ambo satuju pulo....jaan gara-gara beda warna kito bacakak, jaan gara-gara
beda pikiran kito batangka...kini baa nan karancak untuak mambangun nagari
kito minang kabau....nan tacinto....
----- Original Message -----
From: Ojie Said <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, May 31, 2002 3:21 AM
Subject: Re: [RantauNet] Mohon Urpas dikeluarkan saja


> Assamua'laikum ww..
>
> Saya sangat setuju sekali dengan pendapat Sdr. Indra
> Pilliang...benar dalam hidup ini kita telah diciptakan
> oleh Allah Swt bermacam macam, ada putih dan hitam ,
> ada manis dan pahit, ada tinggi dan rendah
> dll...cobalah kita belajar untuk tidak marah dan
> berpikiran lapang, kalau ada orang lain yang tidak
> sependapat dengan kita.
>
> Jadi dengan cara mengeluarkan Upsa (siapapun namanya)
> itu tidak benar dan saya kurang setuju. Jadi sama
> dengan mengeksikusi seseorang...hanya karena berbeda
> pendapat?....Kalau seandainya di dunia nyata , dia
> akan dikeroyok rame rame..Allah SWT pun tidak sekejam
> itu. Kenapa kita tidak belajar untuk menerima
> perbedaan?...dunia itu justeru indah karena banyak
> warna warna....
>
> maaf..kalau ada kata kata saya yang tidak berkenan,
> karena saya bukan penulis yang baik seperti Sdr. IP,
> tetapi saya harus menyampaikan pendapat apa adanya.
> Dan saya bangga sebagai urang awak, karena belajar
> kelakar (Beda pendapat) dari kecil...:)
>
> wassalam...
>
>
> RP
>
>
>
> --- Indra Piliang <[EMAIL PROTECTED]> ote:
> > Beberapa waktu lalu, saya membeli buku hasil seminar
> > tentang Sumatera Barat di TIM, tahun lalu. Buku itu
> > saya hadiahkan kepada teman saya, Saldi Isra, yang
> > menjadi dosen FH Unand Padang dan penulis yang
> > produktif untuk persoalan amandemen konstitusi.
> >
> > Saya ingat sekali bagaimana Taufik Abdullah begitu
> > memburangsang. "Orang Minang kini terlalu suka
> > menepuk dada. Jarang yang suka mentertawakan diri.
> > Kalau dibaca karya-karya sastra tahun 1930-an, lihat
> > betapa begitu intensifnya urang Minang mentertawakan
> > diri. Semuanya ditertawakan, mulai dari Surau, Adat,
> > urang tua, semuanya."
> >
> > Saya juga ingat, betapa intensifnya polemik sesama
> > orang Minang di koran-koran, bahkan membahana sampai
> > Eropa. Bagaimana tajamnya polemik antara penjunjung
> > adat dengan penjunjung agama. bagaimana kencangnya
> > hinaan atas adat, juga atas Islam. Tapi toh,
> > semuanya berjalan baik, dan justru menghidupkan
> > dunia intelektual Minang.
> >
> > karakter dan pemikiran apa sih yang tak ada di
> > Minang? Sosialisme, komunisme, Islamisme,
> > nasionalisme, semuanya ada. Mulai filsafat sampai
> > teknik memanjatkan beruk ke kepala, eh, kelapa. Toh
> > tak terdengar adanya pengusiran yang memalukan. tak
> > terdengar adanya pembunuhan. bahkan hampir semuanya
> > menjadi pimpinan. Kenapa? karena ada kepercayaan,
> > bahwa inti keunggulan komparatif budaya Minang
> > adalah mengakui dan membiarkan adanya perbedaan.
> > "Saya tak setuju pendapat anda. Tapi saya akan
> > membela mati-matian hak anda untuk menyatakannya"
> > begitu kata Voltaire.
> >
> > Lihat juga bagaimana sengitnya polemik antara Agus
> > Salim dengan Radjiman Wediodiningrat, antara Tan
> > Malaka dengan Stalin, antara Natsir dengan Soekarno.
> > Semuanya hidup, semuanya bercahaya, semuanya
> > menggali pikiran-pikiran terdalam, baik dari masa
> > lalu atau untuk masa depan.
> >
> > Kalau teman-teman disini berlaku aniaya terhadap
> > orang lain yang mengeluarkan pendapatnya, di alam
> > maya, menggunakan teknologi bikinan orang-orang
> > Barat, ya sudah, silakan masuk ke jeruji besi
> > pikiran masing-masing. Silakan tafakur saja sendiri.
> > Untuk apa pula gunanya forum yang amat bagus ini.
> >
> > Saya kira si Upaih ini hanya bermain-main dengan
> > logika. Kalau si A boleh, kenapa si B tak boleh? Apa
> > bedanya? Anggap aja ini permainan, jangan terlalu
> > dimasukkan kedalam hati. kalau memang teman-teman
> > punya logika lain, ya, mainkan juga. "Oke, andai si
> > A adalah SiAmang, andai si B adalah siBeruk, boleh
> > saja Si A dan Si B kawin-mawin seenaknya. Karena siA
> > bukan siAmang, dan siB bukan siBeruk, makanya tak
> > bisa kawin-mawin seenaknya.
> >
> > Permainan logika ini bisa diteruskan. Karena siA
> > adalah siAmat, dan siB adalah siBudi, maka susah
> > dong mengawinkan siA dengan siB. Oke, seandainya
> > mereka kawin, maka tak ada yang namanya si Upaih.
> > Lha, gimana mungkin si Upaih ada, karena siA dan siB
> > tak punya alat-alat lengkap reproduksi. Silakan
> > teruskan.
> >
> > Masalah ini sudah terlalu sering dilontarkan. Saya
> > sering sedih memikirkannya. Koq berbeda pendapat tak
> > dibolehkan?
> >
> > Keroyok aja logika si Upaih, pasti dia kelabakan,
> > lalu mengangkat bendera putih.
> >
> > Kalau teman-teman tak suka logika si Upaih, saya
> > sebetulnya juga bisa mengajukan satu pertanyaan:
> >
> > Kenapa sih harus berdoa untuk kemenangan PS Semen
> > Padang? Apa lawan SP itu orang kafir? Apa seluruh
> > pemain SP itu orang Padang? Apa coba referensinya
> > dalam agama, sehingga harus membela permainan yang
> > tak ada di zaman Nabi. Kalau seluruh pemain dan
> > penonton di Senayan tak shalat Maghrib, karena
> > sering saya lihat pertandingannya pas Maghrib, apa
> > teman-teman turut menanggung dosanya? Ini logika
> > sederhana saja, kalau semuanya dihubungkan dengan
> > agama.
> >
> > ijp
> >
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
> http://fifaworldcup.yahoo.com
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ===============================================
>


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke