++Da++
Kemenakan, kesisipkan buat
jawaban dibawah. Mudahan jawaban singkat dapat berguna.
-----Original Message-----
From:
[EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of yelsandra
Sent: Monday, April 26, 2004
11:05 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Akhir cerita
diskusi kita...:)
<<Yes>> Assalamualikum ww....
++Da++ Wa'alaukumussalam
WW
<<Yes>> uda, uni, serta mamak
kasadoalahe....buah pikiran saya kali ini agak
panjang, agar diskusi kita
menarik, saran saya, baca dulu seluruhnya,
baru reply.....
++Da++ Jadihlah .........
tapi..........
<<Yes>> kalo tidak nanti jadi "jaka sembung naik ojek"
gak nyambung jek!!!
he he...
++Da++
HHHHHHHHaaaaaaaaaa
<<Yes>> beberapa hari ini saya merasakan kebersamaan
yang indah dengan
netters di sini. ke-heterogenan kita membuat kita memiliki
premis
tersendiri dalam memaknai Al-Quran dan sunnah.....saya suka
kondisi
ini.....minimal saya bisa "menakar" kemampaun orang-orang yang
baru
saya kenal di milis ini....
++Da++ Mudahan takarannya tidak
salah dan kalau dapat jadi benchmarking.
<<Yes>> saya sengaja mempostingkan sebuah tema yang
"tajam" untuk melihat
reaksi Anda....dan saya telah mendapatkannya.....maklum
walaupun dah
pada kenal dengan pengurus milis ini, saya termasuk pendatang
baru di
sini.....ba gak ti, mak darul, bundo, noven, ronal, da miko?
foto
dulu hasilnya bagus loh!
++Da++ bukan pendatang baru,
tapi sekali-kali nongol bikin gara-gara.
<<Yes>> sebenarnya saya telah close tema poligami,
karena saya telah
menemukan apa yang saya inginkan, tapi rasanya saya
masih
perlu menulis sepatah dua pataah kata....
++Da++ Closed for time being, but reopen whenever needed.
<<Yes>> "Kenapa Anda mengharamkan sesuatu yang telah
dihalalkan Allah? dan
menghalalkan sesuatu yang diharamkan Allah?"
++Da++ Siapa yang begitu. Tolong dimengerti kalau kalimat itu ada anak kalimatnya. Kadang anak kalimat itu malah lebih penting dari induknya. Di Alquran jelas kok kalimat/atau katanya beranak: "Boleh jika adil", "kalau takut tidak adil cukup satu saja (jangan)". Mungkinkah seorang manusia yang labil ini selalu adil? Hati pasti condong ka nan rancak, pancalaikan condong ka nan manih. Disamping itu, ingat apa saja didunia ini mengalami perobahan, kalau kita tidak arif akan keadaan kita bisa-bisa bertolak belakang nanti. Tahukan bahwa pintar dan gila itu dekat, cinta dan benci itu berbatasan, sayang dan benci itu bisa berbalik setiap saat.
Kini, disaat permulaan, dirasa semua itu sangat indah, bunga sedang berbunga nan semerbak. Sadarkah kita bahwa di laut itu penuh ombak dan gelombang yang kadang datang dengan tiba-tiba serta menggiling apa saja yang ditemui. Pepatah kita menyatakan, hati-hati meniti buih, biar selamat badan keseberang.
Ingat, penglihatan manusia itu tidak jauh, bisa jauh beda apa yang dilihat dengan mata dengan keadaan yang sebenarnya. Kana, perasaan manusia itu kadang jauh meleset dari keadaan yang aslinya. Penilaian, apa nan dirasa kini, janganlah dianggap akan begitu seterusnya, jalan didepan itu akan lurus selama-lamanya. Dunia ini adalah fana, tidak ada yang pasti ........... yang pasti itu hanyalah ketentuan Allah SWT, ketentuan Allah untuk yang akan datang itu tidak diberi tahukan kepada kita sebelumnya (prewarning) , apa lagi kita tidak arif dengan tanda-tandanya.
Aku punya dua kemenakan yang alimah dan bahagia dengan keluarganya disini, dimilist ini, tapi tampaknya berbeda dalam penilaian masalah poligami ini. Saya mendukung ini sebagai pilihan malah emergency, bukan kewajiban (CMIIW).
<<Yes>> Banyak yang bijak di milis ini, tapi yang konyol
juga ada.....
setiap membacanya saya tertawa.....
++Da++ Ini duni
fana.
<<Yes>> padahal inikan sebuah pilihan, cuma sunnah, kalo
sanggup, ya
monggo....kita doakan orang yang menjalankannya semoga berhasil.
kalo
tidak sanggup ya nggak apa-apa.....(kenapa kita menjadi seperti
anak
kecil dan tabik suga?).
++Da++ Karena
yang menginginkan adalah yang biasa tidak menyukainya, jadi terasa talabiak, eh
tabalaik.
<<Yes>> saya dan suami termasuk yang belum (sekali lagi,
belum sanggup)
walaupun kami baru punya sebatas niat dan keinginan, dan entah
kapan
bisa terealisasinya.....
Belum sanggup
kan diukur dengan katagori anda saat ini, bagaimana kalau dengan katagori orang
lain. ++Da++ Saya pernah punya anak buah dulu yang (maaf), gajinya mungkin 1/4
dari yang saya terima, tapi istrinya empat di Madura. Dan saya masih bilang
nggak sanggup, karena kami punya katagori yang berbeda. Untung saat ini anda dan
Ardian punya katagori yang sama. Bagaimana disuatu saat nanti punya katagori
yang berbeda. Dunia kan berobah.
<<Yes>> maklum, kendaraan aja masih dikasih mertua, kalo
ke kantor, suami
cuma bawa uang bensin (gaji abis buat bayar kuliah dan
nafkahi satu
istri) kuliah belum tamat, rumah masih ngontrak, bisnis kamipun
belum
pada tahap maturity, dan yang perlu digaris bawahi, iman kami
masih
lemah.....makanya yang ada baru niat!!!......niat baik gak
bayarkan?
kenapa Anda sewot? he he...malu tuh......
++Da++ Dalam
product life circle, habis maturity itu kemana, karena itu jangan dianggap
grafik itu akan terus dengan kecendrungannya saat ini. Didunia ini tidak ada
yang kekal.
<<Yes>> kalo cuma sekedar niat baik, gak salahkan? kalo
terealisasi dapat dua
pahala, kalo tidak, dapat satu. dari pada tidak dapat
pahala sama
sekali, mending niat dulu.....ha...ha......
++Da++ Bukan kah
ini menunjukan kebimbangan kemenakanda
<<Yes>> tapi lucunya, ada netter di sini, yang tabik
suganya......hati
manusia emang Anda yang tahu? hanya Allahlah yang
tau....
jadi jangan terlalu cepat menjustifikasi niat baik
orang.....
jangan mengharamkan apa-apa yang telah dihalakan Allah....
kalo
bahaso awak e, jan cime-eh-an sunnah rasul dan orang yang
menjalankan sunnah
itu, murka Allah beko....ba gak ati?
++Da++ Tampaknya
semua setuju kok, yang berbeda adalah: "apa itu suatu keharusan, boleh atau
boleh bila sangat diperlukan atau malah hanya disaat emergency". Janganalah kita
terbisa mencari perbedaan yang kadang perbedaan itu, kecil tapi membuat kita
basisalak.
<<Yes>> bisa jadi ada netter di sini yang berpoligami,
tapi hanya Allah yang
tahu apa niatnya.....jangan pernah menakar niat orang,
baik itu buruk
ataupun baik....
++Da++ Tapi juga
ingat apakah takaranmu sama dengan takaran diseblahmu itu?
<<Yes>> yang perlu kita tanamkan adalah berpikir positif
terhadap apa
saja.....apa lagi ini menyangkut sunnah.....
++Da++ Ikolah
nan sabananyo, aku setuju.
<<Yes>> Allah tentu lebih tau, kenapa Ia menghalalkan
sesuatu yang tidak
disukai menusia.....tapi manusia tidak akan pernah tau
sesuatu yang
menjadi rahasia Allah......
namun demikian, saya tidak
setuju seorang laki-laki yang sholeh
menikahi pelacur!!! karena kata Allah,
laki-laki yang baik adalah
untuk yang baik, pezina untuk pezina.....masih
banyak wanita sholeh
apa lagi di rantaau net ini, saya yakin....banyak gadih
nan sholehah
di milih wah ko.....:)
++Da++ Disini
pemrasaran memilih karena azas manfaat, lebih besar manfaatnya menyalamatkan
orang hina, dari pada menuai padi nan boneh dan masak. Katanya mencontoh
nabi, hampir semua istri nabi adalah bermsalah, nabi menikahi mereka untuk
meniadakan masalahnya (CMIIW)
<<Yes>> Tanggung jawab laki-lakilah yang melindungi
wanita, kenapa ayah tidak
bertanggung jawab terhadap anaknya?, kenapa suami
tidak menafkahi
istrinya, sehigga ia melacurkan dirinya? padahal wanita
diciptakan
dari tulangggg rusuk laki-laki, dekat dennga hatinya
untuk
dicintainya, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya.....
masalah
ini tentu lain lagi BABnya......
++Da++ Muslim
itu seperti badan, kalau satu bagian yang lain sakit maka yang lain turut
terganggu(merasakannya). Jika ada sesuatu dimasyarakat, maka kita ikut
bertanggungjawab, mungkin kadarnya yang beda. Jangan seenak e dewe. Siapa bapak
itu? Siapa suami itu? Pakah dia suami yang tergoda karena dibolehkan
berpoligami? dst.
<<Yes>> kenapa Anda mengatakan saya tidak rela dimadu
padahal saya belum
dimadu? Allah yang lebih tau isi hati saya.....Allah
pulalah yang
mengatur jalan hidup saya, bukan siapa-siapa, termsuk diri
saya
sendiri, saya tidak pernah tau apa yang akan terjadi pada diri
saya.
tapi saya berharap, jalan hidup saya adalah jalan para nabi,
yang
penuh onak dan duri....dunia bukan kecintaannya, hidup mulia di
bawah
naungan islam, atau mati syahid itu citaa-citanya.....(ya
Allah
kabulkanlah....).
++Da++ It's
yours. Mine? Theirs?
<<Yes>> kenapa mengatakan mubazir, pernikahan seorang
muslim yang taat dengna
muslimah yang taat? rasul kita berpesan, jika ingin
menikah, ada
empat pilihan, kecantikannya, keturunannya, hartanya, dan
agamanya.
kata rasul, pilihlah agamanya, niscaya engkau akan selamat.....
++Da++ Dilhat
dari kaca mata manfaat, bolehkan si pemrasaran pakai kaca mata lain? Sekarang
pertanyaan, bagaimana kalau niat pernikahan untuk mengislamkan? sran maka
malin.
<<Yes>> tapi tidak ada salahnya jika kita mendapatkan
empat-
empatnya....subhanallah kalo kita menemukan sosok seperti ini.....
++Da++ Kalau
diazas manfaat mah, ini namanya rakus. Apa ini adil, buat kita yang baik-baik
saja, yang jelek buat orang lain.
<<Yes>> saya hanya membuka sebuah wacana, terima kasih
atas tanggapannya....
++Da++ Kamu
telah berhasil, tapi jangan salahkan orang pakai kaca mata kuda .......... eh
salah kaca mata yang lain dengan kaca matamu.
<<Yes>> walahualam bis showab.....
hanya pada
Allahlah kita berlindung.....dari kekerdilan jiwa kita...
yesi elsandra
(ANak DEsa Saning BAar = ANDESBA)
++Da++ Maaf dan maaf kalau slah dan kepanjangan juga
Wassl. WW
St.P
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
