Pak FMNS,
Justru karena itulah Buya Hamka bersifat fleksibel menghadapi orang
(kelompok) yang menerapkan qunut pada SETIAP shalat Subuh. Silaturahim
sebagai sesama muslim lebih penting bagi Buya.

Wassalam,

ANB
45, Cibubur

Pada Minggu, 21 Juli 2013, menulis:

> **
> Sanak ANB dan para sanak sapalanta yth.
>
> "Qunut Subuh" Buya Hamka ini yang terjadi bukan hanya sekali (misalnya
> hanya dengan KH Abdullah Syafi'i), melainkan (ternyata) beberapa kali baik
> dengan KH Idham Chalid maupun KH Wahid Hasyim
> bisa diintrepetasikan sbg "toleransi".
>
> Tapi patut diingat bahwa qunut itu hukumnya sunat (atau ada yg berpendapat
> lain)?
>
> Salam
> FMNS
> L65bdg
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> ------------------------------
> *From: * Akmal Nasery Basral <[email protected] <javascript:_e({},
> 'cvml', '[email protected]');>>
> *Sender: * [email protected] <javascript:_e({}, 'cvml',
> '[email protected]');>
> *Date: *Sun, 21 Jul 2013 07:57:48 +0700
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[R@ntau-Net] Re: (OOT) Membincang Buya Hamka di Jogjakarta
>
> Betul Ari,
> saya juga percaya bahwa kisah "toleransi qunut Subuh" Buya Hamka ini
> terjadi bukan hanya sekali (misalnya hanya dengan KH Abdullah Syafi'i),
> melainkan bisa beberapa kali baik dengan KH Idham Chalid maupun KH Wahid
> Hasyim.
>
> Boleh jadi berkat inspirasi toleransi qunut inilah maka Din Syamsuddin
> yang mantan ketua IPNU terinspirasi "pindah kapling" ke Muhammadiyah :) dan
> bahkan terpilih menjadi ketua umum PP pula selama dua periode.
>
> Wassalam,
>
> ANB
> 45, Cibubur
>
> Pada Minggu, 21 Juli 2013, Ari Noviandi menulis:
>
> Kanda Akmal,
>   Kalau versi yang sering saya dengar, adalah ketika Buya Hamka naik kapal
> pergi Haji yang isinya ada petinggi NU. Diatas kapal yang berminggu-minggu
> itu, yang isinya lengkap dengan pengikut Muhammadiyah dan pengikut NU kedua
> ulama besar ini bergantian menjadi imam. Ketika Buya Hamka yang jadi imam
> beliau melakukan qunut, sebaliknya jika petinggi NU yang jadi imam, maka
> beliau malah tidak qunut. Tetangga saya pak Haji yang orang betawi tiap
> bertemu saya senang sekali menceritakan kisah ini, tapi tak menyebutkan
> siapa petinggi NU itu. Ketika barusan saya google, sang 'petinggi' NU itu
> rupanya adalah KH Idham Chalid. Mungkin cerita ini bisa diverifikasi juga
> karena rasanya cukup sering saya dengar disebutkan orang.
>   Kalau cerita sang Khatib dibawah, bisa jadi salah tapi bisa jadi benar.
> Sebelum wafatnya KH Wahid Hasyim, saya rasa bisa saja ada undangan ke
> Madura tersebut. Bisa saja ditanyain ke anak keturunan atau orang dekat
> sang Kiai atau Buya Hamka. Cara lain, adalah kalau sanak Imran bisa ketemu
> khatib tersebut lagi tentu bisa juga ditanya darimana sumbernya.
>
>
> wassalam
> .ari 37thn jkt
>
>
> 2013/7/19 Akmal Nasery Basral <[email protected]>
>
> Dinda Imran,
> untungnya kisah yang disampaikan khatib Jumat yang dinda dengar tadi masih
> "separuh benar" karena esensinya adalah pada sikap toleransi Buya Hamka
> terhadap pihak lain, bukan pada sosok pihak lain itu. Jadi bukan kesalahan
> fatal.
>
> Tetapi tentu saja jika nama tokoh itu bisa akurat sebagaimana peristiwa
> yang terjadi, akan lebih baik lagi.
>
> Wassalam,
>
> ANB
> 45, Cibubur
>
>
> Pada Jumat, 19 Juli 2013, menulis:
>
> **
> Semoga dengan lahirnya buku ke 2 ini, sejarah nya jadi lurus.. Tak
> bertukar lagi seperti pernyataan khatib jumat tadi..
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> ------------------------------
> *From: * Akmal Nasery Basral <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 19 Jul 2013 22:16:00 +0700
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[R@ntau-Net] Re: (OOT) Membincang Buya Hamka di Jogjakarta
>
>
>
> Pada Jumat, 19 Juli 2013, menulis:
>
> **
> Aslm kanda akmal..
>
> Tadi siang, dalam khutbah jumat, khatib menyebut tentang buya hamka yang
> praktek kan doa qunut sewaktu pergi ke madura atas undangan orang tua gus
> dur.. Adakah kisah ini diangkat dalam novel nya yang kedua nanti..
>
> Ini sangat bagus dalam konteks ukhuwah islamiyah.. Dalam khutbah jumat nya
> tadi, khatib menyebut ttg buya yang muhammadiyah, karena dipersilahkan tuan
> rumah yang notabene nadliyin utk jadi imam, maka buya melakukan shalat
> sebagaimana yang diyakini orang NU.
>
> Imran, 37, tingga di pdg, asal baso, agam
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> ------------------------------
> *
> *
>
> Wa'alaikum salam Wr. Wb sanak Imran,
> menurut ambo ada 2 kemungkinan penjelas
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti 
> [email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', 
> '[email protected]');>.
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke