Assalamualaikum Wr.Wb. Satu kata untuk Rahima, anda sangat arif, dan itulah yang sangat diharapkan masyarakat nusantara ini dari orang Minang (maaf bukan GR = gede rumongso, kata orang Jawa), ini bukan pendapat saya tapi betul betul pendapat dari rekan-rekan intelektual dari suku lain. Semoga kearifan seperti ini kembali berkembang di Minang dan di rantau. Ahh, saya jadi teringat mr. esterance labeh, balik dong ke palanta untuk meneruskan wacana kita, apalagi sanak Darwin Bahar sudah bersedih hati melihat situasi di Bukiktinggi (Pernik-Pernik Desotda: PP 84/1999 Itu, Sakit Serasa Kan Membunuh), dan Panggugek masuklah kembali dengan nama lain karena nama anda telah diharamkan oleh manusia yang berkuasa, what is a name? maaf kalau menyitir syakes peare nan urang inggirih tu.
Nan elok dipakai, nan buruak dibuang. Tukang nan indak mambuang kayu, nan bungkuak kasingka bajak, nan luruih katangkai sapu, nan satampok kapapan tuai. Wassalam, SBN -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of rahim rahima Sent: Saturday, March 30, 2002 3:19 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [RantauNet] Negara yang "Gagal" karena SI? Assalamualaikum Wr.Wb. Bagus sekali komentar dari saudara Basri Hasan,hanya ada yang akan saya tambahkan: Petama : Indonesia tidak perlu harus sibuk-sibuk menyuarakan,"Dirikan Syariat Islaa...mm!!"Dgn Demo yang berketerusan utk itu.Menurut saya,Syariat Islam itu,tak perlu harus disorak-sorakkan. "LAKSANAKAN SAJA,SYARIAT ISLAM,ITU LAKUKAN SEGALA AJARAN-AJARANNYA,TINGGALKAN LARANGANNYA BAGI SAYA ITU SUDAH CUKUP MENDIRIKAN AJARAN DAN SYARIAT ISLAM" Mengapa saya katakan begitu.Buat apa Islam dituliskan dan diumumkan hanya dgn beberapa lembar kertas."Indonesia adalah negara Islam".Orangnya saja Amburadul.(Tapi sebagian...jgn khawatir masih ada yang menjalankan Islam dgn sebaik-baiknya,cuma kwantitas,dan kapasitasnya saja yang sangat sedikit) Memulai itu memang berat,terutama bila memulainya dari diri sendiri,tapi,bila telah dimulai yang berat itu akan terasa ringan, dgn sikap optimis dan keyakinan yang pasti,saya rasa,masih bisa.Selagi ada rasa Optimisme,maka harapanpun masih ada.Keputus asaanpun sirna.saya masih tetap optimis.Putus asa itu tidak boleh dalam Agama Islam"Jangan kamu putus asa akan Rahmat Allah"(Qur'an). Kita memang tidak boleh melupakan apa yang namanya "SEJARAH",Karena kita hidup tak pernah lepas dari sejarah,dan memulai hiduppun dari Sejarah.Ingat kita Ummat Islam,mulai berjalan,semenjak Sejarah Rasulullah Dan Para Sahabat Ra,memulai Hijrah ke Medinah.Nah Mulai Hijrah itu juga namanya sejarah.Jadi Sejarah,tak boleh dilupakan begitu saja,Utk membangun Ummat yang Madani. Cara memulai dari diri sendiri itu saya rasa cukup gampang.Pertebal Iman,perkuat keyakinan pada Allah,bahwa segala Amalan kita sekecil apapun pasti akan dihisab,dan ada yang melihatnya.Kita mau macam-macam,korupsi..?bohong...?Munafik..?dllnya.Ingat saja,pasti ada Allah yang melihat.Itulah yang dinamakan "IHSAN",dalam Hadist Rasulullah. Wassalam(Rahimarahim) --- Basri Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum Wr.Wb. > -------------------- > Rahim Rahima menulis: > Saudara Indra Piliang: > Apa yang harus kita lakukan sekarang..? > -----deleted--------- > Mulailah perombakan itu dari diri kita > sendiri,..keluarga kita,...hindari Korupsi,Perkuat > pertahanan sikap keagamaanmu,Kamu wahai para > istri,janganlah banyak menuntut lagi pada suamimu > itu > ! "Agama" yang kuatkarena tanpa itu kita akan > pincang.Tanpa Iman yang teguh,rasa kebersamaan yang > tinggi,rasa persaudaraan,serta merasakan penderitaan > orang lain,serta masih banyak....lagi yang harus > dibenahi.Yang jelas mulai dari diri > sendiri,bekerjalah > dgn baik,sesuai dgn tugas masing-masing. > Demikian dulu dari saya(Cairo 28-03-02,Rahimarahim) > ---------------------------------------------------------- > Pendapat saya: > Semua sudah tahu bahwa merubah diri sendiri itu yang > paling > sulit dilakukan manusia, semua "agama" selalu > menganjurkan > manusia untuk merubah diri. Tapi secara sistemik > masyarakat, > non sense mengharapkan orang akan merubah diri, jadi > > harus ada sistem hukum yang pas untuk itu. Katanya > ada > syariah Islam, sayangnya nggak proven dalam sejarah > zaman sekarang ini. > ----------------------------------------------------------- > Dari Angku Nofendri menulis: > Hampir 99,99% yang mengaku ummat Islam tidak > mengerti syariah Islam > Tgl Kirim 12/11/2001 11:19:45 AM dari Suripto Achmad > Tohir > Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa > Ditakuti? > ----------------------------- > Maaf kalau boleh dikatakan hampir 99,99% secara > extreem termasuk para > ulamanya yang mengaku umat Islam diseluruh dunia > hampir tidak faham > betul tentang syariat Islam. > Kalau mereka faham betul tentang syariat Islam pasti > tidak akan > mempertentangkan atau mempermasalahkannya, sebab > mereka tahu bahwa > syariat Islam itu datang dari Sang Maha Pencipta > yang tentunya dengan > segala perhitunganNYa sangat sangat cocok kalau > diterapkan kepada > hamba hamba ciptaanNya. > Tetapi karena interest manusia yang sangat > berlebihan sehingga mereka > mengira dengan membuat aturan aturan mereka sendiri > mereka akan > berhasil, tetapi apa kenyataannya ? > Hampir hampir 99,99% yang mengaku yang mengaku umat > Islam diseluruh > dunia bermental korup, miskin dan bodoh. > --------------------------------------------------------------------- > Pendapat saya: > Artinya Islam itu gagal mencerdaskan ummatnya, > fakta, sebagai > muslim tidak perlu malu mengakui, agama lain, sama > saja. > --------------------------------------------------------------------- > --- Indra Piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pengamatan Prof. Rotberg ini menakutkan kita, > > mestinya. Indonesia termasuk dari sekitar 42 > negara > > yang menuju negara yang "gagal". Indikator negara > > yang gagal yang disebutkan Rotberg (....cenderung > > menghadapi konflik yang berkelanjutan, tidak aman, > > kekerasan komunal maupun kekerasan negara sangat > > tinggi, permusuhan karena etnik, agama, ataupun > > bahasa, teror, jalan-jalan atau infrastruktur > fisik > > lainnya dibiarkan rusak) sudah banyak tampak di > > Indonesia. Bahkan lebih banyak yang belum > > disebutkan, seperti separatisme, __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Greetings - send holiday greetings for Easter, Passover http://greetings.yahoo.com/ RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung =============================================== RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

