Assalamualaikum Wr.Wb.

Saudara Indra Piliang:

Memang menurut pengamatan saya sendiri memang begitu
adanya Indonesia sekarang ini,benar-benar berada di
jurang kehancuran sedikit-demi sedikit.Krisis yang
bermulai semenjak 1997(meskipun mungkin sebelumnya
telah krisis juga),namun yang nampak nyata adalah
semenjak tahun 1997,itu.sampai sekarang.

Dahulu,ada para pengamat Politik mengatakan bahwa
krisis yang terjadi di Indonesia ini hanya
bertahan,sekitar 2-3 tahun saja,setelah itu keadaan
aman kembali,pulih seperti sedia kala.
Bapak Soeharto lengser,Pak Habibie,yang sebenarnya
cukup inteligent hanya punya kekurangan
sedikit,diganti dgn Gusdur,yang malah keadaan
dimasanya menambahkan kemorat-maritan suasana terutama
Ekonomi,Dollar yang diperkirakan akan turun setelah
Gusdur naik jadi presiden,karena sebelumnya pernah
mencapai 17.000/dollar,dimasa Gusdur,kalau saya tidak
salah,berkisar diantara 10-13.000/perdollar.Berarti
tidak begitu jauh beda.

Suasana berkecamuk lagi,tatkala,awal pemerintahan
Megawati,memang Dollar sempat turun sampai
7000/dollar,atau 8000.Namun itu hanya sebentar
saja.Setelah Peristiwa 11 September di AS,Dollar
mencuat lagi.Maka banyak Issu-issu,yang menghancurkan
yang membuat semakin terperosoknya,
Ekonomi,kemana,Budaya,dllnya di Indonesia.Dollar kini
rata-rata berkisar antaa 9-10.000/dollar.Ngak ada
turun-turun lagi semenjak peristiwa 11 September itu.

Naiknya Dollar,ditambah bencana Alam yang terjadi di
Indonesia,Banjir di
Medan,Padang,Jakarta,dllnya,menambah Indonesia semakin
terendam kehancuran.Kemerosotan Moral,permusuhan
antara etnis Agama,Pengangguran,semakin
meningkat,semua ini karena krisis yang melanda
Indonesia semakin jadi-jadi.ditambah masuknya pihak
ketiga dari negara
Singapore,Amerika,Australia,dllnya,yang memperkeruh
suasana itu

Pertentangan para elit politik yang tak
berkesudahan,Bertentangan melulu sepertinya kerja
mereka,para pejabat-pejabat itu.mereka tak memikirkan
akibat pertentangan tsb,membawa dampak negatif bagi
Rakyat Indonesia.Semua merasa diri dan kelompoknya lah
yang benar.kalau sudah pegang
jabatan,Sombong,..Egois...KKN...tetap masih berurat
akar didalam jiwanya.Mental Pejabat
Indonesia(Sebagiannya,ngak seluruhnya)adalah mental
kerupuk.Kerja buat kepentingan pribadi,dan
keluarganya.Bukan Untuk rakyat secara keseluruhan.

Apa yang harus kita lakukan sekarang..?

Banyak..banyak sekali tugas yang kita emban sekarang
ini.Terutama dikau..wahai Kaum pemuda...para
Mahasiswa,..Para
Ibu,ibu...Mahasiswi...Bapak,bapak...Dan
anak-anak...semuanya saat sekarang harus
berkiprah,jangan diam berpangku tangan.Jalankan tugas
yang ada ditanganmu iu dgn Ke Ikhlasan yang
dalam....Jangan bermalas lagi...Bagi para
pejabat,..seharusnya ia lebih dapat menahan diri dari
bermewah-mewah,sementara rakyat
jelata,kelaparan,..Rumah yang tergusur,..harus ada
solusinya.Yang jelas,masing-masing bidang harus
menjalankan tugasnya sebaik-baiknya,..dan demi utk
kepentingan Bangsa Indonesia.Tinggalkan kebiasaan
bersikap malas,dan Egois itu...bekerjalah utk
kepentingan masyarakatmu.

Mulailah perombakan itu dari diri kita
sendiri,..keluarga kita,...hindari Korupsi,Perkuat
pertahanan sikap keagamaanmu,Kamu wahai para
istri,janganlah banyak menuntut lagi pada suamimu itu
! "Agama" yang kuatkarena tanpa itu kita akan
pincang.Tanpa Iman yang teguh,rasa kebersamaan yang
tinggi,rasa persaudaraan,serta merasakan penderitaan
orang lain,serta masih banyak....lagi yang harus
dibenahi.Yang jelas mulai dari diri sendiri,bekerjalah
dgn baik,sesuai dgn tugas masing-masing.

Demikian dulu dari saya(Cairo 28-03-02,Rahimarahim)
--- Indra Piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pengamatan Prof. Rotberg ini menakutkan kita,
> mestinya. Indonesia termasuk dari sekitar 42 negara
> yang menuju negara yang "gagal". Indikator negara
> yang gagal yang disebutkan Rotberg (....cenderung
> menghadapi konflik yang berkelanjutan, tidak aman,
> kekerasan komunal maupun kekerasan negara sangat
> tinggi, permusuhan karena etnik, agama, ataupun
> bahasa, teror, jalan-jalan atau infrastruktur fisik
> lainnya dibiarkan rusak) sudah banyak tampak di
> Indonesia. Bahkan lebih banyak yang belum
> disebutkan, seperti separatisme, institusionalisasi
> politik yang merambat pelan bahkan (menurut diskusi
> saya semalam bersama narasumber Bima Arya dari CPPS
> Paramadina di Jakarta News FM) berjalan
> mundur/membelakang, permisifisme kalangan
> penyelanggara negara, ketiadaan platform perjuangan
> sebagai konsensus bersama di berbagai kalangan
> (partai-partai politik, penyelenggara negara, civil
> society, atau juga pers), ketidakjelasan penegakkan
> hukum, standar penegakkan HAM yang gagap,
> partisipasi politik yang rendah dan irrasional, etc.
> 
> 
> Adakah yang bisa kita lakukan, wahai kawan?
> 
> ijp
> 
> ==========
> 
> Kompas>Kamis, 28 Maret 2002 
> 
> Indonesia dalam Zona Bahaya ke Arah Negara yang
> "Gagal"
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Movies - coverage of the 74th Academy Awards�
http://movies.yahoo.com/

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke