Assalamu'alaikum wr.wb.
*"Terutama menyangkut pemikirannya soal kemiskinan di dunia ketiga. Yang
katanya disebabkan oleh pola kepemilikan lahan tidak jelas. Lebih banyak
secara informal. Ini menyebabkan, akses ke permodalan tidak pernah ada.
Kata de Soto pula, Jepang dan Amerika maju karena sistem kepemilikan lahan
mereka jelas.*
*Pertama mendengar gagasan ini, saya langsung ingat pada sistem tanah ulayat
pusako tinggi di kampung saya. Dan menurut saya -yang muda mentah ini-
sangatlah tidak jelas. Namanya juga tanah komunal, idealnya memang untuk
kepentingan komunitas. Tapi prakteknya, subjektivitas penggarapan pasti
akan selalu ada. Mamak kepala kaum, mamak kepala waris, para tungganai atau
apapun istilahnya tetap akan sulit 100% objektif dalam pendistribusian tanah
garapan. Apalagi jika dalam sebuah suku sudah terbagi dalam paruik-paruik,
dimana distribusi orang dan lahannya juga akan sulit merata pula.
**Mendengar de Soto dan melihat kondisi paruik, suku dan nagari saya. Saya
jadinya manggut-manggut. Pantasan kita tidak pernah maju di bidang
ekonomi. Di tanah jawa, juga begitu. Kata kawan saya yang orang jawa,
kepemilikan tanah juga masih kabur. Katanya akibat culture stelseel zaman
dulu. Diaman setelah itu hanya meninggalkan istilah tanah negara, garapan,
sultan grant, girik dan sebagainya"*
**
Izinkan saya memandang dari sudut "Plant Engineering" untuk wacana Hernando
de Soto dan tanah ulayat di atas. Bisa untuk tambahan pembanding.
Kalau boleh saya tahu berapa % yang merupakan tanah ulayat dari luas tanah
di Sumbar???
Berapa % yang digarap dan berpa % yang terbengkalai dari total tanah ulayat
itu??? Dari tanah ulayat yang terbengkalai berapa % karena ketidakjelasan
status tanah dan berapa % karena faktor lainnya??. Sekarang ini kalau bicara
kemajuan perekonomian artinya bicara investasi di bidang industri. Amerika
dan Jepang adalah negara Industri maju, dimana perekonomiannya belum bisa
dibanding dengan Indonesia apalagi dengan Sumatera Barat.
Kalau ada investor yang mau investasi biasanya pemerintah lah yang menjadi
mediator, fasilitator dan regulator untuk penyediaan tanah. Biasanya
masyarakat yanga tanah ulayatnya diminati untuk investasinya investor diberi
pilihan yang sama-sama menguntungkan (bisa relokasi, plasma, ganti rugi,
dll). Sebagai contoh Afrika juga masih luas tanahnya tapi perekonomiannya
belum berkembang karena dilanda perang saudara, Dubai yang dulunya gurun
pasir sama Emirnya dirubah menjadi pusat perdagangan dan perekonomian serta
sorga wisatawan di kawasan Timur Tengah (pertumbuhan ekonominya pesat
sekali).
Perekonomian suatu daerah akan maju kalau banyak pemodal mau
menginvestasikan uangnya di suatu daerah. Bicara investasi erat kaitannya
dengan organisasi dengan perencanaan strategis. Dalam ilmu "Plant
Engineering" Organisasi tanpa perencanaan strategis adalah resiko. Beberapa
poin utama resiko yang biasanya diperhatikan adalah :
*Safety* people are still getting hurt
*Revenue* long term price declines are prevalent
*Facilities* older plants cost more to sustain and maintain
*Infrastructure* reliable equipment is essential to profitability
*Competition* it's global and getting tougher
*Costumers* they are demanding more for less
Disamping itu untuk pemilihan lokasi investasi biasanya yang diperhatikan
adalah :
1. Selecting the location
a. Factor cost
b. Protected market and economies of scale
c. Government influences
d. Corporate matters
e. People matters
2. Services
a. Availability of water
b. Trade effluent disposal
c. Electricity
3. Ecology and pollution
a. Baseline studies and modeling
b. Environmental standards
c. Environmental assessment
d. Resource planning
e. Environmental management
Dari paparan di atas bisa dilihat..tanah belum menjadi poin utama dalam
resiko investasi..
Okelah ada kepastian terhadap status tanah. Tapi kalau kepastian politik,
regulasi investasi, sdm, market, dan infrastruktur belum lengkap, maka bisa
dipastikan investasi beralih ke daerah lain.
wassalam
Reza
**
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---