Kanda MM*** dan dunsanak Palanta RN

Kalau dalam konteks mempersingkat jarak tempuh (tentu sebagai pembanding jalan 
darat) menurut saya dan mencoba melihat kondisi Rill yang saya alami disini

Seperti Kabupaten Kutai Barat yang beribu kota Sendawar yang Bandaranya berada 
di Melak (sekitar 15 menit dari Bandara ke pusat pemerintahan ibu Kota) memang 
sangat dibutuhkan dan skala prioritas bagi mobilisasi mencapai suatu tempat 
dari ibu kota propinsi kaltim dalam hal ini Samarinda dan dari pintu gerbang ke 
Kaltim dari Propinsi lainnya yang punya bandara Internasional Sepinggan 
Balikpapan

Yaitu bagaimana jika jalan darat dari Balikpapan ke sendawar ditempuh 11-12 jam 
atau dari Samarinda ke Sendawar 8-9 jam, dengan adanya Bandara di Melak maka 
bisa dipersingkat dan memang sangat dibutuhkan yaitu hanya sekitar 40 menit 
saja dengan pesawat kecil berbaling2 (Propper Jet) yang pernumpang 12-18 orang.

Nah BIM ke Payakumbuh hanya berjarak 114 Km dengan waktu tempuh taroklah 3 jam 
maksimal kondisi normal, apa yakin ini bisa dipersingkat 20 menit saja (kalau 
penerbangan jarak lurus BIM ke Bandara di Payakumbuh dan atau di 50 kota yang 
direncanakan tsb tentu IYA BANGET) tapi berapa banyak habis waktu

Mari kita berhitung secara sederhana saja

Kita tinggal atau menginap di sebuah hotel di Kota Padang, berangkat ke BIM 30 
Menit, lalu harus diingat juga (merujuk pengalaman saya juga, jika peswat kecil 
tersebut jika on time take off nya jam 10..maka rata2 yang terjadi delay 1 jam 
bahkan 2 jam, bahkan bisa gagal terbang dengan alasan cuaca , teknis dll).

Tadi sudah 30 menitkan dari kota Padang, pswat berangkat dari BIM ke Payakumbuh 
asumsi jam 10 pagi, maka jam 9 kita sudah ada dibandara (1 jam sebelumnya check 
ini) sudah memakai waktu 1,5 jam, jika delay 1 jam. (Sudah hal biasa propper 
jet seperti itu, penumpang biasa  tidak akan mengeluh sabar menunggu seperti 
disini yang diharap tetap berangkat) maka sudah habis waktu 2,5 jam pas sampai 
di Bandara payakumbuh/50 kota.

Lalu dari Bandara Payakumb uh itu untuk ketempat tujuan kita taroklah ka pusat 
kota Payakumbuh atau Sari Lamak paling tidak 30 menit..jadi bisa 3 Jam juga 
toh..dimana tujuannya mempersingkat waktu itu..jalan darat 3 jam juga..belum 
lagi kalau pesawat delay 2 jam atau lebih seperti menunggu keadaan cuaca yang 
layak terbang untuk sekelas pesawat baling2 (propper jet)

Lain ceritanya jika pengalaman saya disini walau 3 jam-an waktu saya habis dari 
Balikpapan-Sendawar tapi sangat signifikan sekali mempersingkat waktu jika 
jalan darat 12 Jam, dan juga dari segi fisik terutama masih segar dan fit, 
dibandingkan jalan darat 12 jam nan mabuek badan rangkik2, salero makan patah 
dek paniang2 lalek baooto 12 jam :-(


Kalo perjalanan darat Padang-Payakumbuh sekitar 3 jam dengan mobil apalagi 
disopirin..itu masih dalam batas normal, senang dan wajar2 saja.


Jika bandara ini jadi...mari kita sama2 buktikan..secara reguler tiap hari p/p 
apakah jika ada investor yang berminat pesawat kecil baling2nya akan terisi 
penuh oleh penumpang dari dan ke BIM -Bandara di Payakumbuh/50 Kota yang akan 
di bangun ini.


Wass-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Muchwardi Muchtar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 27 Jul 2013 17:40:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara
 Payakumbuh Belum Prioritas

Ahaa..., Tuan  Afrizal, Anggota Komite II DPD RI Sumbar n.a.h dan (insya
Allah) a.s.

Tagalak ambo mambaco alasan Anggota DPD n.a.h nan bunyinyo saroman ko:
"Saat ini jarak akses dari Payakumbuh ke BIM sekitar 140 menit. Harusnya
yang dilakukan adalah upaya mem­persingkat jarak tempuh ke BIM tersebut,
bukan memba­ngun bandara baru” .

Komentar ambo, karano sabanta lai kami Rang Agam kamambangun baliak bandara
Padang Gaduik di Bukiktinggi, toloang pulolah usuakan ka Pemda DIY dan
Pemda Solo, supayo wanyo maapuih sajo salah satu bandara di Solo atau
bandara di Yogya. Soalnyo jarak Solo ka Yogya tu cuma 61 KM sajo (bisa
ditampuah paliang lambek 60 minik). "Mubazir" sajo mambuek bandara
badakek-dakekan kota nantun....!!!!

He he......, ambo heran, baa koq kini banyak "urang pandai"  ---nan
saharusnyo sabagi panutan rayaik nan kalua dari muluiknyo ameh, bukan
loyang...!!!--- baa mako mangencek tu hanyo manuruik pangananyo surang, yo?
Padohal wanyo ---asa usuanyo---- diduduakan rayaik sabagai wakie dari
rayaik badarai di Senayan adolah karano picayo pado  "nan dijua koyokan"
kutiko mintak dipilaiah dalam kampanye 2009 dek sari.

Antahlah....................
Antahlah....................., Mak Datuak Rajo Jambi (He he he....).

Salam.......................................,
*mm****


Pada 27 Juli 2013 10.42, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis:

> Sabtu, 27 Juli 2013 03:36
>
> PADANG, HALUAN—Anggota Komite II DPD RI Sumbar Afrizal mengatakan tidak
> salah jika sebuah daerah ingin membangun bandara. Namun masalahnya
> pembangunan bandara di Payakumbuh masih belum mendesak atau belum menjadi
> prioritas.
>
> “Demi kepentingan inves­tasi, kita mendukung saja sepenuhnya pembangunan
> Bandara di Payakumbuh. Namun demikian, hendaknya pembangunan yang dilakukan
> berdasarkan ska­la prioritas.   Pem­bangunan bandara di Payakumbuh apakah
> memang sudah termasuk skala prio­ritas? Saya rasa, be­lum,” ujar Afrizal
> ketika dikonfir­masiHaluan, Ju­mat (26/7).
>
> Dikatakan Afrizal, justru yang lebih prioritas saat ini adalah pembangunan
> infra­struktur jalan untuk memper­cepat akses dari Payakumbuh ke Bandara
> Internasional Minangkabau (BIM).
>
> ‘Saat ini jarak akses dari Payakumbuh ke BIM sekitar 140 menit. Harusnya
> yang dilakukan adalah upaya mem­persingkat jarak tempuh ke BIM tersebut,
> bukan memba­ngun bandara baru,” katanya.
>
> Ditambahkan Afrizal, jika ada investor yang membiayai pastinya melakukan
> feasibility study atau uji kelayakan terlebih dahulu. “Kalau dila­kukan uji
> kelayakan, rasanya hasilnya juga tidak memung­kinkan dibangun bandara.
> Karenanya mustahil juga kalau ada investor yang menanamkan modalnya,”
> tuturnya.
>
> Namun kalau pembangu­nannya harus dibiayai dengan APBD , dikatakannya
> sangat tidak mungkin lagi. Berapa dana APBD bakal terkuras habis untuk itu.
> “Sedangkan dana APBD yang sudah ada saja tak cukup untuk mem­biayai
> pembangunan rutin. Apalagi jika ditambah untuk memba­ngun bandara. Mana
> bisa?” katanya lagi.
>
> Ditambahkannya, bi­la pembangunan bandara itu dibu­tuhkan, maka ti­dak ada
> salahnya. Na­mun demikian, hal itu masih belum urgen untuk saat ini.
> Sebaiknya pem­da mengalihkan perhatian pada program pembangunan lain yang
> lebih mendesak.
>
> Meski rencana pembangu­nan bandar udara (bandara) tidak tertuang dalam
> Rencana Pembangunan Jangka Mene­gah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh,
> Walikota Paya­kumbuh, Rizal Falepi tetap ngotot mewujudkan impiannya itu.
>
> Selain merangkul Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno yang juga sama sama tokoh
> Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Riza Falepi juga merangkul Pemkab
> Limapuluh Kota yang memiliki lokasi rencana pem­ba­ngunan bandara.
>
> Pemprov Sumbar, Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko Payakumbuh, sepakat untuk
> membangun bandar udara dengan lokasi di Kubang Balambak, serta lokasi
> alter­natif di Piobang dan Talawi. Ketiga pemerintahan akan segera membuat
> nota kesepa­haman antara ketiga peme­rintah dalam bentuk kerja­sama antar
> daerah. (h/ita)
>
>
> http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25191:pembangunan-bandara-payakumbuh-belum-prioritas&catid=1:haluan-padang&Itemid=70
>
> --
> *
> *
> *Wassalam
>
> *
> *Nofend St. Mudo
> 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
> Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
> *
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke