Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Assalamualaikum.Wr.Wb. Belum apa-apa koq sudah pakai sogok menyogok.Pungutan ini nama kasarnya adalah " Sogok ",( dalam Islam di sebut Riswah ),nama halusnya " pungutan ". Kalau mau kampanye,mau berpolitik,wong dari awalnya haruslah bersih,keluar sendiri donk dari kantong masing-masing.Gimana mo ngisi air bersih di sumur,sedangkan sumurnya aja kotor. Perilaku amal Pemimpin,juga suatu golongan partai adalah cerminan dakwahnya.Pepatah arab mengatakan : Bagaimana lurus sebuah bayangan,kalau kayunya saja bengkok ". Rasulullah SAW bersabda : " Allah melaknat orang memberi sogok dan yang di kasih sogok ". Manusia manapun saja,baik itu PNS ( ini yang sering sekali terjadi,Capeg,selalu memberi duit sogokan,pasti kelak,ia akan memikirkan bagaimana mengembalikan duitnya yang telah hilang itu,bukan bagaimana mengabdikan ilmunya,menuntaskan beban yang ia kerjakan dengan sebaik-baiknya ) Begitu juga di bagian anggota Dewan Partemen,DPR Pusat,DPRD MPR,atau badan apa saja,apakah itu badan legislatif,Eksekutif Judikatif,Perpajakan ,serta lainnya kalau sudah dari awalnya " Sogok ",bakalan deh...ujung-ujungnya juga akan diakhiri dengan Sogok,..apalagi pertengahannya...??saat ia berkuasa penuh. Ini ciri-ciri khas pemerintahan Indonesia di masa lampau,moga-moga di masa yang akan datang tidak ada lagi yang seperti itu.mari kita kikis habis apa itu yang namanya SOGOK,inilah akar permasalahannya,.lagi..lagi duit..lagi..lagi sogok,..urusan apa saja..harus dengan duit,.selalu dengan beralasan BIAYA ADMINISTRASI ( Biaya administrasi koq segede itu..??? ),karena buntutnya akan panjang sekali,dari sogok akan melahirkan anak yang namanya " KKN " ( Korupsi,Kolusi,Nepotisme ),juga akan melahirkan " Cucu ",yang namanya KIKIS HABIS SEMUA YANG ADA SEMASA KITA BERKUASA PENUH DAN DIPENUHI SEMUA ISI KANTONG,BANK SAKU MASING-MASING ". Wassalam.Rahima. --- "Ronald P. Putra" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > eramuslim- Presiden Komite Independen Pemantau > Pemilu (KIPP) Eropa Pipit Rochijat Kartawidjaja > mengungkapkan, hampir semua partai politik (parpol) > mengenakan pungutan kepada calon anggota legislatif > nomor jadi pada Pemilu 2004. Tarifnya sekitar Rp 400 > juta setiap orang. > > Pipit Rochijat mengungkapkan di Jakarta, > pungutan seperti itu berbahaya. Mereka dikhawatirkan > memikirkan pertimbangan-pertimbangan praktis > bagaimana mengembalikan jumlah saham yang telah > ditanam, ketimbang memikirkan rakyat yang diwakili. > > "Itu menakutkan sama sekali. Mereka jelas > ingin mengambil kembali uang yang telah diberikan > kepada partai. Posisi tawar mereka terhadap parpol > akan menjadi kuat. Akibatnya, parpol akan melemah," > tukasnya. Pungutan kepada para calon anggota > legislatif (caleg) akan mengurangi komitmen mereka > kepada konstituen. __________________________________ Do you Yahoo!? Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard http://antispam.yahoo.com/whatsnewfree ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

