*Pasar Padangpanjang Diduga Dibakar, 121 Petak Kios Hangus Terbakar*

Padangpanjang, Padek—Pedagang pasar Padangpanjang benar-benar tak bisa
lepas dari amukan si jago merah. Belum hilang trauma pedagang usai musibah
kebakaran beruntun pada tahun 2011 lalu, kemarin (22/5), sekitar pukul
04.00, kebakaran hebat kembali terjadi di pasar kebanggaan rang Serambi
Mekkah itu. Tercatat 121 petak toko/kios di los H dan I hangus terbakar.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menduga
adanya indikasi kesengajaan dalam musibah kebakaran tersebut.

Kebakaran kali pertama sejak dua tahun belakangan, mengha­nguskan 30 kios
di los H, 6 kios di los I, 48 kios pada los ikan kering, serta 33 petak
kios peda­gang antarlos.

Petugas pemadam keba­karan baru berhasil mema­dam­kan api pada pukul 05.30.
Tak ada korban jiwa dalam musibah ter­sebut, namun kerugian se­ment­ara
mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, sebagian besar pedagang tak
berhasil menye­lamatkan barang dagangannya. Apalagi, kebakaran baru
dike­tahui masyarakat sekitar pukul 04.15 atau 15 menit ketika per­tama
kali percikan api terjadi. Mereka terlihat pasrah melihat barang
dagangannya dilahap si jago merah.

Salah seorang saksi mata, Masri, 58, warga setempat, mengaku baru
mengetahui pe­ris­tiwa kebakaran itu setelah listrik padam di kediamannya.
Pada saat bersamaan, Masri melihat langit di kawasan pasar sinar memerah.
“Saya langsung keluar ru­mah untuk memastikan sumber api itu. Ternyata
benar, api membubung tinggi dari arah Pasar Padangpanjang. Saking besarnya
kobaran api, saya melihat jelas percikan api sekitar 500 meter dari arah
belakang pasar,” sebut Masri.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pa­dang­panjang, Joni Aldo
menga­takan sudah berupaya mema­damkan api begitu listrik padam. “Sebanyak
5 unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi. Kita juga mendapat bantuan armada
dari 7 kabupaten/kota terdekat, masing-masing satu unit tangki besar.
Akhirnya, sekitar pukul 05.30 api pun berhasil diji­nakkan,” sebutnya.
Selain berupaya memadam­kan api, sebagian petugas dam­kar berusaha memutus
pe­nye­ba­­ran api ke petak-petak kios lain.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Padangpanjang, Edwin ketika turun ke lokasi
menegaskan sudah menetapkan penanganan tanggap darurat satu minggu ke
depannya. Secara khusus, Edwin memerintahkan Kepala Kantor Pasar segera
membuka posko penanggulangan pasca­kebaka­ran. Posko itu ditujukan sebagai
tempat penampung aspirasi pedagang.
“Kami baru mendata jumlah petak kios yang hangus. Soal total kerugian,
untuk sementara ini masih dalam pendataan tim yang telah ditunjuk. Pemko
juga akan menujuk tim khusus mela­lui SK Wali Kota untuk pena­nganan
pascakebakaran. Tugas tim ini termasuk mengatur soal penampungan sementara
kor­ban kebakaran,” tutur Edwin kepada wartawan.

Edwin mengingatkan peda­gang tidak termakan isu-isu ber­sifat provokatif.
Apalagi, Pemko sudah meminta bantuan pihak berwajib menelusuri penyebab
kebakaran, untuk memini­mali­sir isu miring dari orang-orang tak
berkompeten dan bertang­gung jawab. “Intinya, kita belum dapat membuktikan
penyebab kebakaran,” imbau Edwin di­dam­pingi Kepala Kantor Pasar Faisal
yang baru saja dilantik Senin (20/5) lalu beserta sejum­lah kepala SKPD
lainnya.

*Api Muncul di 4 Titik*

Boleh saja Pemko Padang­panjang berhati-hati menye­butkan kebakaran, namun
tak begitu bagi Ketua Umum DPP IKAPPI, Abdullah Mansuri. Dia menduga
penyebab kebakaran ada unsur kesengajaan.

Mansuri mengaku heran Pasar Padangpanjang telah berulang kali terbakar
tanpa diketahui penyebabnya. Man­suri mendapat informasi bahwa api muncul
hampir serentak. “Secara logis kebakaran hebat sekalipun, tidak akan
serta-mer­ta berkobar sekaligus,” sebutnya.

Para saksi mata melihat ada empat titik sumber api disertai ledakan. Pada
beberapa titik juga ditemukan aroma bensin. “Biar­pun begitu, kami telah
meminta saudara-saudara pedagang di Padangpanjang untuk mene­lusurinya soal
kebenaran infor­masi itu,” tutur Mansuri.

Kebakaran yang kesekian kalinya itu telah memporak-porandakan nasib
pedagang tradisional. Mansuri meminta Pemko mengambil langkah bijak dalam
menangani korban kebakaran. “Pedagang pasar tradisional mayoritas adalah
pe­dagang kecil bermodal kecil. Atas peristiwa ini, jelas sangat ti­dak
terbayangkan kepedihan pe­dagang karena modal usaha­nya hi­lang. Kita
berharap polisi ber­tin­dak cepat dan transparan me­ngung­kap kebenaran,”
ha­rap­nya.

Sementara itu, Kapolres Padangpanjang AKBP Sofyan Hidayat ditemui Padang
Eks­pres di lokasi kejadian belum bersedia memberikan ketera­ngan. “Untuk
saat ini kami masih melakukan pengamanan dan pengembangan, serta
me­ngum­pulkan bukti-bukti sampai pihak Puslabfor datang. Se­mentara ini,
saya no comment dulu,” tutupnya.

Sebelumnya, dua keba­karan hebat juga pernah me­lan­da Pasar Padangpanjang
pada bu­lan September 2011 lalu. Keba­karan pertama ter­jadi pada 4
September 2011 meng­hangus­kan 123 petak kios di los F, G, serta beberapa
kios antarlos. Kebakaran ke­dua terjadi pada 14 September 2011 lalu.
Kebakaran ini meng­hanguskan 60 petak kios di los B, dan 60 petak kios di
los C. Selain itu, sebanyak 22 petak antar los turut terbakar. Lokasi kios
terbakar kali ini hanya beberapa los dari kedua kasus kebakaran sebelumnya.
(*)

Padang Ekspres • Kamis, 23/05/2013 11:17 WIB

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke