Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
--- amry1948 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "rarachm" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Say tetap tidak sependapat kalau perempuan di > dalam adat mempunyai > > kedudukan yang setara dengan laki-laki. Wong > nggak punya hak suara > > kok dibilang setara.... > > > > > > ~rarach > > > > Assalamualikum wr.wb > > Secara kelembagaan unsur wanita atau perempuan telah > terakomodir di > dalam lembaga Ampek Jinih disamping unsur lain > seperti Ninik Mamak , > Alim Ulama , Cadiak Pandai . Berarti wanita sudah > punya hak suara 25 > % didalam lembaga tersebut . Hak suara ini bisa akan > bertambah > menjadi 50 % maupun 75 % , apabila kedua unsur > lainnya seperti Cadiak > Pandai dan Alim Ulama juga bisa diisi oleh wanita . > Dan potensi > kearah itu tetap ada dan sangat besar . Bukankah > saat ini , gender > yang bernama wanita itu sudah banyak yang punya > keahlian dan menjadi > orang pintar serta tidak sedikit yang bertitel S1 , > S2 , S3 . > Demikian juga dalam bidang keagamaan , juga banyak > sudah wanita yang > menjadi ahli agama , ustadzah , muballighah , kenapa > hal ini tidak > dimanfaatkan untuk bisa mengisi unsur cadiak pandai > dan unsur ulama , > berarti 75 % suara sudah on hand . > Untuk meraih semua itu perlu perjuangan , dan bukan > sesuatu yang > jatuh dari langit . Dalam perjuangan bisa bertindak > keras , bukan > secara fisik ngotot dan adu otot , tetapi dengan > argumentasi , > perencanaan dan program . Sekarang terpulang kepada > para wanita itu > sendiri untuk memanfaatkan peluang ini . Dan satu > pertanyaan besar > yang masih mengganjal , mau nggak para wanita yang > notabene sudah > mapan dirantau tersebut , ingin berkiprah dikampung > ??. Kadangkala , > dan pada umumnya kita keras dalam menuntut hak dan > emansipasi , tapi > setelah diserahkan tanggung jawab dan kewajiban > langsung balik kanan > dan menghindar . Kalau suatu lembaga tidak jalan , > jangan kita > menyalahkan lembaganya , tapi coba lihat siapa yang > duduk dilembaga > tersebut , bisa jadi mereka kurang konpeten di > bidangnya , ini yang > perlu dibenahi . > > > Wassalam : zul amry ( 55 + ) di kuta bali Mamak Zul tercinta, Di DPR, DPRD atau lembaga manapun di Indonesia ini; secara romantis disebutkan bahwa WANITA punya hak yang sama dengan pria. Konon pulo di lembaga adat, pasti lebih setara lagi. Tapi kenapa pas selametan aja duduknya di dapur kok..:( Mak, bila suatu saat para amay-amay menentukan jalannya pemerintahan nagari, kira-kira gimana respon apak-apak? Dalam situasi yang nggak berimbang, tidak bisa proses penyetaraan ini diserahkan pada persaingan bebas antara pria dan wanita. Lagian, kekuasaan adalah candu. Kalo udah duduk lupa berdiri. Tanpa provokasi, sebagian besar orang laki-laki akan terus berusaha agar jarum jam kekuasaan itu tidak di angka 12. Gitu lho mak... oh ya, sekali lagi sampaikan maaf sama om adrial. saya nggak liat kalau beliau itu udah gaek. habis gaya ngomongnya kayak anak muda sih...:) ~rarach __________________________________ Do you Yahoo!? Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard http://antispam.yahoo.com/whatsnewfree ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

