Assalamualaikum Wr Wb Sanak Adrisman yang terhormat,
Kalau anda sebutkan Republik Islam Iran sebagai contoh negara yang bukan negara demokrasi, saya pikir Iran hanya tidak mencantum demokrasi pada penamaan negara-nya, sama dengan musuh besarnya Amerika. Kalau kita lihat, demokrasi sebenarnya sudah terjadi sejak shah Iran di gulingkan oleh rakyat-nya dan kemudian rakyat iran sendiri memilih pemimpin, proses pemilihan pemimpin ini adalah proses demokrasi Jadi terlepas bagaimana pemilihan itu sendiri terjadi, dan siapa yang memilih, selama bukan sesuatu yang diwariskan secara garis keturunan itu masih layak disebut sebagai sebuah proses demokrasi, (Dek Evie sudah pernah menerangkan bagaimana, Demokrasi itu sendiri akhirnya tidak menjadi konsep tunggal lagi). Jadi kalau sekarang kita punya option selain demokrasi, berarti kita harus memilih seorang raja, yang kita beri kekuasaan mutlak dan dia akan menurunkan kepada anak cucu-nya kelak, apa ya kita mau??? Konsep Islam sendiri, sepanjang yang saya tau, dalam menentukan pemimpin, juga bukan sesuatu yang diwariskan, tapi pemimpin di pilih dari individu yang ada dari komunitas tersebut. Bahkan di Islam sendiri tidak ada kepemimpinan yang mutlak, semuanya harus memenuhi syarat yang sudah digariskan oleh Al Quran dan Sunnah ( ini pun di interprestasikan (ditafsirkan) bermacam oleh pengikut-nya). Jadi kembali ke seperti yang pernah saya sampaikan demokrasi seperti apakah yang bisa kita implementasikan. Sebuah pertanyaan saya kepada Sanak Adrisman, bagaimanakah konsep ke khalifahan yang seperti yang anda sebutkan dalam melakukan suksesi- nya, Wassalam Yanto Piboda pf : buat saudara Asmardi Arbi, saya Piboda bukan Pabiola, that is family name from my lovely Mommy. --- In [EMAIL PROTECTED], Adrisman Yunus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wa'alaikum salam wr.wb. > > Eh siapa sih yang mengatakan kita cuma punya 3 > pilihan.....? demokrasi, teokrasi atau gabungan...:( > > Saat ini kita semua memang digiring untuk cuma memilih > demokrasi sebagai satu2nya pilihan, sampai2 negara > islam seperti iran saja memakai kata republik atau > juga RRC yang komunis. Karena saat ini cuma > demokrasilah satu2nya yang dianggap layak dalam > membentuk "civil society". > > Apakah memang tak ada lagi pilihan selain > demokrasi...? > > Dan apakah demokrasi memang sudah berhasil membentuk > masyarakat madani seperti yang diharapkan...? > > Kenapa negara ini yang setidak tidaknya memiliki 85% > umat muslim tidak pernah untuk mencoba membentuk > pemerintahan ala "pemerintahan madinah" nya > rasulullah..? Belum pernah dicoba....sama sekali atau > setidak tidaknya dikaji. > > Tiap kali kita dengar kata kata anjuran untuk > mengikuti sunnah rasul..., bahkan kalau berpakaianpun > dibuat mirip dengan masa rasulullah. > Tapi semua itu cuma bungkus yang kita pamerkan, > sementara yang lebih essential yang dicontohkan > rasulullah yaitu contoh bagaimana meramut, melindungi > umat islam dalam bentuk negara kekhalifahan, tak ada > satupun yang meliriknya...:( > > Allah menciptakan dunia ini dan menjadikan masing2 > kita jadi khalifah, bukanlah tanpa maksud. Dan itu > telah dicontohkan oleh rasulullah dan para sahabat > yang 4 (khulafaur rashidin). > > Nah kalau selama ini kita selalu teriak sami'na > waatho'na, adakah kita sudah waatho'na dengan contoh > rasulullah yang satu ini....? > > Ayo ah om yanto...., jangan cuma melihat demokrasi > saja sebagai satu2nya pilihan.... > > Yang saya lihat selama ini demokrasi memang berhasil > dinegara negara sekuler atau setidak tidaknya untuk > masyarakatnya yang berfikir secara sekuler, tapi kalau > diterapkan pada masyarakat agamis, lihatlah perpecahan > yang ada dan politik dagang sapi demi kekuasaan yang > timbul, tak ada satupun yang mikirin rakyat. > > wassalam > Adr > > > --- yanto_piboda <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamualaikum Wr Wb > > > > > > Kembali ke awal diskusi kita konsep apa sebaikanya > > yang kita terapkan > > di negara ini, > > karena sebenarnya cuman ada 3 pilihan, demokrasi, > > teokrasi dan > > penggabungan dari kedua-nya > > > > Dan sayang sekali ternyata pilihan kita juga > > sekarang cuman ada 1 > > yaitu demokrasi, karena tidak mungkin kita rasanya > > kita menerapkan > > konsep teokrasi, karena nanti siapa yang akan > > menjadi raja. > > > > Jadi sekarang yang jadi pertanyaan adalah demokrasi > > seperti apakah > > sebenar-nya yang akan diterapkan di negara itu atau > > dengan kata lain > > demokrasi yang ber basis apa (baca IDIOLOGI APA). > > > > kalau udah ke arah ini maka akan banyak alternatif > > jawaban yang bisa > > kita pilih : > > > > Model Amerika yang berbasis Liberal kapitalis > > Model China yang berbasis Komunis Mao > > Model alm (Uni Sovyet) dan Cuba yang berbasis > > Sosialis Marx > > > > Atau model lain, misalnya : model yang berbasiskan > > Religi (baca > > Islam), ini juga akan terdiferensial menjadi > > bermacam model juga > > Islam yang bagaimana ? ( ini menurut pendapat saya > > loh) > > > > Or another model > > > > Ayo siapa yang mau mulai > > > > wassalam > > > > YP > > > > > > > > > > > > ____________________________________________________ > > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, > > silahkan ke: > > http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net > > ____________________________________________________ > > ____________________________________________________ > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: > http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net > ____________________________________________________ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
