Perceraian, perpisahan, pemutusan hubungan perkawinan, apapun namanya, termasuk kategori musibah, sebab pasti ada yang menjadi korban. Dan korban itu pasti manusia.
Mau menggunakan adat manapun di dunia ini tetap aja nggak ada yang aman dan nyaman.
Selain harus menggunakan logika, ada juga faktor perasaan hati di dalamnya.
 
Perceraian adalah perceraian.
Moral individu lebih berperan daripada peraturan adat.
 
 
"C"
ps : kita yang udah kadung berdarah minang kan nggak mungkin milih adat jawa aja karena lebih mendingan ato lebih adil, kan ?
lalu buat apa diperbandingkan ?
 
 
----- Original Message -----
From: Darul M Rach, coba kau riset perceraian di suku lain dan disuku Minang, mana yang lebih aman buat perempuan. Tangga saya yang suku di P.Jawako, karena tak cocok dengan istrinya, dia usir itu istri, hanya pakai pakaian lekat dibadan
saja ...... bisa-bisa salah jalan itu perempuan nantinya.

Tapi kalau di Minang, yang terusir jenis ke, jenis mu, si laki (eh kamu laki apa perempuan ya), karena diperkirakan dia bisa survive diluar sana. Lalok di surau indak baa doh.

Kirim email ke