---------- Original Message ----------------------------------
From: "Ronald P Putra" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 19 Aug 2003 11:46:31 +0700
Waalaikum salaam wr. wb.
Syukron Uni atas nasehatnya.
Menurut ambo, masalah edukasi anak adalah masalah mendidik yang melibatkan segala yang
integral dan berkesinambungan. Peran Ibu merupakan bagian dari peran-peran beberapa
pihak terkait lainnya, jadi tidak hanya bergantung pada sang Ibu doang.
Peran Orang Tua,
sebelum peran kita berikan kepada ibu dalam bgmn Ia bersikap dan berbuat dalam
mengandung sampai membesarkan sang anak, maka hal yang paling penting sebenarnya
adalah "dengan cara bagaimana sang Ayah memperoleh makanan dan pakaian yang akan dia
berikan kepada sang Ibu dan sang anak kelak". Sebaik apapun Ibu mendidik, jika yang
masuk ke dalam perut sang anak selalu dari sumber haram, maka jangan harap sang anak
akan seperti yang diharapkan. Juga memberikan contoh adalah lebih baik dari pada
mengajarkan berbagai macam pernik-pernik kebaikan kepada anak, ini yang paling efektif
dan efisien.
Sekolah,
tidak benar juga kalau kita terlalu apriori thp sekolah. Saat ini sudah banyak
sekolah-sekolah yang bisa memberikan pendidikan yang baik buat si Anak. Saya ambil
contoh, sebuah SDIT tempat teman menyekolahkan anaknya, hanya dalam waktu empat tahun
(ketika sang anak sudah kelas empat), dia sudah bisa menunjukkan akhlak Islam yang
baik, hafal satu juz Al-Qur'an, bisa mengimami orang tuanya dalam sholat berjama'ah,
dan sudah cas-cis-cus (walaupun masih terbata-bata) dalam berbahasa arab dan inggris
harian. Permasalahannya sebenarnya hanyalah pada Bagaimana kita sbg orang tua bisa
memilihkan sekolah yang baik bagi si anak.
Pembantu,
sama dengan memilih sekolah, jika kita pilihkan pembantu yang kurang baik, tentu saja
akibatnya kurang baik. Saat ini juga sudah ada beberapa yayasan Islam yang menawarkan
pembantu/baby sitter yang baik dengan akhlak yang Islami. Justru para pembantu/baby
sitter ini sering mengajarkan anak kita dengan ucapan-ucapan hamdalah, bismillah,
assalaamu 'alaikum, dsb. Jadi tergantung bagaimana kita memilihkan teman bermain buat
sang anak di rumah.
Do'a,
terakhir adalah doa yang tiada henti kepada Allah, bagaimanapun kita mendidiknya, tapi
jika Allah berkehendak lain, tentu akan lainnya juga akhirnya. Hidayah adalah
ketentuan dari Allah. Masih ingat cerita pengalaman ruhani Ust. Ahmad Izzah al
Andalusi ?, walaupun dia dibesarkan dalam lingkungan khatolik yang fanatik dan sampai
sampai namanya di rubah menjadi Antonio, tapi jika Allah berkehendak lain, tetap saja
ia menjadi muslim yang ta'at dan bertaqwa dan mati dalam kemuliaan Islam.
Ini hanya beberapa point saja yang ambo anggap penting buat pendidikan dan pembentukan
kepribadian si anak, jika ado yang bisa manambahkan yang lain, ......... rancak bana.
btw, thank's ya Uni atas nasehatnya, Jazakhallah...
semoga bermanfa'at
wassalaam,
Ronald
[EMAIL PROTECTED]
.com To: [EMAIL PROTECTED]
cc: [EMAIL PROTECTED]
17/08/2003 03:36 Subject: [surau] Re: [RantauNet.Com]
Besok Anakku...
Please respond to
surau
Assalamualaikum.Wr.Wb.
Kita rasa akhi Hendra benar,edukasi anak sdh mulai
sejak lahir lagi.Bgmn sang ibu saat mengandung bayi
tsb,sikap perkataan dan perbuatannya,baik terhadap
diri sendiri,suami dan masyarakatnya,akan mempengaruhi
pertumbuhan anak kelak.
sang anak sebaiknya sewaktu mulai bisa bicara di
ajarkan kata " Allah ".Walau secara fitrahnya didunia
ini anak tsb sering mengucapkan kata2 " mama ".
Stlh anak mulai beranjak umur 3-4 thn dibiasakan
melihat,dan memperhatikan alam,apa yg ditanyanya
diusahakan jawab dgn sejujur2nya oleh ortu,tanpa
memberikan jawaban yg tdk benar.Lbh baik sang ibu
menjawab " Tidak tahu ".Krn ini akan melatih anak
bersikap jujur pd siapapun kelak bila dia tlh dewasa.
Anak berumur 4 thn sdh bisa diajarkan bacaan2 Al
Qur'an,Alfatihah,serta surat2 pendek lainnya,tanpa
pemaksaan,di ajarkan sambil anak tsb bermain,atau lagi
jalan2.
Pd umur 4,thn 6 bln ,anak sdh mulai diajarkan huruf2
latin dan Arab,dgn cara susunan mainan berbentuk
kotak2,puzzle2 huruf,dan juga huruf2 Arab,sbl di coba
ia mengingat huruf2 tsb,tanpa melihat,dan mulai
menulisnya.
Anak seumur ini sdh bisa di ajarkan menulis,membaca
latin,dan Arab,dgn penuh ketekunan oleh sang IBU
SENDIRI,tanpa paksaan sedikitpun pd anak.Hrs pintar2
sang ibu mencari waktu utk itu,baik waktu utk anak
tsb,ataupun waktu yg tersedia bagi si Ibu,apalagi bila
sang ibu wanita karier yg bekerja,selain ibu RT.
Anak seumur ini benar2 hrs di perhatikan sekali,krn
anak sgt mudah menangkap dan mengikuti tingkah laku
org dewasa.Baik itu perkataan ,ataupun perbuatan dr
lingkungannya,terutama kedua ortunya,apalagi sang ibu
sendiri yg lbh byk bersamanya.
Jgn biarkan anak kita diasuh 100%,ataupun 65 %,atau
juga 50%,oleh pembantu.Krn,bgmn pun sikap pembantu
akan terbawa oleh anak,mau tak mau.krn pembantu lbh
banyak bersama anak tsb.Itu sebabnya,bila benar2 sdh
kepepet sekali hrs berpembantu,berikanlah pembantu itu
hanya bertugas,mencuci piring,mencuci
kain,membersihkan rumah.Selain itu,mendidik
anak,memasak,usahakanlah sang Ibu sendiri yg
melakukannya.Jangan sekali2 serahkan pd pembantu.
Klu orang Mesir bilang," Dua hal bila hendak menjaga
kelestarian RT oleh sang istri,agar suami tdk lari ke
wanita lain.Yaitu urusan " perut dan anak ".Perut ada
dua yg diisi, " diatas perut dan dibawah perut
",hendaknya wanita memperhatikan sekali masalah ini.
Urusan Pendidikan anak,sebaiknya memang benar2 sang
ibulah yg mengajarkannya tulis baca,baik itu huruf
Arab,ataupun Latin,terutama lafaz2 huruf Al
Qur'an,agar kelak bila dewasa lidah anak tsb tidak
kaku,dan salah dlm pengucapan.begitupun dlm hal
menulis.Tentu setiap ortu menginginkan tulisan anaknya
rapi dan cantik,tdk semberawut kaya di cakar ayam,atau
benang kusut.Semua ini bisa dilatih sblm anak masuk
sekolah SD secara formal.
Jgn kita terlalu byk mengharap dr guru di sekolah.Akan
sgt jarang sekali guru2 di sekolah memperhatikan
keindahan tulisan anak,serta lafaz2 yg tepat,dlm
pengucapan Al Qur'an,begitupun membaca latin yg baik.
Anak pd umur 5 thn setengah,kita kira sdh bisa membaca
dgn baik,menulis dgn rapi,dan membaca Al Qur'an.serta
berhitung tak ketinggalan,meski jumlahan hanya spi
hitungan 10.Ini semua peran ibu sendiri yg
melatihnya,bukan diharapkan dr org lain.Sehingga
tatkala umur 5 thn setengah tsb,sang anak sdh bisa
masuk SD.
Umur 6 thn,target ortu anak sdh bisa membaca Al Qur'an
dgn lancar,sekaligus hafalan2nya meski baru surah2
pendek,juga sdh bisa shalat dgn bacaan shalat yg tepat
pengucapannya serta rukun2nya.Ini semua bukan di
paksakan,tapi secara santai dilakukan oleh ortu
terutama sang ibu yg lbh berperan dlm hal ini.Klu sdh
spt ini,ketika anak sekolah ortu tdk perlu lagi repot2
mengajarkan anak tulis baca,tetapi perlu membimbing
sang anak hanya utk mengerjakan PR nya saja.Dan ini
akan sgt meringankan beban guru dan ortu itu sendiri.
Bagaimana sang Ibu merealisasikan semua ini,bila sang
ibu seorang wanita karier??
Sangat bisa sekali.Janganlah sang ibu menjadikan
alasan kerja di luar rumah,utk tak dpt memperhatikan
pendidikan anak.Ini sgt salah sekali.Bukankah tugas
utama istri dan ibu adalah utk mengurus rumah tangga
dan anak2nya?wanita bila memang mau jadi istri,jgn
lari dr tugas ini.Ini sdh kodrat dr yang maha
kuasa.Kita tdk bisa mengelak,tetapi harus di
syukuri,krn ini semua adalah tugas yg sgt mulia,dan
penuh ibadah,pahala,yg mengantarkan kita wanita utk
masuk syorga dgn mudah.
Bgmn sang Ibu membagi waktu dgn baik,antara
kerja,suami,dan anak2,serta urusan rumah tangga?
Pertama,
Carilah kerja yg sesuai dgn kondisi kita sbg
wanita.Kerja yg tdk memakan waktu spi sore,apalagi
magrib spi di rumah.Naudzubillahi Mindzalik.Makanya
menjadi seorang guru,dosen,tukang jahit,memasak,
penulis,atau apa kek namanya,yg jelas,kerja yg tdk spi
menghabiskan waktu kita.Bgmn pun anak itu amanah dr
Allah utk kita dlm mendidiknya,sementara sang suami
mencari nafkah,meski ngak kalah pentingnya suami juga
berperan dlm pendidikan anak,tp sdh pasti ibu lbh byk
berkecimpung dlm masalah ini.
Ibu bisa bangun lebih awal,sblm suami dan anak2
bangun.Bisa bangun jam 3-5,sblm waktu subuh.Disamping
bila waktu bangun lbh dahulu kita bisa membagi waktu
kita utk beribadah khusus pd Allah,juga kita bisa
mengerjakan semua pekerjaan rumah sblm suami dan anak2
bangun,atau belajar,membaca,menulis,atau apa saja
pekerjaan yg bermanfaat,masak,mencuci,siapin sarapan.
Sblm anak2 berangkat sekolah,ada baiknya di tanya lagi
pelajaran2 sekolahnya.Ini bagi anak yg sdh sekolah.Tp
bila anak blm masuk SD,tugas si Ibulah yg mendidik
anak2nya,mengajarkannya menulis,membaca.Krn waktu pagi
adalah waktu yg sgt bagus utk belajar,krn disana isi
otak,msh segar,blm di penuhi oleh bermacam2 apa saja
dr luar.
Klu pekerjaan rumah tadi blm selesai,msh bisa
diselesaikan bila anak2 tlh berangkat sekolah.Stlh
itu,barulah sang ibu berangkat kerja.Bila yg
bekerja,tp bila tdk bekerja hanya ibu RT saja,jauh
lebih enak lagi.Bisa santai.bangun ngak perlu jam
3-5.Cukup waktu azan subuh saja bangunnya ( klu memang
mau,tp tetap lbh baik juga,kerja ngak kerja,bangun
sblm subuh sgt baik,krn bisa shalat tahajjud ).
Banyak yg bisa dikerjakan sang ibu,bila memang ia
tidak bekerja di luar rumah.Dan lebih bisa lagi
mengurus dan mendidik pendidikan anak2.Klu saja sang
ibu sudahlah tidak bekerja di luar rumah,ngak pula
bisa memperhatikan dan mengajarkan,serta mendidik
anak2nya,baik segi ilmu,ataupun akhlaknya.wah..ini sdh
wanita keterlaluan manja kayaknya.
Sedangkan wanita karier,yg bekerja saja, msh bisa
mengatur waktu antara kerja rumah,suami,anak2,dan
kerja di kantornya,apalagi klu istri tsb,hanya berdiam
di rumah.Ketrelaluan juga,klu anak2nya dan rumahnya
ngak bisa diatur olehnya.Ngapain saja di rumah?
Setelah kita dan anak2 pulang sekolah dan dr kerjaan
kita,kita bisa berinteraksi dgn anak2,bisa
bermain2,bercanda,sambil makan siang bersama,disanapun
kita bisa menekankan akhlak dan sopan santun pd anak2
kita,serta mengajarkan mrk mandiri.Anak2 yg sdh
sekolah,ngak ada salahnya kita ajarkan membantu
pekerjaan rumah kita,spt menyapu,membereskan rumah yg
mrk sendiri yg memberantakin,atau mengotorinya.
Jgn spi lupa,anak di suruh makan,istirahat,juga tak
lupa shalat tiap waktu.Bagi anak yg blm bisa bacaan
shalat,kewajiban ibu jugalah yg mengajarkan anak
tsb.caranya sgt gampang sekali.Kita shalat
berjamaah,kemudian bacaan shalat kita baca
keras2,meskipun itu waktu dhuhur,dan asar yg tdk perlu
di zhaharkan bacaannya,tp demi agar anak bisa membaca
bacaan shalat,cara yg sgt gampang yah,..salah satunya
itu.
Percaya atau tdk percaya,dlm waktu seminggu,anak akan
bisa membaca bacaan shalat,,sekaligus rukun2nya.dgn
Syarat,tiap lima waktu kita ajak berjamaah dgn cara
spt tadi.Sehabis shalat anak kita ajarkan berdo'a,dan
menyalami kita.Setelah itu silahkan anak2 mau bermain
sesuka hati mrk,mau menonton,atau main komputer,play
station,atau apa saja,namun tetap dlm pengawasan
kita,apa yg mrk tonton tsb.dan kitapun bisa melakukan
apa saja,pekerjaan rumah,belajar,membaca,atau
berinternet ria.
Setelah puas anak2 bermain,biarkan mrk istirahat
dulu,mau tidur,atau apa saja.bisa juga mrk membaca2
buku2 bacaan anak2.Anak ngak baik di paksa2,nantik ia
melakukan sesuatu itu krn terpaksa,dan bukan atas
kemauannya sendiri.Sore hari stlh istirahat,dilatih
anak mengerjakan PR,bila ada PR,atau belajar utk
pelajaran esok harinya.
Stlh magrib bersama,tugas sang ibu,atau ayah juga,bila
sang ayah tlh pulang dr kantor.Utk mendengarkan
Hafalan Qur'an anak,dan membimbing bacaan Qur'an sert
atajudnya.Biasakan anak2 sehabis shalat Magrib membaca
Al Qur'an,menghafal,dan belajar pelajaran mrk esok
hari.Stlh itu,mau main,nonton,atau apa saja,biarkan
mrk berfikir sendiri.Otak mrk akan jalan
sendiri,mengerjakan apa saja.
Dan jgn lupa membiasakan anak mengucapkan
Bismillah,berdoa' bila mau makan,tidur,dlsbgnya,serta
mengucapkan Alhamdulillah,serta ucapan terimakasih,klu
diberi dan dibantu oleh siapa saja,meski itu dr ibu
atau ayah sendiri,biasakan stlh diberi,dan dibantu itu
mengucapkan " Makasih mama,makasih ayah ".Juga kata2 "
Tolong mama,tolong ayah,tolong dek,kak,..dst..dst..".
Pd akhirnya secara tdk langsung kita mengajarkan anak2
kita beradab dan bersikap baik,kelak bila bergaul dgn
masyarakat dan teman2nya.Pandai berterimakasih,tdk
menyakiti sesama,dan akan disenangi dimana saja ia
berad,spi pun ia dewasa kelak.Pendidikan anak,memang
berasal dr dalam rumah itu sendiri pd mulanya.Bila
baik dr rumah,InsyaAllah anak di luar kan terbawa baik
juga.Dan ini di mulai dr sejak kecil lagi.
Klu mrk dewasa,kita tdk perlu terlalu repot2 lagi
mendidik masalah spt ini,kecuali mengingatkan saja
,bila mrk lupa,atau terbawa arus teman2
disekolahnya.Yg terpenting sekali,kita sbg ortu tlh
mempersiapkan mental anak ini utk jadi org baik,sejak
dr dini lagi.
Dalam masalah ini ,memang sgt penting sekali,bagi
seorang lelaki mencari pendamping hidup yg benar2
baik,tahu agama,penyayang,dan tahu mendidik anak.wajar
sajalah Rasulullah bersabda,Carilah istri yg penyayang
dan dapat melahirkan anak,juga carilah istri itu di
pandang dr segi agamanya. Juga carilah nasab nya yg dr
keturunan org baik2.Segi ia pintar,kaya,cantik,mgkn
itu utk nomor yg kesekiannya.Maha benar Allah
berfirman:
" Wanita hamba sahaya yg beriman lbh baik bagi kamu
dr wanita musyrik dan ( wanita yg tdk
beriman),meskipun wanita tsb sgt menakjubkan hatimu "
" Boleh jadi yg kamu pandang baik,pd akhirnya ia tdk
baik utkmu,dan bisa jadi yg kamu pandang jelek,malah
ia lah yg terbaik utkmu."
Jgn terbawa perasaan dan nafsu,tetapi ikutilah
tuntunan agama,dlm mslh pemilihan jodoh ini.Krn ini
merupakan mslh yg sakral sekali.Sebagai ortu,hendaklah
kita sgt memperhatikan pergaulan anak2 kita.Jgn sampai
anak kita menikah dgn yg lain agamanya.Naudzubillahi
Mindzalik,walaupun sang lelaki akan masuk Islam
katanya.ataupun sebaliknya.
Tp spi dimanalah letak kekuatan agama yg di dpt stlh
menikah itu,bila sdh disibukkan dgn urusan
ekonomi,dan urusan RT yg lain.Sementara kita
menginginkan keturunan2 kita dididik oleh wanita2 yg
beriman,yg memang benar2 bisa membimbing anak2 kita ke
jalan Allah.Semua ini demi menjaga diri dan keluarga
kita dr api neraka.
Bgmn pun mau tak mau,sdh ada cacat dlm RT kita,kita
dpt istri,atau keluarga dr keluarga yg non
Islam.Wallhua'lam,entah bisa jadi anak2,dan cucu
kita,akan masuk ke agama non Islam itu,krn bgmn pun
kita punya keluarga istri/suami yg
saudara2,ortunya,serta lain2nya dr non Islam,itu tdk
bisa kita pungkiri,bila kita tlh menikahi org yg non
Islam,utk jadi pendamping hidup kita .Naudzubillahi
mindzalik.
Sebaiknya dr awal sekali,bila kita melihat gejala2 yg
tdk baik ini,pd keluarga kita,cepat2 kita membalikkan
arah,jauhkan dan hindari,serta tinggalkan semua
itu.Pasti Allah akan menggantikan yg lbh baik lagi dr
itu.Cinta dr perasaan bukan segala2nya.Tp cinta
hendaklah berlandaskan krn Allah semata.Rugi dua kali
kita.Rugi di dunia,rugi diakhirat.Ketimbang rugi
kedua2nya,lbh baik diantisipasi dr sekarang.
Semoga Kristenisasi tdk melanda keluarga kita.Dan
jangan biarkan masalah ini berlanjut terus,tugas kita
semua ummat Islam,utk mencegahnya.Jgn katakan itu
urusan orang lain.Tp ini adalah urusan Ummat Islam.
Masalah ini adalah masalah penting bagi kita semua
ummat Islam,bukan hanya tugas ulama,dan pendakwah
saja,tp tugas semua ummat Islam,mencegah dan menjaga
kaum Muslimin dr marabahaya yg akan menimpanya kelak.
Rasulullah bersabda. " Bukan dr kalangan kami bila ia
tdk memperhatikan urusan Ummat islam ".Jgn kita hidup
atas kesenangan diri kita sendiri.Dan jgn mau masuk
Syorga sendiri.Tdk akan masuk syorga org yg tdk
memperhatikan urusan ummat Muslimin lainnya. ( Hadist
)
Wassalam.Cairo 17 agustus 03.Hadiah buat " HUT
Kemerdekaan RI ". Rahima.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
http://sitebuilder.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for Your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at Myinks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/l.m7sD/LIdGAA/qnsNAA/vbOolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
------------------------------------------------------------------------
"Man 'arafa nafsahu faqad 'arafa Rabbahu"
"Barangsiapa mengenal nafsnya sungguh akan mengenal Rabbnya"
========================================================================
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
--
This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you are not the
intended recipient (or have received this e-mail in error) please notify the sender
immediately and destroy this e-mail. Any unauthorized copying, disclosure or
distribution of the material in this e-mail is strictly forbidden.
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================