Saya pikir ketidakterjangkauan obat oleh orang miskin Indonesia yang disikapi dengan memproduksi sendiri obat murah (yang belum tentu murah) tidak lah tepat. Pendapat saya, idealnya adalah bagaimana setiap orang Indonesia meliputi juga orang miskin mendapatkan pengobatan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran masa kini Indonesia (SITKIMI). Konsep ini bertolak dari kenyataan bahwa persoalan penegakan diagnosis (meliputi pemeriksaan laboratorium, imaging) dan persoalan penatalaksanaan baik operasi maupun tidak operasi masih menjadi masalah yang membuat seorang masyarakat Indonesia tidak tertangani dengan standar ilmu dan teknologi kedokteran Indonesia masa kini (SITKIMI).
Saya ambilkan satu contoh kasus yang pernah saya tangani sendiri di salah satu RSUD di Jawa Barat. Wanita umur 15 tahun dengan tumor di ujung paha kanan. Seharusnya wanita ini mendapatkan pelayanan diagnostic (pelayanan yang sesuai standar ilmu dan teknologi kedokteran Indonesia masa kini) seperti Laboratorium rutin dan khusus, Imaging (plain X ray, CT scan, MRI dan Bone scan), Patologi Anatomi; pelayanan terapi seperti kemoterapi atau radioterapi, operasi dan rehabilitasi pasaca terapi. Kenyataannya si wanita ini tidak mendapat pelayanan sesuai standar ilmu dan tekonologi kedokteran Indonesia masa kini. Relevan kah Program obat serba rp 1000 pada kasus seperti ini????. Lantas program ini relevan untuk penderita yang mana??? Masih banyak kasus lain yang saya tangani namun tidak sesuai dengan standar yang saya maksud diatas dan tidak pula bisa diatasi dengan program yang optimis baru diluncurkan depkes. Beberapa program terdahulu seperti JPS, MASKIN, GAKIN setidaknya sudah cukup banyak membantu masyarakat menengah dan bawah. Namun menurut hemat saya belum optimal. (gagasan mengenai konsep ini akan saya tulis di lain waktu, beberapa test case pada orang miskin sudah pernah saya coba dengan hasil yang cukup memuaskan si pasien miskin) Rahyussalim _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Riri - Mairizal Chaidir Sent: Wednesday, May 09, 2007 10:01 AM To: [email protected] Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Depkes Luncurkan Obat Serba Rp1.000 Saya bukan dokter, apoteker, ataupun pengusaha yang berkaitan dengan obat2an. Cuma, rasanya terlalu sumir kalau ada simpulan bahwa "obat murah tidak manjur", sebaliknya "obat mahal pasti top" No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.6.6/794 - Release Date: 5/8/2007 2:23 PM --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan email yang terdaftar di mailing list ini. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
