Ambo sapakat jo pandapek pak Chaidir.
Jan talalu capek mamburuakkan nan diawak.
Soal petani  Indonesia yang masih miskin bukan karena kepemilikan tanah
yang sedikit atau karena kebanyakan di Jawa sana mereka hanya sebagai
buruh tani saja.
Hendaknya dipertimbangkan juga kondisi saat ini dimana hasil pertanian
baik padi, sayur mayur, palawija sering susah untuk menutup biaya
produksi (bibit,pupuk, insektisida) sehingga tenaga dan waktu mereka
yang dihabiskan untuk bertani banyak terbuang percuma saja.
Keberpihakan pemerintah pada petani seperti di Jepang, Amerika, Perancis
dll belum tampak.  Proteksi dari pemerintah yang didapat petani Luar
Negeri dari pemerintahnya belum ada disini. Apalagi  dengan alasan demi
mengamankan Investasi pihak Luar , para petani sering dirugikan.

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of chaidir latief
Sent: Wednesday, June 13, 2007 8:41 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Tanah Ulayat dan Hernando de Soto


Mantari Sutan yang bauk
 
Janganlah  cepat memvonis sistim kepemilikan lahan menurut adat
Minangkabau pangka bala kemiskinan, Perlu dibedakan antara Ulayat atau
harta bersama turun temurun dan kepemilikan pribadi atau harta pencarian
yang lebih dikenal pusako randah Sistim adanya harta bersama malah
dipuji banyak urang dan  dinamakan oleh de Jodselin de Jong sebagai "
social fund " atau sebagai ban serapa kaum Dengan sisitim iko urang
Minang ,alah tidak boleh miskin Setidak tidaknya mereka punya ban serep
Masak titik peluh leluhur dikatakan pangka bala kemiskinan Kalau itu
pencarian sendiri atau orang tua berlaku hukm islam.  Malaha itu yang
mendorong lelaki Minang rajin berusaho indak hanyo maarokkan harto
pusako
Chaidir N Latief


----- Original Message ----
From: Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, June 13, 2007 11:59:47 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Tanah Ulayat dan Hernando de Soto



Saya tidak pernah mempelajari ekonomi secara khusus.  Pengetahuan saya
soal ekonomi sangatlah terbatas, mungkin mendekati nihil.

Saya pernah mendengar nama Hernando de Soto sekilas.  Terutama
menyangkut pemikirannya soal kemiskinan di dunia ketiga.  Yang katanya
disebabkan oleh pola kepemilikan lahan tidak jelas.  Lebih banyak secara
informal. Ini menyebabkan, akses ke permodalan tidak pernah ada.  Kata
de Soto pula, Jepang dan Amerika maju karena sistem kepemilikan lahan
mereka jelas.

Pertama mendengar gagasan ini, saya langsung ingat pada sistem tanah
ulayat pusako tinggi di kampung saya.  Dan menurut saya -yang muda
mentah ini- sangatlah tidak jelas.  Namanya juga tanah komunal, idealnya
memang untuk kepentingan komunitas.  Tapi prakteknya, subjektivitas
penggarapan pasti akan selalu ada.  Mamak kepala kaum, mamak kepala
waris, para tungganai atau apapun istilahnya tetap akan sulit 100%
objektif dalam pendistribusian tanah garapan.   Apalagi jika dalam
sebuah suku sudah terbagi dalam paruik-paruik, dimana distribusi orang
dan lahannya juga akan sulit merata pula.

Mendengar de Soto dan melihat kondisi paruik, suku dan nagari saya.
Saya jadinya manggut-manggut.  Pantasan kita tidak pernah maju di bidang
ekonomi.  Di tanah jawa, juga begitu.  Kata kawan saya yang orang jawa,
kepemilikan tanah juga masih kabur.  Katanya akibat culture stelseel
zaman dulu.  Diaman setelah itu hanya meninggalkan istilah tanah negara,
garapan, sultan grant, girik dan sebagainya.

Sekali lagi, saya ingin bertanya kepada anggota milis ini tentang
pendapat Mr de Soto ini dan tanah ulayat kita.  Maklumlah, saya tak
mengerti ekonomi.  Tak paham hukum agraria.  Yang saya pahami, hanyalah
saya tak punya uang.  Dunsanak di kampung banyak yang kere pula.

Salam


________________________________

Need a vacation? Get great deals to amazing places
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48256/*http://travel.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTF
hN2hucjlpBF9TAzk3NDA3NTg5BHBvcwM1BHNlYwNncm91cHMEc2xrA2VtYWlsLW5jbQ-->
on Yahoo! Travel. 



________________________________

Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48248/*http://search.yahoo.com/search?fr=oni
_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz> 




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke