Assalamualaikum wr.wb
 
Dinda Rahima Yth :
 
Ini namanya bukan sogok menyogok , tapi uang partisipasi , lagian itu ditarik bagi caleg yang bakal jadi  , kalau nggak jadi ya nggak . Dan mari , sementara kita hitung hitungan . Kalu setiap anggota dpr punya gaji 25 juta / bulan , maka selama 5 th ia akan memperoleh gaji lebih kurang 1,5 milyar rupiah , seandainya masing mengeluarkan 400 juta berarti masih ada susuk sebesar 1.1 milyar . belum rugikan ?? Belum lagi hal hal lain yang bisa mendatangkan pemasukan tak terduga .

Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum.Wr.Wb.

Belum apa-apa koq sudah pakai sogok menyogok.Pungutan
ini nama kasarnya adalah " Sogok ",( dalam Islam di
sebut Riswah ),nama halusnya " pungutan ".


Kalau mau kampanye,mau berpolitik,wong dari awalnya
haruslah bersih,keluar sendiri donk dari kantong
masing-masing.Gimana mo ngisi air bersih di
sumur,sedangkan sumurnya aja kotor.


Perilaku amal Pemimpin,juga suatu golongan partai
adalah cerminan dakwahnya.Pepatah arab mengatakan :
Bagaimana lurus sebuah bayangan,kalau kayunya saja
bengkok ".

Rasulullah SAW bersabda : " Allah melaknat orang
memberi sogok dan yang di kasih sogok ".


Manusia manapun saja,baik itu PNS ( ini yang sering
sekali terjadi,Capeg,selalu memberi duit sogokan,pasti
kelak,ia akan memikirkan bagaimana mengembalikan
duitnya yang telah hilang itu,bukan bagaimana
mengabdikan ilmunya,menuntaskan beban yang ia kerjakan
dengan sebaik-baiknya )


Begitu juga di bagian anggota Dewan Partemen,DPR
Pusat,DPRD MPR,atau badan apa saja,apakah itu badan
legislatif,Eksekutif Judikatif,Perpajakan ,serta
lainnya kalau sudah dari awalnya " Sogok ",bakalan
deh...ujung-ujungnya juga akan diakhiri dengan
Sogok,..apalagi pertengahannya...??saat ia berkuasa
penuh.



Ini ciri-ciri khas pemerintahan Indonesia di masa
lampau,moga-moga di masa yang akan datang tidak ada
lagi yang seperti itu.mari kita kikis habis apa itu
yang namanya SOGOK,inilah akar
permasalahannya,.lagi..lagi duit..lagi..lagi
sogok,..urusan apa saja..harus dengan duit,.selalu
dengan beralasan BIAYA ADMINISTRASI


( Biaya administrasi koq segede itu..??? ),karena
buntutnya akan panjang sekali,dari sogok akan
melahirkan anak yang namanya " KKN " (
Korupsi,Kolusi,Nepotisme ),juga akan melahirkan " Cucu
",yang namanya KIKIS HABIS SEMUA YANG ADA SEMASA KITA
BERKUASA PENUH DAN DIPENUHI SEMUA ISI KANTONG,BANK
SAKU MASING-MASING ".


Wassalam.Rahima.



Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Kirim email ke