Assalamualaikum,
Pemahaman saya tentang berdiskusi adalah saling
mengeluarkan pendapat yang benar terhadap suatu hal (mungkin masalah, objek
dlsb). Diskusi bertujuan (sekalilagi menurut saya) adalah untuk
mencapai suatu kesepakatan yang mendekati kebenaran terhadap hal yang
didiskusikan. Sehingga dalam berdiskusi setiap partisipan akan mengungkapkan
kebenaran kebenaran yang berasal dari sudut pandang partisipan itu masing2.
Setiap partisipan tidak perlu merasa kalah atau partisipan lain tidak perlu
merasa menang terhadap hasil dari suatu diskusi karena hasil diskusi itu
merupakan karya bersama (nilai kolektif). Kalau hasil diskusi itu mempunyai
nilai bagus maka setiap partisipan diskusi itu masing2 mendapat nilai bagus
demikian pula sebaliknya.
Ini pemahaman saya dalam berdiskusi sehingga dalam
setiap diskusi saya akan mencarikan suatu sumber yang telah diakui
kebenarnnya oleh banyak kalangan, bukan hanya oleh saya.
Demikian
Wassalam
Rahyussalim
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of dika
Sent: 24 Oktober 2003 10:12
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Semoga "anemia" IMA lekas sembuh
Ass.Wr.Wb.
Benar Pak Mulyadi.Rahima memang bijak dalam menghadapi segala macam
problema.Mudah-mudahan apa yang disinyalir oleh Bundo Nismah ( Rahima akan
menjadi Ulama Minang kelak ),dan Pak Arman Bahar,Said Dafiq,dan banyak
lagi.
Saya selalu mengikuti perkembangan Rahima ini,bukan karena beliau teman
saya.Tapi justru karena saya tahu pribadi beliau ini.
Namun sayangnya saya lihat juga,orang-orang yang dikalahkan pendapatnya
oleh Rahima,sering sewot.Pakai berlindung dengan ayat-ayat Allah segala,..( lucu
saya dengarnya ),Ini dikarenakan yang lain,ngak bisa menjawab ,apalagi pakai
ayat-ayat dan Hadist,coba saja kalau mereka bisa,tentu akan lebih parah lagi
.
Sedangkan tidak bisa pakai kalam Allah saja,mereka sudah sombong saya lihat
( ini pernyataan sejujurnya saya katakan ).
Saya kira orang-orang di Rantau Net ini sangat bisa menilai semuanya.Rahima
ini memang sangat pintar dan bijak, sehingga bagi siapa yang pernah
dikalahkannya dengan kekalahan yang saya juga lihat,Minta ampun,sampai ngak bisa
jawab apa-apa lagi ( perhatikanlah semua diskusi-diskusi antara mereka ),INi
ciri-ciri khas ulama zaman dahulu yang saya pelajari,Jeli,pintar,Bijak dan
hebat,tidak tergesa-gesa.
Hanya saja bagi mereka yang dikalahkan Rahima merasa dipermalukan oleh
rahima yang memang saya lihat kata-kata Rahima cukup pedas.Tapi cobalah lihat
kembali rahima berkata pedas itu ,karena hatinya telah dilukai pertama
sekali,kalau tidak,sejujurnya juga,saya tidak pernah melihatnya berkata
pedas.
Apakah ada manusia yang tahan dilukai,padahal ia mulanya tidak
melukai.Emangnya Rahima Malaikat atau Nabi,dia juga manusia ( sama seperti kita
),kalau saya di gituin juga bisa lebih gawat ( mungkin membalasnya dengan kasar
),tapi kalau rahima cukup bijak sekali.Sudah sering saya perhatikan kesabarannya
menghadapi lawan diskusi,namun saya juga bisa memahami.
Subhanallah,MasyaAllah,orang seperti rahima ini saya yakin dan percaya
sekali,nantik yang akan mampu di masyarakat terutama menghadapi Liberal,selama
ini banyak ulama yang saya lihat tidak berilmu,dan tak bisa Diskusi,Tanya
jawab,yang mematahkan pendapat lawan bicaranya dengan Illustrasi dan
Logis,sehingga banyak yang terhantam.
Saya tahu sekali,Rahima bukan orang yang sombong,justru sangat merendah
sekali,buktinya di puji orang ia malah ingat Tuhan,beda dengan orang yang
sombong beneran,dipuji orang menggelunjak.
Terkadang kekalahan kita pada seseorang ,membuat kita mengatakan orang yang
mengalahkan kita itu sombong.Ini semua sifatnya " Sombong dalam penilaian
subjektif,bukan Objektif ",karena merasa pernah disakiti rahima dengan
kata-katanya,padahal,kalau ditelusuri lebih jauh,Rahima mengatakan itu hanya
sekedar membalas suatu hal yang sudah terlalu sabar ia menerimanya.
Jangan khawatir rahima,..teruskan karya-karyamu,tapi aku percaya deh,.kamu
ini orangnya tenangan deh...kalau pendapat kamu benar,.teruskan...kamu ini
benar-benar calon Ulama yang benar-benar berilmu dan bijak.
Lihatlah,sampai orang-orang itu ingin sekali sepertinya melihat dirimu
Jatuh.Orang Ikhlas,dan tidak sombong,serta Bijak ,seperti kamu ini,saya yakin
sekali akan semakin maju.( ma..kalau jadi ulama beneran dan pemimpin
kelak,..jangan sampai kau tanggalkan sikap-sikap baikmu ini ,ini saja pesanku
).Sudah yah..aku mo pergi,kebetulan seminggu ini aku istirahat.Oh yah,.salam
buat bundo Nismah,katanya beliau kesana beberapa minggu yang lalu.
Juga cepat sembuh yah.
Dinda J.
[EMAIL PROTECTED] wrote:
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ass,wr,wb.
Ambo sangaik tersentuh sekali dengan postingan Ima yang terbaru ini, yang
mana beliau menanggapi dengan sangat bijak sekali, menghindari polemik
yang akan terjadi, karena kita akan masuk puasa beberapa jam lagi.
Satu yang sangaik ambo rasokan dihati, bahwa Ima masih menderita "Anemia"
(ini kata nya memang sakit benaran).
:
>
> Pertanyaan pak Dokter sangat bagus sekali.Bagi orang
> yang memandang dengan mata hati,akan mengerti maksud
> pertanyaan Pak dokter,sebagai seorang Dokter,tidak kan
> mungkin bertanya apa itu ciri-ciri makhluk hidup.Bagi
> saya itu pertanyaan anak kelas 3 SD.
>
Post your free ad now! Yahoo! Canada Personals

