Pak Ahmad Ridha, Setuju "Perkara ibadah bersifat tauqifiyah". Kito diperintah 
untuk menuntut ilmu sampai akhir hayat supayo kito labiah mangarati apo nan 
diperintahkan Allah dan RasulNYO dan apo pulo diharamkan. Namun kebanyakan suko 
maambiak sepotong2 supayo muda diputa baliakan sahinggo menghalalkan nan haram 
dan dengan mudanyo mengharamkan yang halal. Dengan sepenggal kalimat yang 
diambiak dari ayat2 Allah atau Hadist Rasulnyo dengan mudahnyo mengharamkan 
yang sesungguhnyo halal dan bisa sabaliaknyo

Sabalun ambo manulihkan alinea terakhir nan pak Ahmad Ridha kutipkan, ambo kan 
mambaco dulu "alasan2 maulud nabi dilarang" nan dikatangahkan sanak Zultan. 
kasadonyo seolah2 meyakinkan sacaro pribadi ambo ndak dapek manarimo. Ambo 
ambiaklah fokusnyo pado alasan nan manyabuikan ndak ado dalilnyo. Fokus itulah 
nan paliang muda ambo jawek.

Kalau kito berpegang pado "Perkara ibadah bersifat tauqifiyah" mako ndak ado 
diduniako nan ndak ado dalilnyo karano lah disabuik dalam ayat Allah "Telah 
kusempurnakan agamamu" Ayatko lah dikutipkan juo dek sanak Zultan. Lah ambo 
contohkan dalam menanggapi ucapan "Selamat Ulang Tahun" kalau namuah menelusuri 
mako akan ditemukan kesimpulan bahasonyo ucapan itu adolah ibadah nan ado dalam 
perintah Allah dan RasulNYO. Ndak maniru urang kapia do.

Dalam hal maulid nabi. Nan ambo baco kan ndak ado dalilnyo dan ndak ado 
dicontohkan oleh rasulullah   maupun sahabat. Bilo kito telusuri baitu banyak 
petunjuk bahasonyo maulud itu suatu hal yang sangat penting dalam Islam bahkan 
kelahiran Rasulullah Muhammad s.a.w telah dikabarkan dalam kitab2 Allah 
sebelumya. Kalau hanyo disabuikan ndak ado dalilnyo baitu sajo tantunyo banyak 
bana nan kito lakukan jatuahnyo ndak ado dalilnyo berati mengingkari 
kesempurnaan agama Islam yang diturunkan Allah pado RasulNYO.

Ambo tertarik juo kalimat pak Ahmad Ridha...
"...kita tidak bisa mengatakan bahwa mengkhususkan belajar pada hari atau waktu 
tertentu lebih berpahala
tanpa keterangan yang jelas."

Jawabnya begini :
Kita tidak dapat mengatakan waktu2 tententu lebih besar pahalanya hanya 
karena kita belum tahu....maka belajar! Setelah belajar diharapkan kita 
memperoleh keterangan yang jelas....

Belajar adalah perintah Allah sampai akhir hayat. Mengerjakan perintah Allah 
adalah ibadah.
Allah menciptakan alam ini tidak rata. ada tinggi ada rendah, ada baik ada 
buruk. Pada waktu2 tertentu kita diperintahkan berpuasa dan pada hari tertentu 
pula kita diharamkan berpuasa. Pada jam2 tententu kita diperintahkan menunaikan 
sholat, Allah menjanjikan pahala yang besar pada sepertiga malam, pada bulan 
puasa  Kenapa?... Setidaknya dapat kita pahami bahwa pahala2 yang diberikan 
Allah tidak sama dari waktu ke waktu. semua harus kita pelajari. Hanya satu 
yang tidak boleh kita pelajari yaitu tentang Zat Allah.

Salam,
Zulidamel L49 Jkt


________________________________
 Dari: Ahmad Ridha <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Rabu, 22 Agustus 2012 20:17
Judul: Re: [R@ntau-Net] Selamat Ulang tahun===>Bukan Syiar 
Islam....!!!!!!!!!!!!!!!
 
2012/8/22 Zulidamel Badri <[email protected]>:

> Kembali ke firman Allah  [QS. An-Nisaa': 59] nan lah dikutipkan oleh sanak
> Zultan.
> Ndak ado perintah, ndak ado pulo larangan. Namun  banyak yang mengambil
> kesimpulan "Dilarang". Bukankah termasuk bid'ah melarang apa yang tidak
> dilarang oleh Allah dan rasulNYA.
>

Pak Zulidamel,

Perkara ibadah bersifat tauqifiyah yakni kita hanya bisa mengetahuinya
dari perintah Allah dan Rasul-Nya. Alasan kita mengerjakannya adalah
semata sebagai penghambaan kita kepada-Nya. Kadang kita paham
hikmahnya, kadang tidak. Contohnya: jumlah raka'at dalam shalat
ditetapkan melalui hadits. Kita tidak bisa memperbanyak jumlah raka'at
dalam shalat Shubuh dengan asumsi bahwa lebih banyak, lebih baik.

Di sisi lain, untuk urusan non-ibadah, hukum dasarnya adalah halal,
kecuali diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Contohnya, kita bisa
memanfaatkan pelbagai makanan dan minuman, kecuali yang diharamkan.

Di sini bukan berarti bahwa kegiatan seperti makan dan minum tidak
punya memiliki dimensi ibadah. Memang ada karena makan dan minum
menjadi sarana menjadikan diri kita mampu memenuhi perintah-perintah
Allah. Kita juga diberikan perintah dan larangan terkait makan dan
minum. Namun, kita tidak bisa mengatakan bahwa memakan suatu jenis
makanan spesifik lebih dicintai Allah dan Rasul-Nya tanpa ada
keterangan yang jelas.

Contoh lain, menuntut ilmu adalah perbuatan yang diperintahkan
sehingga merupakan ibadah. Namun, kita tidak bisa mengatakan bahwa
mengkhususkan belajar pada hari atau waktu tertentu lebih berpahala
tanpa keterangan yang jelas.

Allahu Ta'aala a'laam.

Wassalaam,
-- 
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke