Wa' Alaikum salam,
Hukum Islam mengi'tiraf keberadaan dan peranan adat ('urf dalam istilah
Arabnya) dalam mengatur menyusun cara hidup Minang/Minang way of life. Serentak
itu 'alim ulamak menjelaskan kepada kita yang pegangan kepada adat itu sendiri
tidak boleh bersifat mutlaq. Nilai, hal kebudian yang mengangkut memajukan
kemaknusiaan dan tata susila dalam pentadbiran masyarakat dan negara boleh di
hayati sebaik baiknya. Malah, hukum Islam menyokong dan menggalak menyuburkan
unsur unsur kebaikan dalam skima adat yang termasuk dimensi nilai, hal kebudian
dan tata susila. Selagi unsur unsur kebaikan dalam adat masih sejajar dan
selari dengan maqasid assyariah/general principles of Islamic law, adat
tertentu itu boleh di hayati dengan baik.
Adakah pegangan terhadap (hukum) adat mutlaq? Ulamak dan hukum Islam menjawab
tidak. Dalam telahan saya, ketidakan ini telah di simpulkan dalam political dan
religious compromise di Piagam Marapalam yang akhirnya terumus dalam sengkatan
ABS-SBK. Keterikatan dan kesendian adat kepada hukum Islam telah di sefakati
bersama oleh pemuka adat, penguasa/orang istana dan 'alim ulamak Minang. Adat
dan hukumnya tidak boleh bertaraf seganding sebahu/co-equality dengan hukum
Islam. Adat dan hukumnya boleh dianggap sebagai atau bersifat complimentarity
dengan hukum Islam. Adat dan hukumnya tertegak dan mempunyai social, legal dan
political legitimacy nya hanya dengan keberadaan Islam, hukum Islam dan addin
ul Islam di tanah Minang. Cara hidup dan adat Minang yang turun menurun ini di
perkukuh dan di perbaiki dengan menjadikan Islam sebagai the main and absolute
intellectual reference yang wujud dalam ABS-SBK itu.
Perkongsian adat dan Islam dalam ABS-SBK, dalam pengertian saya, ialah hubungan
dua hala dimana hukum Islam dan tasawwur Islami menjadi absolute intellectual
reference. Dengan sandaran Islami ini lah adat Minang bertambah kuat dan
penghayatannya bertambah kukuh. Nilai keMinangan kini boleh diertikan sebagai
penampilan ma'na diri sebagai Muslim. KeMinangan ini tidak bedanya dengan
pengangan terhadap Islam itu sendiri. KeMinangan sedemikian ini adalah pada
hakikatnya an Islamic ethnical exspression or identification nya orang dan
masyarakat Minang. Pegangan sedemikian rupa, dalam pengamatan saya, lebeh ampuh
dari berpegang kepada Pancasila.
Beradat, dalam pandangan saya, juga boleh diertikan sebagai menghaluskan budi
pekerti. Masyarakat Timur, termasuk orang Minang, mementing sekali ekspresi
berbudi bahasa dan estetika. Penghalusan budi yang tertera dalam adat Minang
sesungguhnya unggul malah berani saya katakan senantiasa modernistic dan maju.
Cernaan yang tepat dan tidak jumud dalam perumusan hukum Islam di Ranah Minang
akan memberi tapak dan landasan untuk adat Minang maju dalam penghalusan budi
dan berbahasa nya orang Minang.
KeMinangan yang di ertikan ini tidak dapat mengkotak kotak/compartmentalized
antara Islam dan adat, Islam dan cara hidup, Masjid dan public space, dan agama
dan politik. Adat dapat legitimasi dari Islam. Dukungan legitimasi ini
membolehkan adat beroperasional dalam public space di Ranah maupun di luar
Ranah. Adakah ini setimpal dengan baldatun taiyibbatun ghafur? Ini lah harapan
kita.
Ma'af sekiranya terkasar bahasa.
Darul M <[EMAIL PROTECTED]> wrote: v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape
{behavior:url(#default#VML);} Assalamua'alaikum WW
---------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---