Dewis :-),...

Ambo cut nan dibawah yo,..

Waktu tahun 99 dan 2000 itu ambo diundang oleh Pemerintah Kota Padang untuk 
sosialisasi Otonomi Daerah dan waktu itu ambo tidak sendiri karena didampingi 
oleh teman teman dari BPS :-)

Tapi seperti biasa da, salah satu dosen ambo DR Romzy Muhammad sangat suka 
melihat presentasi ambo tentang teknologi dan otomoni daerah makonyo ambo dibao 
sato.

Nah tibo tibo sajo waktu tanya jawab, kepala dinas pendikan bertanya tentang 
teknologi dan pendidikan, nah saat itu lah ambo sampaikan ide simple ini da :-)

Otereh Dewis.

Regards
Ronal Chandra
 
Mungkin dek hitungan ndak jaleh mangko, ndak tatarik walikota padang 
 
Is St. Marajo 
www.cimbuak.net 
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari   

 
 
 
  
 
 
 
 

 Da Arnoldison,...
 
 Coverage ICON+ masih terbatas jakarta dan surabaya dan kayaknya masih mimpi 
kalou harus sampai ke Sumbar.
 
 Kemudian teknologi dibelakang PLC adalah FO nah ini sangat base on location, 
hmmm intinya teknologi ini ruwet dah he he he.
 
 Paling gampang dan murah WIFI da, malah bisa ambo katakan investasinyo sangat 
murah kalou dibandingkan teknologi lainnya.
 
 Ambo beberapa kali kepadang sering memperhatikan topologi geografisnya dan 
sangat datar dan mudah sekarang implementasinya.
 
 Kalkulasi biayanya pun bisa dibebankan kepada siswa dan sekolah. Kapasitas 
bandwidth yang digunakannya pun bisa share dengan sekolah sekolah yang mau 
ikutan.
 
 Kalkulasi sederhana ambo,...
 
 Dijakarta harga bandwidth untuk 128 Kbps adalah Rp 6.000.000, ambo assumsikan 
harga bandwidth 128Kbps dipadang sekitar 8 - 10 juta perbulan.
 
 Ambo berpendapat 128Kbps itu digunakan oleh 3 SMU dengan share pembayaran 3 
juta tiap bulannya.
 
 Teknisnyo, masing masing sekolah dibatasi penggunaan komputernya 10 - 15 jadi 
total untuk 3 SMU adolah 45 komputer.
 
 Asumsinyo disaat bersamaan apa bila seluruh PC online maka masing - masing PC 
akan mendapatkan akses 2.8 Kbps ( ini sudah standar untuk hitungan PC). Nah apa 
lagi kalou masing masing SMU bisa membuat schedule yang rapih dan saling 
ter-organisir baik sehingga tiap tiap PC akan mendapatkan lebih dari 3 Kbps.
 
 Jadi dengan kata lain, masing masing PC akan mendapatkan minimal 3 Kbps saat 
penuh dan 128 saat sepi pemakaian.
 ---------------------
 
 Ok da sekarang kita hitung returnnya,...
 
 Untuk bisa melakukan koneksi internet tiap SMU harus meng-alokasikan dana 3 
juta tiap bulan. Seandainya sebuah SMU punya 500 siswa maka masing masing siswa 
harus merogoh dari koceknya Rp 6000 rupiah per-bulan. Dengan begitu fasilitas 
Lab sekolah akan bisa full koneksi ke internet dengan kecepatan 128 Kbps.
 
 Kalou misalnya SMU tersebut punya 1500 siswa, maka hasilnya 1500 * 6000 = 
9.000.000 sudah berlebih kebutuhan bandwidth, nah kelebihan dana yang 6.000.000 
bisa dipergunakan untuk peningkatan skill para guru dan pembimbing.
 
 Ambo berpikir, harga warnet di padang 5 - 6 ribu per-jam dipadang, tentunya 
harga 6000 yang dibebankan oleh sekolah setiap bulannya sangat sangat murah, 
karena dengan begitu mereka bisa ber-internet tanpa harus ada batasan waktu.
 
 Belum lagi kalou ditambah dengan teori bahwa "Semakin besar bandwidth maka 
akan semakin banyak SMU SMU yang bisa interkoneksi.
 
 Satu kota padang aja dijadikan percontohan, baru kemudian beralih ke kota kota 
lainnya.
 
 Jadi ambo berpendapat, percepatan penetrasi teknologi informasi di Sumbar 
harus di speed-up karena emang semuanya sudah mendukung.
 
 Tahun 99 or 2000 ambo pernah sampaikan teori ini didepan walikota padang dan 
seluruh jajarannya, kalou ambo indak salah waktu itu kepala KPDE nya Ibu ibu 
(ambo lupo namonyo) mungking Pak Indra Cati ingat ?
 
 Dulu teknologi belum semaju ini dan ambo sudah berani berkata seperti itu dan 
saat itu umur ambo masih 20th.
 
 Apalagi saat ini teknologi sangat..sangat murah.
 
 Harusnya semakin berkembangnya teknologi kesempatan kesempata ini bisa 
dimamfaatkan untuk peningkatan berbagai sektor di Sumbar termasuk Pendidikan.
 
 Regards
 Ronal Chandra
 
 Regards
 Ronal Chandra
 
 
 Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

 Wassalamu'alaykum wr.wb
 
 Dusanak Ronald, bagaimana kabarnya penggunaan internet dengan meemakai
 fasilitas jaringan PLN, bukankah ICON+ (anak perusahaan PLN) telah
 mengembangkan teknologinya, dari PLC (Power Line Communication) ke
 BPL(Broadband Over Powerline) apakah sudah bisa dimanfaatkan ?
 
 Terimakasih
 
 Arnoldison
 
 Tuesday, April 17, 2007, 12:30:26 AM, you wrote:
 
 RC> Assalamu'alaikum Wr..Wb
 -- dikuduang
 
 RC> Saya pernah bermimpi melakukan interkoneksi seluruh sekolah dan
 RC> universitas di kota padang yang kemudian dilanjutkan ke kota
 RC> padang panjang trus sampai bukittinggi, huah seperti mimpi rasanya
 RC> bisa penetrasi ini bisa dilakukan di Sumatra Barat.
 
 RC> Hal ini bisa secara pasti bisa meningkatkan mutu pendidikan kita
 RC> dan juga memberantas buta huruf di kampuang awak serta sanggup
 RC> membuka wawasan para generasi Minang berikutnya.
 
 RC> Saya berpendapat, seandainya apa yang sudah diperjuangkan oleh
 RC> teman teman dibidang teknologi informasi dapat diwujudkan di
 RC> Sumatra Barat, mungkin sumbar dapat menyaingi kota kota lain dalam
 RC> melakukkan penetrasi teknologi informasi yang ber-ujung dengan
 RC> peningkatan mutu pendikan dan industri industri lainnya.
 
 RC> Regards
 RC> Ronal Chandra
 
 
 
 
  
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check out new cars at Yahoo! Autos.
  
  
 


       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke