Assalamualaikum.Wr.Wb. Kita rasa akhi Hendra benar,edukasi anak sdh mulai sejak lahir lagi.Bgmn sang ibu saat mengandung bayi tsb,sikap perkataan dan perbuatannya,baik terhadap diri sendiri,suami dan masyarakatnya,akan mempengaruhi pertumbuhan anak kelak.
sang anak sebaiknya sewaktu mulai bisa bicara di ajarkan kata " Allah ".Walau secara fitrahnya didunia ini anak tsb sering mengucapkan kata2 " mama ". Stlh anak mulai beranjak umur 3-4 thn dibiasakan melihat,dan memperhatikan alam,apa yg ditanyanya diusahakan jawab dgn sejujur2nya oleh ortu,tanpa memberikan jawaban yg tdk benar.Lbh baik sang ibu menjawab " Tidak tahu ".Krn ini akan melatih anak bersikap jujur pd siapapun kelak bila dia tlh dewasa. Anak berumur 4 thn sdh bisa diajarkan bacaan2 Al Qur'an,Alfatihah,serta surat2 pendek lainnya,tanpa pemaksaan,di ajarkan sambil anak tsb bermain,atau lagi jalan2. Pd umur 4,thn 6 bln ,anak sdh mulai diajarkan huruf2 latin dan Arab,dgn cara susunan mainan berbentuk kotak2,puzzle2 huruf,dan juga huruf2 Arab,sbl di coba ia mengingat huruf2 tsb,tanpa melihat,dan mulai menulisnya. Anak seumur ini sdh bisa di ajarkan menulis,membaca latin,dan Arab,dgn penuh ketekunan oleh sang IBU SENDIRI,tanpa paksaan sedikitpun pd anak.Hrs pintar2 sang ibu mencari waktu utk itu,baik waktu utk anak tsb,ataupun waktu yg tersedia bagi si Ibu,apalagi bila sang ibu wanita karier yg bekerja,selain ibu RT. Anak seumur ini benar2 hrs di perhatikan sekali,krn anak sgt mudah menangkap dan mengikuti tingkah laku org dewasa.Baik itu perkataan ,ataupun perbuatan dr lingkungannya,terutama kedua ortunya,apalagi sang ibu sendiri yg lbh byk bersamanya. Jgn biarkan anak kita diasuh 100%,ataupun 65 %,atau juga 50%,oleh pembantu.Krn,bgmn pun sikap pembantu akan terbawa oleh anak,mau tak mau.krn pembantu lbh banyak bersama anak tsb.Itu sebabnya,bila benar2 sdh kepepet sekali hrs berpembantu,berikanlah pembantu itu hanya bertugas,mencuci piring,mencuci kain,membersihkan rumah.Selain itu,mendidik anak,memasak,usahakanlah sang Ibu sendiri yg melakukannya.Jangan sekali2 serahkan pd pembantu. Klu orang Mesir bilang," Dua hal bila hendak menjaga kelestarian RT oleh sang istri,agar suami tdk lari ke wanita lain.Yaitu urusan " perut dan anak ".Perut ada dua yg diisi, " diatas perut dan dibawah perut ",hendaknya wanita memperhatikan sekali masalah ini. Urusan Pendidikan anak,sebaiknya memang benar2 sang ibulah yg mengajarkannya tulis baca,baik itu huruf Arab,ataupun Latin,terutama lafaz2 huruf Al Qur'an,agar kelak bila dewasa lidah anak tsb tidak kaku,dan salah dlm pengucapan.begitupun dlm hal menulis.Tentu setiap ortu menginginkan tulisan anaknya rapi dan cantik,tdk semberawut kaya di cakar ayam,atau benang kusut.Semua ini bisa dilatih sblm anak masuk sekolah SD secara formal. Jgn kita terlalu byk mengharap dr guru di sekolah.Akan sgt jarang sekali guru2 di sekolah memperhatikan keindahan tulisan anak,serta lafaz2 yg tepat,dlm pengucapan Al Qur'an,begitupun membaca latin yg baik. Anak pd umur 5 thn setengah,kita kira sdh bisa membaca dgn baik,menulis dgn rapi,dan membaca Al Qur'an.serta berhitung tak ketinggalan,meski jumlahan hanya spi hitungan 10.Ini semua peran ibu sendiri yg melatihnya,bukan diharapkan dr org lain.Sehingga tatkala umur 5 thn setengah tsb,sang anak sdh bisa masuk SD. Umur 6 thn,target ortu anak sdh bisa membaca Al Qur'an dgn lancar,sekaligus hafalan2nya meski baru surah2 pendek,juga sdh bisa shalat dgn bacaan shalat yg tepat pengucapannya serta rukun2nya.Ini semua bukan di paksakan,tapi secara santai dilakukan oleh ortu terutama sang ibu yg lbh berperan dlm hal ini.Klu sdh spt ini,ketika anak sekolah ortu tdk perlu lagi repot2 mengajarkan anak tulis baca,tetapi perlu membimbing sang anak hanya utk mengerjakan PR nya saja.Dan ini akan sgt meringankan beban guru dan ortu itu sendiri. Bagaimana sang Ibu merealisasikan semua ini,bila sang ibu seorang wanita karier?? Sangat bisa sekali.Janganlah sang ibu menjadikan alasan kerja di luar rumah,utk tak dpt memperhatikan pendidikan anak.Ini sgt salah sekali.Bukankah tugas utama istri dan ibu adalah utk mengurus rumah tangga dan anak2nya?wanita bila memang mau jadi istri,jgn lari dr tugas ini.Ini sdh kodrat dr yang maha kuasa.Kita tdk bisa mengelak,tetapi harus di syukuri,krn ini semua adalah tugas yg sgt mulia,dan penuh ibadah,pahala,yg mengantarkan kita wanita utk masuk syorga dgn mudah. Bgmn sang Ibu membagi waktu dgn baik,antara kerja,suami,dan anak2,serta urusan rumah tangga? Pertama, Carilah kerja yg sesuai dgn kondisi kita sbg wanita.Kerja yg tdk memakan waktu spi sore,apalagi magrib spi di rumah.Naudzubillahi Mindzalik.Makanya menjadi seorang guru,dosen,tukang jahit,memasak, penulis,atau apa kek namanya,yg jelas,kerja yg tdk spi menghabiskan waktu kita.Bgmn pun anak itu amanah dr Allah utk kita dlm mendidiknya,sementara sang suami mencari nafkah,meski ngak kalah pentingnya suami juga berperan dlm pendidikan anak,tp sdh pasti ibu lbh byk berkecimpung dlm masalah ini. Ibu bisa bangun lebih awal,sblm suami dan anak2 bangun.Bisa bangun jam 3-5,sblm waktu subuh.Disamping bila waktu bangun lbh dahulu kita bisa membagi waktu kita utk beribadah khusus pd Allah,juga kita bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah sblm suami dan anak2 bangun,atau belajar,membaca,menulis,atau apa saja pekerjaan yg bermanfaat,masak,mencuci,siapin sarapan. Sblm anak2 berangkat sekolah,ada baiknya di tanya lagi pelajaran2 sekolahnya.Ini bagi anak yg sdh sekolah.Tp bila anak blm masuk SD,tugas si Ibulah yg mendidik anak2nya,mengajarkannya menulis,membaca.Krn waktu pagi adalah waktu yg sgt bagus utk belajar,krn disana isi otak,msh segar,blm di penuhi oleh bermacam2 apa saja dr luar. Klu pekerjaan rumah tadi blm selesai,msh bisa diselesaikan bila anak2 tlh berangkat sekolah.Stlh itu,barulah sang ibu berangkat kerja.Bila yg bekerja,tp bila tdk bekerja hanya ibu RT saja,jauh lebih enak lagi.Bisa santai.bangun ngak perlu jam 3-5.Cukup waktu azan subuh saja bangunnya ( klu memang mau,tp tetap lbh baik juga,kerja ngak kerja,bangun sblm subuh sgt baik,krn bisa shalat tahajjud ). Banyak yg bisa dikerjakan sang ibu,bila memang ia tidak bekerja di luar rumah.Dan lebih bisa lagi mengurus dan mendidik pendidikan anak2.Klu saja sang ibu sudahlah tidak bekerja di luar rumah,ngak pula bisa memperhatikan dan mengajarkan,serta mendidik anak2nya,baik segi ilmu,ataupun akhlaknya.wah..ini sdh wanita keterlaluan manja kayaknya. Sedangkan wanita karier,yg bekerja saja, msh bisa mengatur waktu antara kerja rumah,suami,anak2,dan kerja di kantornya,apalagi klu istri tsb,hanya berdiam di rumah.Ketrelaluan juga,klu anak2nya dan rumahnya ngak bisa diatur olehnya.Ngapain saja di rumah? Setelah kita dan anak2 pulang sekolah dan dr kerjaan kita,kita bisa berinteraksi dgn anak2,bisa bermain2,bercanda,sambil makan siang bersama,disanapun kita bisa menekankan akhlak dan sopan santun pd anak2 kita,serta mengajarkan mrk mandiri.Anak2 yg sdh sekolah,ngak ada salahnya kita ajarkan membantu pekerjaan rumah kita,spt menyapu,membereskan rumah yg mrk sendiri yg memberantakin,atau mengotorinya. Jgn spi lupa,anak di suruh makan,istirahat,juga tak lupa shalat tiap waktu.Bagi anak yg blm bisa bacaan shalat,kewajiban ibu jugalah yg mengajarkan anak tsb.caranya sgt gampang sekali.Kita shalat berjamaah,kemudian bacaan shalat kita baca keras2,meskipun itu waktu dhuhur,dan asar yg tdk perlu di zhaharkan bacaannya,tp demi agar anak bisa membaca bacaan shalat,cara yg sgt gampang yah,..salah satunya itu. Percaya atau tdk percaya,dlm waktu seminggu,anak akan bisa membaca bacaan shalat,,sekaligus rukun2nya.dgn Syarat,tiap lima waktu kita ajak berjamaah dgn cara spt tadi.Sehabis shalat anak kita ajarkan berdo'a,dan menyalami kita.Setelah itu silahkan anak2 mau bermain sesuka hati mrk,mau menonton,atau main komputer,play station,atau apa saja,namun tetap dlm pengawasan kita,apa yg mrk tonton tsb.dan kitapun bisa melakukan apa saja,pekerjaan rumah,belajar,membaca,atau berinternet ria. Setelah puas anak2 bermain,biarkan mrk istirahat dulu,mau tidur,atau apa saja.bisa juga mrk membaca2 buku2 bacaan anak2.Anak ngak baik di paksa2,nantik ia melakukan sesuatu itu krn terpaksa,dan bukan atas kemauannya sendiri.Sore hari stlh istirahat,dilatih anak mengerjakan PR,bila ada PR,atau belajar utk pelajaran esok harinya. Stlh magrib bersama,tugas sang ibu,atau ayah juga,bila sang ayah tlh pulang dr kantor.Utk mendengarkan Hafalan Qur'an anak,dan membimbing bacaan Qur'an sert atajudnya.Biasakan anak2 sehabis shalat Magrib membaca Al Qur'an,menghafal,dan belajar pelajaran mrk esok hari.Stlh itu,mau main,nonton,atau apa saja,biarkan mrk berfikir sendiri.Otak mrk akan jalan sendiri,mengerjakan apa saja. Dan jgn lupa membiasakan anak mengucapkan Bismillah,berdoa' bila mau makan,tidur,dlsbgnya,serta mengucapkan Alhamdulillah,serta ucapan terimakasih,klu diberi dan dibantu oleh siapa saja,meski itu dr ibu atau ayah sendiri,biasakan stlh diberi,dan dibantu itu mengucapkan " Makasih mama,makasih ayah ".Juga kata2 " Tolong mama,tolong ayah,tolong dek,kak,..dst..dst..". Pd akhirnya secara tdk langsung kita mengajarkan anak2 kita beradab dan bersikap baik,kelak bila bergaul dgn masyarakat dan teman2nya.Pandai berterimakasih,tdk menyakiti sesama,dan akan disenangi dimana saja ia berad,spi pun ia dewasa kelak.Pendidikan anak,memang berasal dr dalam rumah itu sendiri pd mulanya.Bila baik dr rumah,InsyaAllah anak di luar kan terbawa baik juga.Dan ini di mulai dr sejak kecil lagi. Klu mrk dewasa,kita tdk perlu terlalu repot2 lagi mendidik masalah spt ini,kecuali mengingatkan saja ,bila mrk lupa,atau terbawa arus teman2 disekolahnya.Yg terpenting sekali,kita sbg ortu tlh mempersiapkan mental anak ini utk jadi org baik,sejak dr dini lagi. Dalam masalah ini ,memang sgt penting sekali,bagi seorang lelaki mencari pendamping hidup yg benar2 baik,tahu agama,penyayang,dan tahu mendidik anak.wajar sajalah Rasulullah bersabda,Carilah istri yg penyayang dan dapat melahirkan anak,juga carilah istri itu di pandang dr segi agamanya. Juga carilah nasab nya yg dr keturunan org baik2.Segi ia pintar,kaya,cantik,mgkn itu utk nomor yg kesekiannya.Maha benar Allah berfirman: " Wanita hamba sahaya yg beriman lbh baik bagi kamu dr wanita musyrik dan ( wanita yg tdk beriman),meskipun wanita tsb sgt menakjubkan hatimu " " Boleh jadi yg kamu pandang baik,pd akhirnya ia tdk baik utkmu,dan bisa jadi yg kamu pandang jelek,malah ia lah yg terbaik utkmu." Jgn terbawa perasaan dan nafsu,tetapi ikutilah tuntunan agama,dlm mslh pemilihan jodoh ini.Krn ini merupakan mslh yg sakral sekali.Sebagai ortu,hendaklah kita sgt memperhatikan pergaulan anak2 kita.Jgn sampai anak kita menikah dgn yg lain agamanya.Naudzubillahi Mindzalik,walaupun sang lelaki akan masuk Islam katanya.ataupun sebaliknya. Tp spi dimanalah letak kekuatan agama yg di dpt stlh menikah itu,bila sdh disibukkan dgn urusan ekonomi,dan urusan RT yg lain.Sementara kita menginginkan keturunan2 kita dididik oleh wanita2 yg beriman,yg memang benar2 bisa membimbing anak2 kita ke jalan Allah.Semua ini demi menjaga diri dan keluarga kita dr api neraka. Bgmn pun mau tak mau,sdh ada cacat dlm RT kita,kita dpt istri,atau keluarga dr keluarga yg non Islam.Wallhua'lam,entah bisa jadi anak2,dan cucu kita,akan masuk ke agama non Islam itu,krn bgmn pun kita punya keluarga istri/suami yg saudara2,ortunya,serta lain2nya dr non Islam,itu tdk bisa kita pungkiri,bila kita tlh menikahi org yg non Islam,utk jadi pendamping hidup kita .Naudzubillahi mindzalik. Sebaiknya dr awal sekali,bila kita melihat gejala2 yg tdk baik ini,pd keluarga kita,cepat2 kita membalikkan arah,jauhkan dan hindari,serta tinggalkan semua itu.Pasti Allah akan menggantikan yg lbh baik lagi dr itu.Cinta dr perasaan bukan segala2nya.Tp cinta hendaklah berlandaskan krn Allah semata.Rugi dua kali kita.Rugi di dunia,rugi diakhirat.Ketimbang rugi kedua2nya,lbh baik diantisipasi dr sekarang. Semoga Kristenisasi tdk melanda keluarga kita.Dan jangan biarkan masalah ini berlanjut terus,tugas kita semua ummat Islam,utk mencegahnya.Jgn katakan itu urusan orang lain.Tp ini adalah urusan Ummat Islam. Masalah ini adalah masalah penting bagi kita semua ummat Islam,bukan hanya tugas ulama,dan pendakwah saja,tp tugas semua ummat Islam,mencegah dan menjaga kaum Muslimin dr marabahaya yg akan menimpanya kelak. Rasulullah bersabda. " Bukan dr kalangan kami bila ia tdk memperhatikan urusan Ummat islam ".Jgn kita hidup atas kesenangan diri kita sendiri.Dan jgn mau masuk Syorga sendiri.Tdk akan masuk syorga org yg tdk memperhatikan urusan ummat Muslimin lainnya. ( Hadist ) Wassalam.Cairo 17 agustus 03.Hadiah buat " HUT Kemerdekaan RI ". Rahima. --- Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Selamat Nal , lah mulai sakola anaknyo ( sabatuanyo > proses edukasi lah dimulai sejak bayi oleh ibunda > tercinta, "guru" pertama nya ) > > kahlil gibran berkata, "anak adalah bagaikan anak > panah yg melesat jauh , ke masa depan" > > Jadi jangan lah sampai , ia mengulangi pula > perputaran > jalan sejarah seperti ayahnya , karena kondisi telah > berubah , anak kita akan hidup dalam dunia baru yg > lain, karena itu ia harus mendapat bekal yg baru > pula. > > carut marut dunia pendidikan di Indonesia saat ini > bukanlah harga mati yg membuat kita menyerah , > banyak > jalan baru yg lebih cerdik yg perlu kita telusuri, > yg > perlu kita siapkan. > > btw, kok ambo malah punyo mimpi lain, harus nya awak > via rantaunet ko, harus lah bisa globalisasi pula > dalam pendidikan , indak beres pendidikan di siko , > pai lah ka luar negeri , indak ado pitih , urang > awak > pasti pandai sajo mancari jalan nyo. ( baitu kecek > mak > Ismal dulu , mengenai sejarah perantauan nya ke > Canada > ) > > Ambo bamimpi ( mudah mudahan bisa terwujud ) , awak > nan miskin ko, tapi anak awak bisa pai jauah , antah > ba'a caro nyo ; > > sekolah TK di child care , tampek nyo mak Abrar di > Canbera Australia, > > sekolah SD, Elementary school di tampek uni Rahima > di > Cairo mesir. > > sekolah SMP/SMA , high school di tampek ajo buyuang > di > Marseiless > > terus masuk kuliah university di Jepang , di > tampeknyo > uda Edizal > > dilanjutkan kuliah MBA di tampeknyo Datuak Dalu di > Amrik sinan. > ( ambil studi kasus Minang Incorporation , yg __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software http://sitebuilder.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

