Wa'alaikum salam. Ambo mancubo mancaliak sisi lain politik. Sisi2 yg terkait 
dgn manajemen. Sebetulnya, sisi2 spt ini dalam dan kompleks. Misalnya ttg 
manajemen keuangan politisi, bagaimana membagi neraca keuangan antara kubutuhan 
keluarga, pribadi, masyarakat, partai dan lain2.  Orang memandang politik sudah 
take for granted atau given sajo. Padahal, byk sisi2 teknisnyo nan paralu 
dibukak. 

Sent from my iPad

On 13 Okt 2012, at 10:26, Elthaf Hidjaz <[email protected]> wrote:

> Asswrwb,
> Sanak IJP, menarik apo nan sanak tulis tu, ambo mancaliak urang kini
> labiah condong mancaliak "out put" dan profil dari analisis
> konsultant, misalnyo katiko mampublish seseorang ikuik pilpres,
> pilkada, mayoritas masyarakat labiah mancaliak "sia nyoh" dan "takah"
> nyo.
> 
> Pado prinsipnyo apo nan sanak tulis tu paralu disikapi dg serius bagi
> tokoh2 nan nio maju d pilpres atau pilkada, malah juo Pileg.
> 
> Mokasih sanak IJP ateh tulisannyo.
> 
> Salam
> Elthaf
> Sentral Senayan, Jkt
> 
> On 10/12/12, Indra Jaya Piliang <[email protected]> wrote:
>> http://indrapiliang.com/2012/10/12/dicari-konsultan-spesialis/
>> 
>> Jumat, 12 October 2012Dicari: Konsultan Spesialis!
>> 
>> Oleh
>> Indra J Piliang
>> Ketua Balitbang DPP Partai Golkar
>> 
>> Dunia
>> politik kini semakin berkembang menjadi industri baru. Industri yang
>> penuh uang. Politik, sebagai ambisi, bisa jadi tidak lagi memikirkan
>> jumlah uang yang dipakai. Dari sini juga, politik bukan lagi sekadar
>> mengejar kekayaan. Politik memasuki fase aktualisasi diri, pengejaran
>> prestise atau bahkan hanya sekadar patung yang dibuat setelah
>> meninggalkan dunia yang fana. Akibatnya, hampir semua dipertaruhkan,
>> tidak peduli dengan persepsi yang berkembang di sebagian kalangan.
>> 
>> Saking
>> banyaknya uang yang beredar di dunia politik, industri pers ikut
>> kecipratan. Kita bisa membacanya dari data-data AC Nielsen. Konvensi
>> Nasional Partai Golkar 2003-2004 adalah fase awal penerimaan besar
>> industri pers dari iklan-iklan politik. Puncaknya adalah pemilu 2004 dan
>> pilpres 2004. Hal itu terus terulang lagi ketika pemilihan langsung
>> kepala daerah dimulai pada tahun 2005. Dari sini, sejumlah konsultan
>> politik muncul, baik di lapangan survei, iklan, pembuatan visi dan misi,
>> sampai penulisan buku, pencetakan kaos, baliho, spanduk, kalender dan
>> lain-lain.
>> 
>> Mobilisasi massa juga hadir dengan para penggeraknya.
>> Sebetulnya, “industri kecil” pengerahan massa ini sudah dimulai ketika
>> aksi-aksi demonstrasi mulai diberi kebebasan. Para tokoh di
>> masing-masing daerah mencuat dengan biaya mahal. Belum lagi para artis
>> yang dilibatkan dalam kampanye terbuka. Dunia artis semakin mudah masuk
>> ke lapangan politik. Era pemilu 2009 – yang dimulai sejak Pilkada 2005 –
>> menyambut kalangan artis ini beralih rupa menjadi politisi dan pejabat
>> negara. Beberapa berhasil, namun banyak juga yang gagal.
>> 
>> Pernah
>> ada upaya untuk menekan biaya politik dengan cara mengembalikan sistem
>> politik ke arah yang semakin tertutup. Misalnya, dengan menghilangkan
>> suara terbanyak, mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD atau
>> bahkan hanya melibatkan Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pihak
>> yang memilih Presiden dan Wakil Presiden. Hanya saja, usaha ini
>> sepertinya tidak banyak yang mendukung. Alasannya, secara sederhana,
>> tentulah “kenikmatan” biaya politik yang mengalir ke banyak kantong,
>> termasuk para pembuat kartu nama, pedagang asongan sampai sopir bus
>> pengangkut massa. Alasan yang lebih substantif, jangan lagi demokrasi
>> dibajak kaum elite.
>> 
>> ***
>> 
>> Industri konsultasi
>> politik yang kini berkembang membutuhkan para spesialis. Tugas konsultan
>> secara umum adalah mengurangi kesulitan para kandidat, menutupi
>> kelemahan yang dimiliki, meminimalisir biaya yang keluar, sampai
>> menggali potensi yang dimiliki kandidat. Karena itu juga, konsultan
>> moderen adalah konsultan spesialis dan sub spesialis yang sekaligus
>> idealis. Kalau tidak, konsultan hanya jadi benalu dalam politik,
>> menambah beban masyarakat dan bahkan bisa saja menambah buruk wajah
>> politik.
>> 
>> Hasan Nasbi, konsultan pemenangan Jokowi-Ahok dari
>> Cyrus Network, mengatakan bahwa lebih dari 50 spesialis di bidang
>> konsultan politik di Amerika Serikat. Saya mengamini itu. Konsultan
>> generik berbeda dengan konsultan spesialis dengan solusi khusus.
>> Spesialisasi berbeda dengan generalisasi. Satu wilayah pemilihan berbeda
>> dengan wilayah pemilihan lain. Sekalipun semua strategi pemenangan
>> Jokowi-Ahok dituliskan, tetap saja strategi itu tidak bisa dipakai di
>> tempat lain secara sama persis atau digunakan lagi di Jakarta dalam
>> pilkada 2017. Waktu dan ruang membatasi.
>> 
>> Ketika ahli-ahli
>> pemasaran produk konsumsi dengan tiba-tiba beralih menjadi konsultan
>> politik, saya menemukan fenomena berikut: kandidat politik dipasarkan
>> sebagaimana memasarkan produk. Ketika jadi Tim Pencitraan JK-Wiranto,
>> saya menemukan banyak sekali proposal yang fokus kepada penyebaran image
>> tentang JK-Wiranto sama persis dengan image produk konsumsi, barang dan
>> jasa. Padahal, politik membutuhkan
>> doktrinasi, program unggulan sampai kepada mitologi. Hampir semua
>> pemenang dalam pilkada memiliki mitologi khusus, sesuai dengan karakter
>> masing-masing kandidat dan kondisi demografis daerah masing-masing.
>> 
>> Para
>> spesialis inilah yang kurang di ranah politik. Jangan heran, apabila
>> pemain-pemain utama konsultan politik biasanya itu-itu saja. Kalah dan
>> menang tidak menjadi pikiran. Upaya menjadi konsultan nomor satu juga
>> tak dijadikan sebagai parameter sukses. Bahkan, sejumlah konsultan
>> bekerja dengan cara-cara yang sama, tanpa inovasi, tetapi telanjur
>> memiliki nama akibat sukses pencitraan sebagai konsultan. Yang juga
>> terjadi, pollster merangkap sebagai consultant,
>> sesuatu yang sebenarnya tabu. Belakangan, konsultan juga bagian dari
>> analis independen, sehingga suara-suara murni hasil analisis tenggelam
>> oleh sikap like or dislike.
>> 
>> Salah satu konsultan yang saya
>> anggap benar-benar memegang garis pinggir yang keras adalah Yon Hotman,
>> pendiri Mc Leader’s dan Blora Center. Keberhasilannya, meyakinkan Susilo
>> Bambang Yudhoyono untuk maju Pilpres 2004 dan mendapatkan kepercayaan.
>> Yon Hotman pernah bekerja sebagai volunteer kampanye Bill
>> Clinton di Amerika Serikat. Sayang, hanya itu yang berhasil diraih Yon
>> Hotman. Usai pilpres 2004, Yon sakit keras, dirawat di luar negeri. Dan
>> bulan lalu Yon meninggal dunia. Ia banyak bercerita kepada saya dalam
>> masa yang "kelam" itu, sebagian besar dengan nada sedih bercampur berang
>> usai Pilpres 2004.
>> 
>> ***
>> 
>> Saya sendiri pernah selama dua
>> bulan menjadi konsultan di FOX Indonesia ketika pertama kali berdiri.
>> Kliennya adalah Alex Noerdin di Sumatera Selatan. Saya mengundurkan
>> diri, kembali menjadi analis politik, lalu memutuskan terjun ke dunia
>> politik sejak 06 Agustus 2008. Sejak saat itu juga kehidupan politik
>> praktis saya alami, termasuk bertemu dengan beragam konsultan politik di
>> banyak lapangan. Di tengah kesibukan sebagai politisi, saya berdialog
>> dengan sejumlah konsultan politik, mulai dari yang generik, sampai
>> (sedikit) yang spesialis.
>> 
>> Tentu saya membayangkan kehidupan
>> politik semakin membaik. Partai politik sedang memperbaharui dirinya
>> dari dalam, dunia yang saya lihat sehari-hari. Diluar itu, saya tentu
>> berharap kawan-kawan yang menaruh periuk nasinya di bidang konsultasi
>> politik juga melakukan perbaikan diri. Sudah bukan zamannya lagi
>> mengubah prosentase kemenangan kandidat dalam survei, hanya karena
>> kliennya adalah yang ingin dapat posisi tinggi itu. Apalagi, sudah
>> saatnya menghukum surveyor yang sama sekali hanya mengutak-atik hasil
>> survei orang lain, memungutnya di tong sampah, lalu seolah sudah
>> melakukan survei secara benar.
>> 
>> Sekalipun dalam skala yang masih
>> kecil, saya juga mulai membina sejumlah anak muda untuk menjadi
>> spesialis di bidang konsultasi politik. Butuh kerja keras, memang.
>> Bidangnya juga khusus, yakni di social media, dalam artian memanfaatkan
>> dunia tanpa batas. Mediumnya: website, twitter, facebook, email, youtube,
>> games dan sarana paperless yang lain. Saya jengah melihat baliho-baliho yang
>> menyemak, koran-koran menumpuk yang tidak ada isinya dengan teknik kampanye
>> yang anti nalar,
>> pidato-pidato yang jarang diingat orang, debat yang sama sekali tidak
>> memicu adrenalin, sampai black campaign seputar foto telanjang atau
>> kehidupan pribadi yang penuh dengan bahasa kebencian.
>> 
>> Untuk
>> melihat politik hari ini lebih mudah. Buka saja situs-situs berita,
>> lalu baca komentar yang muncul. Rata-rata negatif. Sebagai pembanding,
>> baca juga situs-situs berita media massa Amerika Serikat yang berisi
>> komentar. Ada dialektika, walau dengan subjektifitas masing-masing. Yang
>> juga gampang adalah melihatmentions pada akun-akun twitter tokoh-tokoh
>> politik. Kalau tidak kuat dengan segala jenis komentar negatif dan
>> fitnah, bisa-bisa seluruh tokoh politik membekali diri dengan lebih dari dua
>> jantung dan dua hati.
>> 
>> Mudah-mudahan, jelang pemilu dan
>> pilpres 2014 kita semakin banyak menemukan konsultan spesialis. Dengan
>> itu demokrasi tumbuh, berkembang, bercabang dan berbuah...
>> 
>> 
>> Indra J Piliang, The Indonesian Institute, Jln Wahid Hasyim No. 194, Jakarta
>> Pusat. Twitter: @IndraJPiliang
>> 
>> --
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>>  1. E-mail besar dari 200KB;
>>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>>  3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 
> -- 
> Sent from my mobile device
> 
> -- 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 
> 
> 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke