Yaaa...Hen mimpi boleh saja berani, tapi jangan membuat mak-mak takut dong. Kalau 
sejak TK dah sekola di rantau Pak Abrar sampai MBA-nya di rantau Uda DD, lah kapan 
ngumpulnya dengan kita, orang tua mereka? Kecuali Maknya ngikutin kemana seja si anak 
pergi kali, ya? Tapi bagaimana pula dengan sang bapak, kapan bapak bisa merangkul 
mereka? Berbeda dengan ibu yang bisa mencium kapan saja anak mereka, even mereka sudah 
punya pasangan sendiri, sang bapak punya keterbatasan waktu untuk bersentuhan fisik 
dengan anak-anaknya. Bujang saya yang mendekati umur 11 tahun saja akhir-akhir ini 
membuat bapaknya merasa tua.Setiap kali hendak dicium digerbang sekolah (kebiaaan yang 
sudah dijalankan sang bapak sejak di TK) akhir-akhir ini kasih syarat bahwa dia tidak 
mau dicium kalau ada teman-temannya. Kalau masih mau mengucap wish his luck menjelang 
sekolah sebaiknya dilakukan di rumah saja.Bapaknya bilang, "hehehe...aku lupa dia umur 
berapa sih?"

Dikamar tidur saya tergantung sebuah puisi cantik berbingkai cantik:

JIKA ANAK DIBESARKAN 

dengan celaan, ia belajar memaki
dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
dengan penghinaan, ia beljar menyesali diri
dengan toleransi, ia berlajar menahan diri
dengan dorongan, ia belajar percaya diri
dengan pujian, ia belajar menghargai orang lain
dengan keadilan dan kejujuran, ia belajar keadilan
dengan rasa aman, ia belajar untuk mempunyai keyakinan
dengan restu, ia belajar menyukai dirinya
dengan kasih saya dan persahabatan,
ia belajar menemukan CINTA dalam kehidupan.

By Dorothy Low Nolte
Children Learn What they Kive With

Untuk bapaknya Hafidz, selamat memasuki peran baru....


Salam,

--Gm

Maaf untuk mak Ban, masih belum masuk ke arena diskusi Minangkabau. Tapi hehehe...yang 
nulis kan orang Minang, masih ada relevansinya kan?


----- Original Message ----- 
From: "Hendra Messa" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, August 13, 2003 2:52 PM
Subject: Re: [RantauNet.Com] Besok Anakku...


Selamat Nal , lah mulai sakola anaknyo ( sabatuanyo
proses edukasi lah dimulai sejak bayi oleh ibunda
tercinta, "guru" pertama nya )

kahlil gibran berkata, "anak adalah bagaikan anak
panah yg melesat jauh , ke masa depan"

Jadi jangan lah sampai , ia mengulangi pula perputaran
jalan sejarah seperti ayahnya , karena kondisi telah
berubah , anak kita akan hidup dalam dunia baru yg
lain, karena itu ia harus mendapat bekal yg baru pula.

carut marut dunia pendidikan di Indonesia saat ini
bukanlah harga mati yg membuat kita menyerah , banyak
jalan baru yg lebih cerdik yg perlu kita telusuri, yg
perlu kita siapkan.

btw, kok ambo malah punyo mimpi lain, harus nya awak
via rantaunet ko, harus lah bisa globalisasi pula
dalam pendidikan , indak beres pendidikan di siko ,
pai lah ka luar negeri , indak ado pitih , urang awak
pasti pandai sajo mancari jalan nyo. ( baitu kecek mak
Ismal dulu , mengenai sejarah perantauan nya ke Canada
) 

Ambo bamimpi ( mudah mudahan bisa terwujud ) , awak
nan miskin ko, tapi anak awak bisa pai jauah , antah
ba'a caro nyo ;

sekolah TK di child care , tampek nyo mak Abrar di
Canbera Australia,

sekolah SD, Elementary school di tampek uni Rahima di
Cairo mesir.

sekolah SMP/SMA , high school di tampek ajo buyuang di
Marseiless

terus masuk kuliah university di Jepang , di tampeknyo
uda Edizal

dilanjutkan kuliah MBA di tampeknyo Datuak Dalu di
Amrik sinan.
( ambil studi kasus Minang Incorporation , yg mengapa
kok nggak muter muter juga , yg ternyata baru bisa
real implemented, setelah sekian tahun perintisannya
:-))

sasudah itu barulah pulang ka siko , taruih ka
kampuang nyo nan terpencil di palembayan, dusun
terpencil di tengah pebukitan di sebalik danau
maninjau-kabupaten Agam, untuk mulai merintis
agribisnis .... , terus dikawin kan yo "anak mamak",
supayo masih diakui sebagai orang minang dan dapat
gelar adat....

ha..ha..ha..ha.., mimpi di tangah hari , tapi masak
untuk mimpi sajo indak barani ?

HM





RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
==============================================

Kirim email ke