> tidak pantas bicara agama, pantasnya bicara di jamban saja.
> 
> 
> 2011/10/11 ajeg <ajegilelu@...>
> 
> > **
> >
> >
> >
> > Buat saya mah, yang begini-beginian saya manfaatin untuk menuntun
> > kesadaran bahwa saya gak hidup sendirian. Dengan begitu apa yang > > saya 
> > keluarkan bukanlah untuk 'membayar', tapi berharap semoga 
> > orang lain bisa merasa gak sendirian.
> >
> > Lebih jauh lagi, menuntun kesadaran bahwa kehidupan ini gak cuma
> > seumur saya. Dunia gak bergantung pada hidup saya.
> >
> > Artinya, segala kekurangan, kemerosotan, bahkan kesalahan pada 
> > pelaksanaan zakat hari ini tidak harus selesai sempurna selagi
> > saya masih hidup. Membenahi ini jelas butuh waktu. Bisa puluhan 
> > bahkan ratusan tahun. Bisa gak terjadi dalam hidup Anda, saya, 
> > kita semua di jaman ini.
> >
> > Umat muslim tentu saja berharap yang namanya zakat bisa kembali ke
> > fungsi, porsi, dan proporsi sebenarnya yaitu, menyejahterakan
> > kehidupan masyarakat. Lebih kurang sama fungsinya (saya bicara
> > fungsi, bukan konsep) seperti pajak -- yang notabene berakar pada
> > hal-hal yang bersifat keimanan juga (terekam dalam Mathius 22:21).
> >
> > Nah, non muslim boleh juga membantu (tidak wajib) kaum muslim 
> > dalam mengembalikan fungsi zakat tersebut. Caranya, kalau ada 
> > yang minta zakat kepada non muslim ya silakan tanggapi dengan 
> > sejuk. Antara lain, sadarkan si peminta zakat itu bahwa zakat 
> > tidak ditarik, melainkan dikumpulkan, diserahkan - dan hanya 
> > berlaku bagi yang mempercayainya.
> >
> > Jadi, jangan merasa ditodong apalagi 'wajib' berpikir: "bayar saja
> > apa yang diminta dari kamu" seperti jawaban Anda itu.
> >
> > Kalau pun mau mewajibkan diri seperti itu ya jangan kepalang 
> > tanggung, ikhlaskan saja sekalian.
> >
> > Apalah artinya "bayar saja" itu kalau gak ikhlas.
> >
> > Tapi pemikiran begitu jelas kesalahan besar. Sebab, bagaimana 
> > kalau yang diminta itu justru yang 97,5%? Bayar saja juga?
> >
> > Bisa-bisa Anda digebuki temen-temenmu lantaran mereka jadi pada 
> > nggak makan setahun...
> >
> > Ps
> > Saya sampaikan ini untuk menghindarkan Anda
> > dari gebukan temen sendiri
> >
> > hehe..
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke