Assalamualaikum.Wr.Wb.

Bagus sekali masukannya dek Ronald.memang benar begitu
adanya.Educatif anak sgt di pengaruhi oleh bermacam
segi.Dan uni kira masing2 kita punya pengalaman
tersendiri dlm mendidik anak2,juga pandangan
tersendiri.

Ada satu buku,mgkn sdh di terjemahkan ke dlm bhs
Indonesia,pengarangnya abdullah Nasih Ulwan (
pendidikan anak menurut Islam ),disana di jelaskan
bgmn kita mendidik anak dlm
rumah,masyarakat,dllnya,mulai dr pemilihan calon sang
ibu,spi anak tsb dewasa,semuanya diambil dr Al Qur'an
Hadist dan sejarah Rasulullah dlm menghadapi anak juga
para sahabat.

Kemaren itu uni tulis,benar2 dr pengalaman uni
mendidik anak saja,belum diambil dr buku2 tsb.Tp
semata2,hasil yg sdh diuji coba.Oh yah ,uni lupa
mengatakan bhw umur pendidikan anak pun tdk hrs sesuai
dgn yg uni tulis kemaren.Ada uni lihat anaknya baru
masuk sekolah umur 6-7 thn.Sementara uni alhamdulillah
memang dr umur 5thn.6 bln,anak2 uni sdh masuk SD,krn
memang sdh bisa tulis baca Arab dan latin,juga baca Al
Qur'an,jadi tunggu apa lagi,klu bisa masuk cepat yah
dimasukkan saja ke SD.Sementara ada juga yg lbh dr
itu.Itu tergantung dr kita masing2 juga.

Begitupun berpembantu.Mgkn dikarenakan uni saja yg
merasakan,koq rasanya perasaan itu saja yg kurang
lega,klu anak2 uni di jaga oleh pembantu,perasaan
was-was itu ada,dan kepercayaan terhadap org lain
kurang ada bila menjaga anak uni sendiri adalah
pembantu.Meski baby sister yg sdh profesional
sekalipun.

Anak uni sdh 3 org yg hidup,sejak bayi,spi skrg yg
besar kls IV SD ,yg kecil TK.Uni tetap
bekerja,belajar,serta urusan RT
lainnya,rasanya,alhamdulillah msh bisa membagi waktu
itu,tanpa ada pembantu.Niat di hati cuman Ikhlas
saja,anggap saja itu ibadah,buat simpanan di akhirat
kelak,ngak lbh dr itu.Klu di pikir2,memang cape sih,tp
anggap saja,ibadah sekaligus olahraga juga.

Bagi org kaya,mgkn segalanya serba bisa,menggaji
pembantu buat urusan rumah,juga anak.Tp bagi yg ngak
punya duit ,akan sulit sekali.Uni sendiri pernah
ditawarkan suami uni agar ambil pembantu utk jaga anak
dan urusan RT,biar uni tenang,bisa belajar dan bekerja
dgn baik,ngak terlalu cape.Tp uni menolaknya hanya krn
" Perasaan ",seakan2 ngak punya anak rasanya,bila anak
di jaga dan diurus pembantu,lagian hubungan bathin
antara anak dan ortu.

Jujur saja,terasa koq dr skrg saja,anak2 yg kita didik
sendiri akan jauh lbh menyayangi dan pengertian
terhadap kita ortunya,krn sdh terbiasa hadapi
kita,ketimbang anak yg sedari bayi diurus oleh
pembantu,rasa kasih sayang dan pengertian terhadap
kita,mgkn jauh berbeda,ketimbang bila anak tsb,kita
serahkan pd pembantu.wallahu a'lam,masalah ini uni
rasa kita sendiri yg tahu,mana baik dan buruknya.Klu
uni tetap berpendapat,anak sendiri,uni dan ayahnya yg
bikin,maka sdh resiko,anak itupun di urus oleh ayah
dan ibunya sendiri.

Ini pendapat dan pengalaman uni saja.Klu yg lain
berpendapat dan berpengalaman lain.bagus juga bagi2
pengalaman dan ilmu.

Wassalam.Uni Rahima.
   
--- "Ronald P. Putra" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> ---------- Original Message
> ----------------------------------
> From: "Ronald P Putra" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date:  Tue, 19 Aug 2003 11:46:31 +0700
> 
> 
> Waalaikum salaam wr. wb.
> Syukron Uni atas nasehatnya.
> 
> Menurut ambo, masalah edukasi anak adalah masalah
> mendidik yang melibatkan segala yang integral dan
> berkesinambungan. Peran Ibu merupakan bagian dari
> peran-peran beberapa pihak terkait lainnya, jadi
> tidak hanya bergantung pada sang Ibu doang.
> 


__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
http://sitebuilder.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke