Assalamulaikum wr, wb Kenapa sih sanak Adrisman ngotot sekali untuk melaksanakan pemerintahan gaya "pemerintahan madinah", padahal sejarah sudah membuktikan bahwa pemerintahan seperti itu hanya berlangsung dalam waktu 22 tahun. Waktu yang 22 tahun itu sangat sangatlah pendek jika kita bandingkan dengan sejarah Islam yang sampai saat ini telah berlangsung 14 abad dan sebagian besar masanya memakai sistem pemerintahan "gaya monarchi".
Belum lagi jumlah penduduk yang diatur pada masa yang 22 tahun tersebut sangat-sangatlah sedikit jika kita bandingkan dengan jumlah penduduk yang diatur untuk masa sekarang. Atau apakah kita akan memakai sistem monarchi gaya kesultanan-kesulatanan yang sudah jelas banyak sekali menurut sejarah banyak melakukan kekejaman dan pengekangan hak-hak individu serta pemberian keitimewaan pada lingkungan kesultanan (istana) ? Dan sekarang .......... kita bisa melihat mana ada satupun negara-negara di dunia ini ,yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dapat disebut sebagai negara maju. Kalau kita setuju bahwa maju tidaknya suatu bangsa sangat ditentukan oleh manusia di negara di mana mereka berada, maka pertanggungan jawab ini dapat kita timpakan kepada manusia-manusia Islam yang mengangkangi negara-negara tersebut karena kemayoritasannya tidak dapat menggerek negara di mana mereka berada untuk mencapai cita-cita suatu bangsa yaitu memajukan dan mensejahterakan rakyatnya. Dan sejarah juga sudah membuktikan bahwa negara-negara yang saat ini maju , semuanya adalah negara yanag penduduknya mayoritas non-Islam, dan pertanggungan jawaban atau keberhasilan ini adalah berada pada pundak penduduk yang non-Islam tersebut, karena mereka mayoritas. Wassalam MII ----- Original Message ----- From: Adrisman Yunus <[EMAIL PROTECTED]> To: Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak 1993) <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, May 08, 2004 3:28 AM Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Demokrasi lagi... > Wa'alaikum salam wr.wb. > > Eh siapa sih yang mengatakan kita cuma punya 3 > pilihan.....? demokrasi, teokrasi atau gabungan...:( > > Saat ini kita semua memang digiring untuk cuma memilih > demokrasi sebagai satu2nya pilihan, sampai2 negara > islam seperti iran saja memakai kata republik atau > juga RRC yang komunis. Karena saat ini cuma > demokrasilah satu2nya yang dianggap layak dalam > membentuk "civil society". > > Apakah memang tak ada lagi pilihan selain > demokrasi...? > > Dan apakah demokrasi memang sudah berhasil membentuk > masyarakat madani seperti yang diharapkan...? > > Kenapa negara ini yang setidak tidaknya memiliki 85% > umat muslim tidak pernah untuk mencoba membentuk > pemerintahan ala "pemerintahan madinah" nya > rasulullah..? Belum pernah dicoba....sama sekali atau > setidak tidaknya dikaji. > > Tiap kali kita dengar kata kata anjuran untuk > mengikuti sunnah rasul..., bahkan kalau berpakaianpun > dibuat mirip dengan masa rasulullah. > Tapi semua itu cuma bungkus yang kita pamerkan, > sementara yang lebih essential yang dicontohkan > rasulullah yaitu contoh bagaimana meramut, melindungi > umat islam dalam bentuk negara kekhalifahan, tak ada > satupun yang meliriknya...:( > > Allah menciptakan dunia ini dan menjadikan masing2 > kita jadi khalifah, bukanlah tanpa maksud. Dan itu > telah dicontohkan oleh rasulullah dan para sahabat > yang 4 (khulafaur rashidin). > > Nah kalau selama ini kita selalu teriak sami'na > waatho'na, adakah kita sudah waatho'na dengan contoh > rasulullah yang satu ini....? > > Ayo ah om yanto...., jangan cuma melihat demokrasi > saja sebagai satu2nya pilihan.... > > Yang saya lihat selama ini demokrasi memang berhasil > dinegara negara sekuler atau setidak tidaknya untuk > masyarakatnya yang berfikir secara sekuler, tapi kalau > diterapkan pada masyarakat agamis, lihatlah perpecahan > yang ada dan politik dagang sapi demi kekuasaan yang > timbul, tak ada satupun yang mikirin rakyat. > > wassalam > Adr > > > --- yanto_piboda <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamualaikum Wr Wb > > > > > > Kembali ke awal diskusi kita konsep apa sebaikanya > > yang kita terapkan > > di negara ini, > > karena sebenarnya cuman ada 3 pilihan, demokrasi, > > teokrasi dan > > penggabungan dari kedua-nya > > > > Dan sayang sekali ternyata pilihan kita juga > > sekarang cuman ada 1 > > yaitu demokrasi, karena tidak mungkin kita rasanya > > kita menerapkan > > konsep teokrasi, karena nanti siapa yang akan > > menjadi raja. > > > > Jadi sekarang yang jadi pertanyaan adalah demokrasi > > seperti apakah > > sebenar-nya yang akan diterapkan di negara itu atau > > dengan kata lain > > demokrasi yang ber basis apa (baca IDIOLOGI APA). > > > > kalau udah ke arah ini maka akan banyak alternatif > > jawaban yang bisa > > kita pilih : > > > > Model Amerika yang berbasis Liberal kapitalis > > Model China yang berbasis Komunis Mao > > Model alm (Uni Sovyet) dan Cuba yang berbasis > > Sosialis Marx > > > > Atau model lain, misalnya : model yang berbasiskan > > Religi (baca > > Islam), ini juga akan terdiferensial menjadi > > bermacam model juga > > Islam yang bagaimana ? ( ini menurut pendapat saya > > loh) > > > > Or another model > > > > Ayo siapa yang mau mulai > > > > wassalam > > > > YP > > > > > > > > > > > > ____________________________________________________ > > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, > > silahkan ke: > > http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net > > ____________________________________________________ > > ____________________________________________________ > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: > http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net > ____________________________________________________ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
