Artinya pelaku penyekapan (kalau memang ada) belum ter tangkap
Salam
SBN

----- Original Message -----
From: "Nofendri T. Lare" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, July 25, 2003 3:18 PM
Subject: Selidiki Isu Pemurtadan--> Re: [RantauNet.Com] Pelajar SMK Nyaris
Jadi Korban Pemurtadan


> rarach...
> Ko kelanjutan kaba dari pemurtadan kemaren, apo masih meragukannya???
> --------------------------------------------------------------------------
--
>
> Selidiki Isu Pemurtadan
> *Sulthani: Hormati SKB Tiga Menteri
> By padangekspres
> Jumat, 25-Juli-2003, 01:36:12 WIB
>
>
> Padang, Padek-Kakanwil Depag Provinsi Sumbar, Drs H Dalimi Abdullah SH,
> meminta kepada umat Islam di daerah ini agar tetap bersabar dan jangan
cepat
> terpancing emosi menanggapi isu pemurtadan yang bernuansa SARA (Suku,
Adat,
> Ras dan Agama). Sebelum mengambil tindakan, hendaknya diselidiki dulu
> kebenaran informasi yang diperoleh.
>
>
> Imbauan tersebut disampaikan Dalimi Abdullah, sehubungan adanya
pemberitaan
> harian ini terbitan Rabu (23/7) lalu, di mana salah seorang siswa SMK di
> Kota Padang, nyaris jadi korban pemurtadan."Teliti dulu, jangan cepat
> memvonis penganut agama lain.
>
> Kalau memang ada bukti-bukti yang menjurus pada pemaksaan agama, pelaku
bisa
> dilaporkan pada pihak yang berwajib. Sebab, perbuatan itu jelas
bertentangan
> dengan hukum dan melanggar hak azasi manusia," tegas Dalimi kepada
wartawan
> di ruang kerjanya, Kamis kemarin.
>
> Menurut Dalimi, kalau memang ada seorang siswa pemeluk agama Islam yang
mau
> dimurtadkan (dikristenkan,red) secara paksa oleh orang yang tak dikenalnya
> (OTK), tentu kebenaran informasinya masih meragukan.
>
> Sebab, data-data maupun ciri-ciri pelakunya tidak mampu disebutkan korban
> dengan jelas. Paling tidak, korban harus bisa mengingat ciri-ciri
orangnya,
> jenis kendaraan yang digunakannya termasuk warna mobil pelaku. Karena hal
> itu menjadi barang bukti jika kasus tersebut berhasil diungkap pihak
> berwajib.
>
> "Kita harus tahu, negara kita ini negara hukum. Kalau tak ada bukti-bukti
> yang bisa dipertanggungjawabkan, tentu kebenaran laporannya sulit
>  dipercaya," paparnya.
>
> Dalimi menilai, jika umat Islam terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa
ada
> bukti-bukti yang jelas, bisa saja umat Islam malah yang terjebak. Karena
> dalam situasi seperti sekarang ini, kerusuhan massa mudah sekali terjadi
> hanya gara-gara persoalan sepele. Apalagi yang berbau SARA.
>
> "Jadi, kita harus hati-hati dan teliti sekali dalam menyikapi isu
pemurtadan
> yang katanya menimpa salah seorang siswa SMK di Kota Padang ini,"
harapnya.
>
> Waspada
>
> Sementara itu, Ketua Ikatan Mubaligh Kota Padang, Buya H Bagindo M Letter,
> yang dimintai komentarnya soal isu pemurtadan tersebut mengaku setuju
dengan
> imbauan Kakanwil Depag agar jangan cepat terpancing emosi. Karena emosi
> tidak akan menyelesaikan masalah, justeru malah menambah masalah.
>
> "Oleh sebab itu, yang mesti dilakukan umat Islam saat ini adalah
> meningkatkan kewaspadaan. Di samping terus menyelidik kebenaran informasi
> isu pemurtadan tersebut," tukasnya.
>
> Berjalan Sesuai Koridor
>
> Sementara itu, asisten III Setdaprov Sumbar, Drs Sulthani Wirman mengimbau
> kepada umat beragama di Sumbar agar tetap berjalan pada koridor yang telah
> ditentukan dalam menyiarkan agamanya masing-masing, sebagaimana yang
diatur
> dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri (Menteri Agama, Menteri
> Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan Nasional), yakni tidak boleh
menyebarkan
> agama kepada orang yang telah beragama.
>
> Imbauan itu disampaikan Sulthani Wirman ditempat terpisah sekaitan dengan
> munculnya kasus pemurtadan terhadap "SY", siswa SMKN I Padang oleh orang
tak
> dikenal (OTK) di Kelurahan Lubuk Lintah Kecamatan Kuranji. Namun demikian,
> asisten yang membidangi urusan kesejah-teraan rakyat ini juga meminta
kepada
> umat Islam di Sumatera Barat agar jangan terpancing terhadap kasus
> pemurtadan "SY" warga Tapanuli Selatan yang masih perlu dibuktikan
> kebenarannya.
>
> "Ini adalah masalah sensitif. Karena itu saya meminta kepada umat Islam di
> Sumbar agar jangan cepat terpancing dengan munculnya kasus tersebut.
Sebab,
> kasus yang terjadi pada siswa SMKN I Lubuk Lintah tersebut menurut saya
> masih perlu ditelusuri kebenarannya lebih lanjut. Jangan karena sesuatu
hal
> yang belum jelas, kita terjebak pada konflik agama yang lebih luas seperti
> yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini," pintanya.
>
> Untuk itu, Sulthani juga meminta kepada aparat keamanan agar segera
> menelusuri kasus pemurtadan ini guna menyingkap kebenarannya. "Karena
kasus
> ini memiliki unsur kriminal, untuk itu mungkin pihak aparat keamanan bisa
> membuka kasus ini dalam konteks tindak pidananya sebelum mengungkapkan
> motivasi dibalik kasus tersebut. Apakah memang pemurtadan atau hanya
tindak
> kriminal biasa," ujarnya.
>
> Munculnya kasus pemurtadan itu, ia berasumsi hal tersebut boleh jadi ada
> kaitannya dengan 19 orang yang di-baligh-kan Senin (21/7) di Masjid Ulak
> Karang. Terlepas bagaimana proses dan motivasinya 19 muallaf tersebut,
tapi
> ia menduga hal tersebut sedikit banyaknya bisa saja mempengaruhi tindakan
> OTK itu terhadap "SY".
>
> Beranjak dari kasus ini, Sulthani mengajak kepada umat beragama di Sumbar
> agar saling mengokohkan aqidahnya masing-masing dalam rangka membentengi
> diri dari pengaruh agama lain. "Mungkin inilah yang perlu dikokohkan dalam
> diri setiap individu di Sumbar," ujarnya.(noa/nsr)
>
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
> -----------------------------------------------
>
> Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
> http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
> ===============================================
>


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke