Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatu,
Riri, dawan pernah maota-ota jo Haji Can (pemilik Simpang Raya)
Kramat Raya, puncak dll.
Wakatu itu baliau masih menjabat ketua persatuan rumah makan Minang
se-Indonesia.
Dalam salah satu topik dawan batanyo masalah masakan Minang ko..dan
apo usaho persatuan untuak ma-atasinyo.
Jawaban baliau alah ado inovasi nan sudah diterapkan dalam mamasak
dan alah dipraktekkan anggotanyo... Tapi sacaro detail dawan indak
mancatat.nan takana keceknyo di Simpang Raya alah ado menu dari
masakan Minang rendah kolesterol.
Tapi awak indak paralu takuik bana..makan selah..mumpuang masih bisa
makan..baa tuh..
wasalam,
ridwan m
Riri - Mairizal Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sanak Ahmad Ridha,
Mungkin "nasib" kacang lebih beruntung dibandingkan masakan Padang, karena
ada yang mensponsori penyebaran informasi bahwa kacang bebas kolesterol.
Tetapi, saya perhatikan, informasi ini hanya menyebut kacang, tidak menyebutkan
"tergantung cara pengolahan".
Saya tidak tahu, apakah untuk masakan Padang juga akan ada semacam kampanye
seperti itu.
Kalau penelitian secara parsial tentang bahan baku dan bahan pembantu untuk
masakan sudah banyak yang dipublikasikan, termasuk yang dari salah satu sanak
di RN ini - tahun 2001 tentang minyak kelapa.
Mudah2an suatu saat ada penelitian tentang masakan Padang, sehingga bisa
menjawab keraguan sebagian orang.
Riri
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---