Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu ** *4. Berangkat Ke Sumatera Barat*
* * Hari Sabtu tanggal 10 Maret kami, aku dan anakku nomor dua, berangkat dari rumah jam 10 pagi diantar oleh adikku ke Bandara Sukarno-Hatta. Kami mampir dulu di ATM mengambil kiriman dari mak Darul St. Parapatiah yang Rp 820,000.- Jalan tol Cikampek agak macet. Memasuki jalan tol dalam kota terlihat kemacetan di pintu tol Cawang. Kelihatannya macet di jalur ke arah Grogol. Kami memilih jalan melalui Tanjung Priok, yang alhamdulillah ternyata cukup lancar. Tak urung, sudah hampir jam setengah dua belas ketika kami sampai di bandara. Kami langsung check in dan diingatkan oleh petugas Lion agar segera masuk ke ruang tunggu karena sebentar lagi akan boarding. Tergesa-gesa kami menuju ke ruang tunggu. Ternyata masih belum akan boarding. Pesawat itu terlambat seperempat jam dari jadwal 12.05. Masih lumayanlah. Sebelum menaiki pesawat aku tidak lupa mengirim sms ke ustad Zulharbi, memberi tahu bahwa kami segera berangkat. Penerbangan ke MIA di Padang berjalan sangat mulus, alhamdulillah, tidak ada hambatan sama sekali. Jam dua kurang kami sudah mendarat di MIA. Ketika menyalakan hp sebelum turun dari pesawat aku lihat ada sms dari ustad Zul, memberitahu bahwa beliau sudah ada di bandara. Langsung aku telpon untuk mengetahui dimana persisnya beliau menunggu. Kami bertemu di depan Bank Nagari. Ustad Zulharbi bersama adik ipar beliau pak H. Masdar. Anakku minta tunggu sebentar karena dia belum shalat (aku sudah shalat di pesawat) dan diantarkan ke mushala. Rupanya disana juga ada istri ustad Zul sedang shalat (yang nantinya aku panggil umi). Sesudah itu barulah kami meninggalkan bandara sambil berunding kemana tujuan pertama. Kami sepakat untuk menuju ke Solok. Mobil yang kami gunakan adalah minibus travel yang dikemudikan oleh pak Masdar. Sebelumnya memang aku sudah minta tolong kepada ustad Zulharbi untuk mencarikan mobil untuk disewa. Sambil berjalan kami berdiskusi bagaimana baiknya memberikan sumbangan. Ustad Zulharbi mengusulkan dua kemungkinan. Memberikan uang kontan (dimasukkan amplop) atau memberikan kupon yang bisa ditukar dengan DO semen. Yang terakhir ini tentu harus mendatangi pula terlebih dahulu toko material bangunan, yang mungkin sudah tutup saat kami sampai di Solok nanti. Akhirnya kami setuju untuk memberikan uang dalam amplop saja. Biar para korban gempa itu nanti yang menggunakan sesuai dengan kebutuhan mereka yang paling utama. Kami sepakati pula untuk memasukkan seratus ribu rupiah per amplop dan uang yang Rp 12,846,000 (sebelum ditambah Rp satu juta) akan kami bagi tiga masing-masing untuk Solok dan sekitarnya, Bukit Tinggi dan sekitarnya serta terakhir Batu Sangkar dan sekitarnya. Ternyata ustad Zul sudah siap dengan amplop. Kami bertiga (aku, umi Yusra dan anakku) bergotong royong memasukkan uang ke dalam amplop. Mobil kami melaju menuju ke arah Padang Panjang. Tidak terlihat kerusakan akibat gempa di sepanjang jalan ini sampai ke Kayu Tanam. Di lembah Anai barulah terlihat bekas longsoran tebing yang sudah dibersihkan. Umi Yusra yang rupanya membawa bekal untuk makan siang mengingatkan untuk mencari tempat yang nyaman untuk berhenti dan makan. Tapi waktu mobil mau dihentikan dekat sebuah tebing beliau melarangnya. Khawatir kalau-kalau tebing itu nanti runtuh pula. Akhirnya kami tidak jadi berhenti. Mobil terus melaju. Kira-kira 300 meter sesudah air terjun Anai kami lihat bongkah batu sebesar meja menutupi rel keretapi. Aku mengajak berhenti sebentar untuk memotretnya. Kami teruskan lagi perjalanan. Entah kenapa (mungkin ustad Zulharbi yang memutuskan) kami berhenti di restoran pak Datuk di Padang Panjang untuk makan siang. Memang sudah lumayan lapar karena sudah jam tiga lebih dan di pesawat kami hanya dapat segelas air. (bersambung) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
