Assalamu'alaikum Wr..Wb
Uni evi maaf yo ni, Uni evi ini santiang panuh analisa yang kritis tapi kalou boleh ronal kasih tau (ronal yang masih harus banyak belajar ini) dan biar diskusi setiap postingan yang terjadi dirantaunet ini lebih punya adab dan penuh aturan yang jelas, Tolong kritisi yang disampaikan ke KTT RN jangan dibawa-bawa kerumah orang lain yah ni, Ronal melihat beberapa posting dari orang-orang yang ronal amati setiap melakukan analisa atau intinya (KTT RN salah) selalu di cc ke minangnet!! entah apa yang mou dicari padahal ronal lihat permasalah yang didiskusi tidak ada tuh diminangnet !! jadi tolong masalah rantaunet selesaikan dan diskusikan dirantaunet jangan tiba-tiba pas maki-maki dan pembenaran bahwa KTT RN yang notabene ada orang-orang yang duduk disana salah langsung di cc ke minangnet.
wassalam
Ronal Chandra
E ^!^ E <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sekarang kita reduksi ke dalam diskusi perjalanan adat. Bana itu berdiri dengan sendirinya artinya kita tidak bisa mengatakan bahwa mufakat yang dibuat oleh sekelompok orang baik dalam SU MPR, adat Minang maupun seperti yang dicontohkan KTT RN baru-baru ini akan menuju kepada bana, bana yang berdiri dengan sendirinya. Tidak. Bana menurut saya linear dengan motivasi dan persepsi saya dalam memandang sesuatu. Begitu pula dengan bana menurut orang lain, pasti linear dengan motivasi, persepsi dan pemahaman orang itu terhadap persoalan yang di hadapinya. Kalau mau lebih kritis sedikit, mufakat tak lebih dan tak kurang dari sebuah "kekerasan" dalam bentuk "terhormat" dalam memaksakan kehendak.
Do You Yahoo!?
Sign-up for Video Highlights of 2002 FIFA World Cup

