Dinda Imran, untungnya kisah yang disampaikan khatib Jumat yang dinda dengar tadi masih "separuh benar" karena esensinya adalah pada sikap toleransi Buya Hamka terhadap pihak lain, bukan pada sosok pihak lain itu. Jadi bukan kesalahan fatal.
Tetapi tentu saja jika nama tokoh itu bisa akurat sebagaimana peristiwa yang terjadi, akan lebih baik lagi. Wassalam, ANB 45, Cibubur Pada Jumat, 19 Juli 2013, menulis: > ** > Semoga dengan lahirnya buku ke 2 ini, sejarah nya jadi lurus.. Tak > bertukar lagi seperti pernyataan khatib jumat tadi.. > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > *From: * Akmal Nasery Basral <[email protected] <javascript:_e({}, > 'cvml', '[email protected]');>> > *Sender: * [email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');> > *Date: *Fri, 19 Jul 2013 22:16:00 +0700 > *To: *[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');><[email protected]<javascript:_e({}, > 'cvml', '[email protected]');> > > > *ReplyTo: * [email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');> > *Subject: *[R@ntau-Net] Re: (OOT) Membincang Buya Hamka di Jogjakarta > > > > Pada Jumat, 19 Juli 2013, menulis: > >> ** >> Aslm kanda akmal.. >> >> Tadi siang, dalam khutbah jumat, khatib menyebut tentang buya hamka yang >> praktek kan doa qunut sewaktu pergi ke madura atas undangan orang tua gus >> dur.. Adakah kisah ini diangkat dalam novel nya yang kedua nanti.. >> >> Ini sangat bagus dalam konteks ukhuwah islamiyah.. Dalam khutbah jumat >> nya tadi, khatib menyebut ttg buya yang muhammadiyah, karena dipersilahkan >> tuan rumah yang notabene nadliyin utk jadi imam, maka buya melakukan shalat >> sebagaimana yang diyakini orang NU. >> >> Imran, 37, tingga di pdg, asal baso, agam >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >> Teruuusss...! >> ------------------------------ >> * >> * >> > Wa'alaikum salam Wr. Wb sanak Imran, > menurut ambo ada 2 kemungkinan penjelasan, yakni: > > 1. Kalau disebut khatib yang mengundang adalah orang tua Gus Dur, berarti > itu KH Wahid Hasyim, menteri agama pertama RI, yang meninggal dunia muda > (sekitar umur 38 tahun) di awal tahun 50-an. Saya belum pernah mendengar > versi ini, meski mungkin saja terjadi di awal 50-an itu Buya Hamka sudah > bertemu KH Wahid Hasyim. > > Versi soal Buya Hamka ikut qunut Subuh yang lebih bisa diverifikasi adalah > ketika beliau diundang ke tempat KH Abdullah Syafi'i, ulama yang kondang > disebut "Macan Betawi". Di tempat KHAS lah Buya Hamka melakukan qunut > (sebagai imam). > > Lalu ketika gantian KHAS datang ke Al Azhar membalas kunjungan Buya Hamka > saat salat Jumat, Buya Hamka yang saat itu dijadwalkan menjadi khatib > dan imam, menyilakan KHAS menjadi khatib dan imam. Untuk menghormati > sahabatnya itu, dilakukan dua kali azan Jumat (yang tak pernah dilakukan Al > Azhar sebelumnya) yang dilakukan oleh bilal Al Azhar atas permintaan Buya > Hamka. > > 2. Kemungkinan besar, dua nama ini (KH Abdullah Syafi'i dan KH Wahid > Hasyim) sering tertukar (tanpa sengaja) ketika para khatib/muballigh > berkisah soal qunut Subuh yang dilakukan Buya Hamka. Sejauh ini, saya lebih > cenderung percaya pada versi kejadian itu dengan KHAS ketimbang dengan KHWH. > > Ya, sanak Imran, insya Allah kisah "toleransi qunut" ini akan ada juga di > novel TCBP 2. > > Wassalam, > > ANB, > >> 45, Cibubur > >> >> > > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
