Assalmua'laikum wr wb.,

Banyak tanggapan atas kejadian "Sungai Tanang" ini.

Sebagai tambahan diskusi/data, dulu ketika PLTA Antokan, Tanjung Raya 
dibangun untuk membangkit tenaga listrik untuk kota-kota selain Maninjau. 
Penduduk disekeliling danau Maninjau itu tidak mendapatkan secercah listrik 
pada awalnya. Sekarang, setelah diperjuangkan konon sudah dapat sedikit 
nimat hasil PLTA itu sendiri walau dalam voltase yang sangat rendah. 
Sehingga listrik disana saya lihat ditahun 1996 seakan 'hidup segan mati tak 
mau'. Tapi, minimum, ada.

Poin yg saya utarakan adalah, akibat arogansi penguasa lama yang kurang 
sensitif terhadap hukum, hak orang lain,darimana sumber didapat dan tenggang 
rasa yang sering terlupakan telah membuat banyak orang bertindak keras. 
Karena selama ini mereka tidak diperhatikan secara layak.

Jadi, yang gaya terjadi di Sungai Tanang itu mungkin saja akibat dari 
ketidak percayaan - trauma masa lalu, bukan kerna ingin memecah persatuan 
dan kesatuan. Mereka hanya ingin menuntut hak. Pepatah Arab mengatakan: "haq 
itu harus dituntut, tidak bisa ditunggu saja".

Sampai keadilan tegak secara adil, dijalan secara adil dan dipertahankan 
secara adil, kekerasan semacam ini mungkin akan terus terjadi.

wassalam,

firdaus









>From: <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [RantauNet] DAN DI BUKITTINGGI ORANG BEBERAPA HARI TIDAK BISA 
>MANDI
>Date: Wed, 3 Jan 2001 11:25:18 GMT
>
>Assalamu Alaikum WW.
>Saya orang baru di lingkungan ini, jadi sebelumnya mohon ma'af bila saya 
>telah
>lancang ikut memberikan response dari berita ini.
>Lepas membaca berita, satu yang menjadi pertanyaan saya. Mengapa orang
>Sungaitanang tega berbuat seperti itu ?. Terlepas bahwa Nenek dan Saudara-
>saudara saya tinggal di Bukit Tinggi, namun agaknya azas kebersamaan dan 
>gotong
>royong telah mulai bergeser dari tempatnya.
>Namun kalau boleh saya mengingatkan agar tidak dulu curiga dengan apa yang
>terlihat, mungkin baiknya kita juga melihat apa yang jadi penyebab. 
>Sehingga
>persatuan kita tidak akan terpecah-pecah karena belakangan ini banyak 
>sekali
>orang yang berniat memecah belah kita, menggoyang persatuan kita agar
>Pembangunan Indonesia berjalan lambat.
>Sampai saat ini kita adalah pasar potensial bagi negara-negara maju, namun 
>kita
>mempunyai potensi yang sangat besar untuk maju, dengan sumber daya alam 
>yang
>kita punya serta sumber daya manusia yang tak kalah banyaknya.
>Semoga kejadian ini tidak menimbulkan prasangka buruk kepada 
>Saudara-saudara
>kita di Sungaitanang, serta mencari hal lain yang mungkin menjadi penyebab 
>dari
>kejadian ini. Entah mungkin diranah mereka amatlah kekurangan dan mereka 
>merasa
>berjuang sendirian, atau mungkin ada orang lain yang ingin melihat 
>persatuan
>kita terpecah belah.
>Saya aktif dalam kegiatan organisasi perburuhan/pekerja.
>Dulu ketika ORBA sulit sekali buruh/pekerja mendapat tanggapan atau angin 
>baik
>dari pemerintah apalagi pengusaha. Namun sejak Habibie memimpin negara ini
>hingga sekarang dikala rantai belenggu itu dilepas banyak sekali organisasi
>pekerja berdiri. Masing-masing membanggakan bendera organisasinya serta
>Federasi yang menaunginya.
>Apa yang berhasil dicapai oleh buruh ? Waktu Presiden serta memberikan 
>peluang
>untuk guna meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia, yang terjadi 
>adalah
>perdebatan yang berkepanjangan sehingga hasil yang dicapai tidak mencapai
>target bahkan masih jauh dari hal yang mungkin di capai.
>UUD'45 sudah bagus mengatur bahwa Bumi, Air serta kekayaan alam adalah 
>milik
>Negara. Namun agaknya kembali ke soal penerapannya di lapangan yang perlu
>mendapat perhatian banyak pihak.
>Semoga kejadian ini tidak terulang, serta latar belakang dari ini semua 
>adalah
>murni dari kebutuhan dan ketidak mampuan bukan karena ada "pemain lain" 
>yang
>mencoba bermain-main dengan persatuan ranah minang.
>Terima kasih.
>
>Wassalam,
>2112
>
>
> > Tanggal 1 Januari 2001 atawa Big Bang tinggal 3 hari lagi. MBM Tempo 25
> > Desember---7 Januari 2001 melaporkan beberapa kegemparan yang terjadi
> > sebelum Big Bang. Salah satu di antaranya ialah yang sangat mengusik
> > perasaanku ialah mengenai kisah di Bukittinggi yang orang beberapa hari
> > tidak bisa mandi; karena gawatnya itu urusan dan terjadinya di Propinsi
> > yang �katanya� paling siap melaksanakan desentralisasi dan otonomi
> > daerah---yang kebetulan tanah tempat kelahiranku: Sumatera Barat.
> > Tambahan lagi, belum kering tinta printerku mencetak postingku yang
> > mengutip pendapat Pak Cahyana mengenai tantangan dalam pelaksanaan Otda
> > yang berasal dari UU No. 22/99 (Big Bang Tinggal 7 Hari Lagi), yang
> > salah satu di antaranya: �Terdapat ketentuan yang memungkinkan munculnya
> > pengertian yang dapat mendorong egoisme kedaerahan�
> >
> > Apa pasal? Mengutip Tempo:
> >
> >      �Sembilan puluh ribu warga Bukittinggi panik. Keran ledeng di
> >      rumah mereka tak setetespun mengeluarkan air. Juga di hotel,
> >      restoran, masjid, bahkan di kediaman wali kota. Kakus mereka
> >      menebar bau busuk. Orang tidak bisa mandi�..dst.
> >
> >      Selama dua hari, 4-5 April silam, warga Sungaitanang di
> >      Kabupaten Agam (di sebelah Bukittinggi) membendung aliran
> >      Sungaitanang yang memasok air untuk Bukittinggi. Warga nekat
> >      setelah tuntutan mereka mendapat pembagian keuntungan dari
> >      PDAM Bukittinggi tak digubris. �Bukittinggi menikmati dan
> >      mengambil untung dari air kami, sementara kami yang punya air
> >      tidak mendapat apa-apa,� kata Arlis, pemuka masyarakat
> >      Sungaitanang. �Sabotase� akhirnya membuahkan hasil. Pihak PDAM
> >      sepakat membagi 5 persen laba, sekitar Rp 5 juta, tiap
> >      bulannya.�
> >
> > Mengapa saya mengatakan bahwa kegemparan tersebut masalah yang
> > gawat?.Air adalah kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya yang
> > sangat mendasar untuk dapat hidup dan eksis. Anatomi manusia sendiri
> > menunjukkan bahwa 90% tubuh manusia terdiri dari cairan. Karena itu air
> > merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan perkembangan
> > peradaban manusia di muka bumi ini. Seorang manusia dapat hidup
> > berhari-hari tanpa makanan, namun tanpa air, dalam satu dua hari saja
> > kesehatan dan kehidupannya akan terancam. Karena itu pula air yang
> > tercemar oleh kuman penyakit dan polutan lainnya bisa mengancam
> > kesehatan dan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, itu masyarakat harus
> > menggunakan air bersih yang memenuhi syarat-syarat kesehatan, yang di
> > INA diserahkan kepada PDAM-PDAM untuk menyediakannya.
> >
> > (Saya pernah bercerita tentang muntaber yang melanda Pontianak dalam
> > kemarau panjang Tahun 1991, karena PDAM tidak bisa berproduksi sebab
> > intrusi air laut sudah mencapai intake utama air baku PDAM).
> >
> > Dalam kasus Bukittinggi ada dua hal pokok: (1) Keinginan warga
> > Sungaitanang untuk memperoleh profit sharing; dan (2) Cara mereka
> > memaksakan kehendaknya.
> >
> > Mengenai yang pertama, keinginan warga Sungaitanang untuk memperoleh
> > profit sharing, walaupun kelihatannya wajar, namun susah mencari
> > landasan hukumnya, karena PDAM Bukittinggi mengambil air baku di sana
> > berdasarkan SIPA (Surat Izin Pengambilan Air) yang dikeluarkan oleh
> > Pemkab Agam, untuk mana PDAM sudah membayar retribusi sesuai dengan
> > ketentuan yang berlaku. Selain itu, mata air tersebut juga sulit untuk
> > dikatakan �milik� warga Sungaitanang, karena merupakan sistem yang
> > mencakup daerah tangkapan air hujan (catchment area) yang letaknya
> > hampir dipastikan berada di luar wilayah administrasi warga
> > Sungaitanang. Selain itu laba PDAM mestinya tidak untuk semata-mata
> > untuk dibagi sini dan dibagi sana, karena PDAM harus senantiasa
> > meningkatkan kapasitas dan jangkauan pelayanannya untuk memenuhi
> > peningkatan kebutuhan air sebagai akibat pertambahan penduduk,
> > peningkatan taraf hidup dan perkembangan ekonomi. Dan investasi yang
> > diperlukan penambahan kapasitas, perluasan dan rehabilitasi perpipan,
> > peningkatan SDM memerlukan jumlahnya cukup besar. Dengan kata lain PDAM
> > bukan sapi perahan yang dapat diperlakukan secara tidak semena-mena.
> >
> > Namun karena masalah legal bukan satu-satunya pemecahan masalah,
> > Pemerintah sebenarnya sudah lama mendorong agar PDAM Kota dan Kabupaten
> > yang menjadi hinterlandnya melakukan merger. Banyak manfaat yang bisa
> > diperoleh dari merger ini. Pertama pengoperasian menjadi lebih efisien
> > dan berlaba karena mencapai skala ekonomis. Kedua, kalau masih terpisah
> > seperti pada waktu ini, sukar bagi PDAM Kabupaten untuk secara efektif
> > dan efisien melayani penduduknya yang berada di lingkaran luar Kota yang
> > bersangkutan, padahal kawasan tersebut biasanya salah satu kawasan yang
> > pertumbuhannya cepat sebagai pengaruh pertumbuhan kota yang
> > bersangkutan.
> >
> > Namun untuk hal yang kedua, sebagai kelompok yang ---meminjam istilah Bu
> > Samil---- merasa berbasis pada keilmuan, berbasis pada rasa
> > objektivitas, mengingat air adalah merupakan kebutuhan manusia yang
> > sangat esensial, sukar bagi saya untuk tidak mengatakan, bahwa cara
> > warga Sungaitanang memaksakan kehendaknya tidak saja bertentangan dengan
> > moral, tetapi juga merupakan tindakan kriminal. Kepada musuhpun,
> > tindakan tersebut tidak pantas dilakukan. Padahal warga Kota Bukittinggi
> > bukan musuh warga Sungaitanang. Israel dan Palestina boleh bermusuhan
> > dan berbunuh-bunuhan, namun dalam pengembangan sumber air mereka bekerja
> > sama (!).
> >
> > Dan kalau kasus ini ditiru oleh masyarakat atau Pemda di
> > kabupaten-kabupaten lain yang merasa sumber air adalah milik
> > mereka---dan tanda-tanda ke arah itu sudah ada----maka ini adalah salah
> > satu cara bangsa ini untuk melakukan bunuh diri, atas nama
> > desentralisasi dan otonomi daerah.
> >
> > Dan jarum jam tetap berputar, dan Tanggal 1 Januari 2001 saat
> > digulirkannya desentralisasi dan otonomi daerah  tinggal  3 hari lagi
> >
> > Mudah-mudahan cara berfikirku salah atau saya terlalu mendramatisasi
> > masalah.
> >
> > P.S. Naskah asli disiapkan dengan beberapa perbedaan kecil dan diposkan
> > ke Milis Desentralisasi tanggal 29/12/00 dengan judul: �Big Bang tinggal
> > 3 hari lagi�
> >
> > Wassalam, Darwin Bahar
> >
> > Catatan: Menurut sahabat saya Gogh Yudihanto, M Eng Sc, pakar teknologi
> > lingkungan dari ITS Surabaya, pada salah satu tulisannya untuk Lembaga
> > tempatku bekerja waktu ini: �Catchment area merupakan daerah atau
> > kawasan tempat      mengalirnya aliran air untuk menuju suatu tempat
> > baik itu berupa sungai (stream) atau mata air. Untuk sungai atau air
> > permukaan aliran air akan terus berada di permukaan tanah. Sedangkan
> > untuk mata air aliran akan melewati bagian bawah tanah yang disebut
> > aquifer. Aliran ini akan muncul ke luar permukaan tanah jika garis
> > hidraulisnya memotong permukaan tanah, dan pada lokasi tersebut terdapat
> > rekahan batuan�.
> >
> >
> > RantauNet http://www.rantaunet.com
> > =================================================
> > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
> >
> > Atau kirimkan email
> > Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
> > Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> > - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
> > - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
> > Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> > =================================================
> > WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
> > adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
> > =================================================
> >
>
>
>
>
>---------------------------------------------
>This message was sent using WEBS88 Mail.
>http://mail.web88888.com/
>
>
>
>RantauNet http://www.rantaunet.com
>=================================================
>Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
>http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
>Atau kirimkan email
>Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
>Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
>- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
>- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
>Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
>=================================================
>WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
>adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
>=================================================

_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

Atau kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke