rarach...
Ko kelanjutan kaba dari pemurtadan kemaren, apo masih meragukannya???
----------------------------------------------------------------------------

Selidiki Isu Pemurtadan
*Sulthani: Hormati SKB Tiga Menteri
By padangekspres
Jumat, 25-Juli-2003, 01:36:12 WIB


Padang, Padek-Kakanwil Depag Provinsi Sumbar, Drs H Dalimi Abdullah SH,
meminta kepada umat Islam di daerah ini agar tetap bersabar dan jangan cepat
terpancing emosi menanggapi isu pemurtadan yang bernuansa SARA (Suku, Adat,
Ras dan Agama). Sebelum mengambil tindakan, hendaknya diselidiki dulu
kebenaran informasi yang diperoleh.


Imbauan tersebut disampaikan Dalimi Abdullah, sehubungan adanya pemberitaan
harian ini terbitan Rabu (23/7) lalu, di mana salah seorang siswa SMK di
Kota Padang, nyaris jadi korban pemurtadan."Teliti dulu, jangan cepat
memvonis penganut agama lain.

Kalau memang ada bukti-bukti yang menjurus pada pemaksaan agama, pelaku bisa
dilaporkan pada pihak yang berwajib. Sebab, perbuatan itu jelas bertentangan
dengan hukum dan melanggar hak azasi manusia," tegas Dalimi kepada wartawan
di ruang kerjanya, Kamis kemarin.

Menurut Dalimi, kalau memang ada seorang siswa pemeluk agama Islam yang mau
dimurtadkan (dikristenkan,red) secara paksa oleh orang yang tak dikenalnya
(OTK), tentu kebenaran informasinya masih meragukan.

Sebab, data-data maupun ciri-ciri pelakunya tidak mampu disebutkan korban
dengan jelas. Paling tidak, korban harus bisa mengingat ciri-ciri orangnya,
jenis kendaraan yang digunakannya termasuk warna mobil pelaku. Karena hal
itu menjadi barang bukti jika kasus tersebut berhasil diungkap pihak
berwajib.

"Kita harus tahu, negara kita ini negara hukum. Kalau tak ada bukti-bukti
yang bisa dipertanggungjawabkan, tentu kebenaran laporannya sulit
 dipercaya," paparnya.

Dalimi menilai, jika umat Islam terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa ada
bukti-bukti yang jelas, bisa saja umat Islam malah yang terjebak. Karena
dalam situasi seperti sekarang ini, kerusuhan massa mudah sekali terjadi
hanya gara-gara persoalan sepele. Apalagi yang berbau SARA.

"Jadi, kita harus hati-hati dan teliti sekali dalam menyikapi isu pemurtadan
yang katanya menimpa salah seorang siswa SMK di Kota Padang ini," harapnya.

Waspada

Sementara itu, Ketua Ikatan Mubaligh Kota Padang, Buya H Bagindo M Letter,
yang dimintai komentarnya soal isu pemurtadan tersebut mengaku setuju dengan
imbauan Kakanwil Depag agar jangan cepat terpancing emosi. Karena emosi
tidak akan menyelesaikan masalah, justeru malah menambah masalah.

"Oleh sebab itu, yang mesti dilakukan umat Islam saat ini adalah
meningkatkan kewaspadaan. Di samping terus menyelidik kebenaran informasi
isu pemurtadan tersebut," tukasnya.

Berjalan Sesuai Koridor

Sementara itu, asisten III Setdaprov Sumbar, Drs Sulthani Wirman mengimbau
kepada umat beragama di Sumbar agar tetap berjalan pada koridor yang telah
ditentukan dalam menyiarkan agamanya masing-masing, sebagaimana yang diatur
dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri (Menteri Agama, Menteri
Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan Nasional), yakni tidak boleh menyebarkan
agama kepada orang yang telah beragama.

Imbauan itu disampaikan Sulthani Wirman ditempat terpisah sekaitan dengan
munculnya kasus pemurtadan terhadap "SY", siswa SMKN I Padang oleh orang tak
dikenal (OTK) di Kelurahan Lubuk Lintah Kecamatan Kuranji. Namun demikian,
asisten yang membidangi urusan kesejah-teraan rakyat ini juga meminta kepada
umat Islam di Sumatera Barat agar jangan terpancing terhadap kasus
pemurtadan "SY" warga Tapanuli Selatan yang masih perlu dibuktikan
kebenarannya.

"Ini adalah masalah sensitif. Karena itu saya meminta kepada umat Islam di
Sumbar agar jangan cepat terpancing dengan munculnya kasus tersebut. Sebab,
kasus yang terjadi pada siswa SMKN I Lubuk Lintah tersebut menurut saya
masih perlu ditelusuri kebenarannya lebih lanjut. Jangan karena sesuatu hal
yang belum jelas, kita terjebak pada konflik agama yang lebih luas seperti
yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini," pintanya.

Untuk itu, Sulthani juga meminta kepada aparat keamanan agar segera
menelusuri kasus pemurtadan ini guna menyingkap kebenarannya. "Karena kasus
ini memiliki unsur kriminal, untuk itu mungkin pihak aparat keamanan bisa
membuka kasus ini dalam konteks tindak pidananya sebelum mengungkapkan
motivasi dibalik kasus tersebut. Apakah memang pemurtadan atau hanya tindak
kriminal biasa," ujarnya.

Munculnya kasus pemurtadan itu, ia berasumsi hal tersebut boleh jadi ada
kaitannya dengan 19 orang yang di-baligh-kan Senin (21/7) di Masjid Ulak
Karang. Terlepas bagaimana proses dan motivasinya 19 muallaf tersebut, tapi
ia menduga hal tersebut sedikit banyaknya bisa saja mempengaruhi tindakan
OTK itu terhadap "SY".

Beranjak dari kasus ini, Sulthani mengajak kepada umat beragama di Sumbar
agar saling mengokohkan aqidahnya masing-masing dalam rangka membentengi
diri dari pengaruh agama lain. "Mungkin inilah yang perlu dikokohkan dalam
diri setiap individu di Sumbar," ujarnya.(noa/nsr)



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke