Korban Kebakaran Tolak Kios Darurat

 Padang Ekspres • Jumat, 24/05/2013 11:02 WIB • Redaksi • 26 klik

[image: Pedagang korban kebakaran di Pasar Padangpanjang membersihkan
kiosnya, kemarin]

*Padangpanjang, Padek*—Kebakaran hebat di Pasar Padangpanjang, masih
mis­teri. Hingga kini, 121 pedagang yang kiosnya terbakar, telah menjadi
barisan penggang­guran baru. Upaya Pemko Padangpanjang memindahkan korban
kebakaran ke penam­pungan sementara, tidak di­gub­ris para pedagang.



Penolakan itu hasil kese­pakatan para pedagang yang bernaung dalam
Persatuan Pedagang Pasar Padang­pan­jang (P5), Rabu (22/5) malam. “Itu
sudah menjadi keputusan, kita tidak akan menghuni loka­si penampungan
seperti ara­han Pemko Padangpanjang sampai ada kesepakatan an­tara pedagang
dan pemerin­tah,” sebut Ketua P5 Syailen­dra kepada*Padang Ekspres*,
kemarin (23/5).



Soal rencana revitalisasi Pasar Padangpanjang guna menampung pedagang,
Syai­lendra menegaskan, P5 mengi­nginkan pembangunan pasar te­tap
menggunakan dana APBD kota/provinsi maupun APBN. Bukan melalui investor,
seperti diwacanakan Pemko.



Pantauan *Padang Ekspres* di lokasi, beberapa pedagang mulai membersihkan
puing-puing bekas kebakaran dengan peralatan seadanya. Dul, 34,
menyebutkan, dirinya bersa­ma beberapa pedagang lainnya berinisiatif
membersihkan si­sa-sisa kebakaran guna mem­bangun lagi lapak baru.



“Jika tidak berjualan lagi, mau makan apa kami lagi pak. Seluruh modal
telah habis ter­bakar. Selain kebutuhan harian, kami juga harus mencarikan
uang untuk membayar cicilan utang dagangan ke pedagang lainnya,” sebut pria
sehari-hari berjualan ikan kering.



Dampak kebakaran juga berimbas pada lumpuhnya akti­vitas perdagangan di
Pasar Padangpanjang. Beberapa peda­gang menempati los J dan K, bersebelahan
dengan lokasi kebakaran di los H dan I, me­milih tidak berjualan dan
meng­hentikan sementara aktivitas perdagangan. “Ini wujud rasa senasib dan
sepenanggungan kami sesama rekan tertimpa musibah,” kata Is, 36, salah
seorang pedagang.



Beberapa pengunjung pasar terpaksa balik kanan karena banyak kios yang
tutup. “Ta­dinya memang mau membeli keperluan dapur, tapi banyak yang
tutup,” ujar Leni, 25, warga Padangpanjang.



*Belum Terdata *



Di sisi lain, Tim Tanggap Darurat di bawah koordinasi Badan Penanggulangan
Ben­cana Daerah (BPBD) dan Kes­bangpol masih melakukan pen­dataan kerugian
materil dan fisik. Kabid Bencana dan Keda­ruratan pada BPBD Padang­panjang,
Suarmin mengaku belum menerima hasil penda­taan dari Kantor Pengelolaan
Pa­sar dan Dinas Pekerjaan Umum. Termasuk rincian data jumlah serta
identitas korban kebakaran dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja.



“Pendataan baru dilakukan tim hari ini (kemarin, red). Kami juga belum
dapat memastikan persoalan penampungan se­men­tara,” ungkap Suarmin
me­lalui ponselnya kemarin sore.



Kapolresta Padangpanjang AKBP Sofyan Hidayat menga­takan, tim forensik
Mabes Polri dari Medan dibantu jaja­ran Polda Sumbar sudah mela­kukan olah
tempat kejadian peristiwa (TKP). “Kita belum bisa me­nyim­pulkan penyebab
kebaka­ran. Saat ini, tim foren­sik sudah bekerja dan sesegera mungkin
memberitahukan hasilnya. Ka­mi mengimbau pedagang men­jaga persatuan dan
keamanan pasar. Jangan mudah terpancing isu tidak bisa dipercayai
kebe­na­ran­nya,” imbau Sofyan. *(wrd)*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke