Pernah satu pagi, tigo bulan lapeh,  wakatu ambo barangkek pai karajo,
ambo mandanga radio rri acarasambuang rasa rri, siaran langsung dari
Pyk.
Wakatu tu dibahas tantang keinginan pemko payokumbuah jo pemkab
limopuluh kota untuak mambangun bandara. Wacananyo, walalu ndak ado
penerbangan tapi bisa juo untuak pusat pendidikan pilot.

Wacana ko timbua satalh pemkab basuo jo dirjen Hubud kemenhub.

Ambo mancaliak, alun skala perioritas lai, masih banyak nan harus
dibangun, mambangun sebuah bandara bukan karajo ketek dan baitui pulo
maintenance, maaf, daripado mambuang energi labiah rancak bakarya nan
jaleh2 se lah, misalnyo tanah nan kosong ti ditanam lado, atau
produksi pertanian lainnyo, ndak ado sejengkalpun tanah nan indak
produktif hasil pertanian.

Sudah tu dibangun lo peternakan, ndak paralu maimpor dagiang lai,

Jadi kalau awak makan dagiang produksi dalam negeri lah jaleh
mambantainyo lai baco bismillah dan masih baru.

Salam,

Elthaf



On 7/27/13, [email protected] <[email protected]> wrote:
> Sanak Palanta RN yth
>
> Ya saya setuju juga kalo bicara skala prioritas dan terb atasnya anggaran,
> pembangunan Bandara bukan sesuatu yg prioritas dan "penting-penting "amat
>
> Belum lagi status lahan yang akan dijadikan Bandara tsb, jika masuk kawasan
> hutan, prosedur pelepasannya cukup rumit, menghabiskan energi, biaya dan
> waktu serta peninjauan2, survey, telaah2 serta kajian dan berbagai prosedur
> pertimbangan teknis di instansi terkait, banyak tim turun..banyak biaya,
> belum lagi kalo  direkomendasikan draft dalam laporan atau BAP tidak bisa
> dilepas.."Kusak-kusuk" yg ujung2nya di tangkap KPK ...ingat kasus si Amin
> dulu yg istri sesaat pedangdut itu dalam masalah gonjang ganjing peruntukan
> dan pelepasan kawasan hutan.
>
> Lebih baik rasanya Lembah Harau 50 Kota diprioritaskan. Untuk di tata kelola
> lagi untuk dijadikan.  kawasan atau taman safari (eco tourism) dengan segala
> kekayaan flora dan faunanya. (Insitu dan Eksitu)
>
>
> Serta dijadikan pusat pengembangan dan penelitian anggrek spesies yang
> bergengsi (bernilai konservasi dan bernilai ekonomis) untuk kawasan Sumatera
> khususnya Sumbar dan tanaman hias spesies lainnya yang bersumber dari
> kawasan lembah harau dan kawasan2 hutan lindung, konservasi flora dan fauna
> yang berada disumbar (sumber genetic dan plasma nutfah) diteliti, ditangkar,
> dikembangakan b aik dialam habitatnya (insitu) maupun dibawa keluar dari
> habitatnya disuatu hutan lalu di kembangkan di lembah harau (eksitu)
>
> Nantinya secara komersil bernilai ekonomis dan exsport bisa di dapat jenis2
> spesies anggrek baru hasil perkawinan silang (anggrek hibrida) dari lembah
> harau ini, belum lagi faunanya..seperti kijang dan rusa dan aneka jenis
> burung2 b aik yang berpenampilan indah maupun kicauan yang merdu (murai
> batu, murai daun, kacer, balam/ tekukur, parkit, bondol, pipit aneka warna
> dan jenis.
>
>
> Tapi kok kareh juo hati mambangun bandara tu..kabaa nyo awak dipalanta RN
> ko..samo2 kito liek sajo..apo nan tajadi ka muko, bisa baranti sorang sajo
> ditangah jalan dek berbagai persoalan, bisa akhirnyo terwujud tapi baa
> manfaatnyo lai bernilai guna, efektif serta secara komersil menguntungkan
>
> Wass-Jepe
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Sat, 27 Jul 2013 04:37:30
> To: Rantaunet<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara
>  Payakumbuh Belum Prioritas
>
> Sanak-sanak sapalanta yth.
>
> Ambo juo setuju jo pandapek pak Afrizal dan sanak M. Amiroeddin. Lebih baik
> dana dimanfa'atkan untuk memperbaharui jalur kereta (train) antara BIM,
> Teluk Bayur dan Padang ke Padangpanjang, Bukittinggi, Payakumbuh serta ke
> Solok dan Sawahlunto. Angkutan kereta itu bisa untuk penumpang dan barang.
>
> Ke depan bisa ditingkatkan menjadi dua jalur. Manajemen dan fasilitasnya
> ditingkatkan sehingga bisa menyaingi travel dan penggunaan mobil pribadi.
>
> Di luar negeri sudah umum layanan kereta terintegrasi dengan pesawat dan bus
> dalam kota.
>
> Untuk mewujudkan hal tersebut perlu kerjasama antara anggota DPD Sumbar dan
> DPR asal Sumbar, kementerian Perhubungan, Bappenas, gubernur, bupati2, dan
> walikota2 terkait di Sumbar.
>
> Semoga terwujud
>
> Salam
> FMNS
> L65bdg
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Sat, 27 Jul 2013 03:58:05
> To: R@ntau-net Email Group Rantaunet<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara
>  Payakumbuh Belum Prioritas
>
> Ambo sepaham dgn Pak Afrizal, bahwa sebaiknya memang dibangun dulu
> infrastruktur transportasi ke BIM mungkin yg lebih tepat jalur kereta api yg
> sdh ada diperbaharui dr Payakumbuh ke B'tinggi-P'Panjang-BIM-Pdg akan lebih
> feasible bukan hanya waktu dan biaya tapi juga akan menumbuhkan perekonomian
> dan dampak multiplier effect bagi masyarakat Sumbar akan lebih terasa,Wass
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "Nofend St. Mudo" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Sat, 27 Jul 2013 10:42:17
> To: RN - Palanta RantauNet<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara
> Payakumbuh
>  Belum Prioritas
>
> Sabtu, 27 Juli 2013 03:36
>
> PADANG, HALUAN—Anggota Komite II DPD RI Sumbar Afrizal mengatakan tidak
> salah jika sebuah daerah ingin membangun bandara. Namun masalahnya
> pembangunan bandara di Payakumbuh masih belum mendesak atau belum menjadi
> prioritas.
>
> “Demi kepentingan inves­tasi, kita mendukung saja sepenuhnya pembangunan
> Bandara di Payakumbuh. Namun demikian, hendaknya pembangunan yang dilakukan
> berdasarkan ska­la prioritas.   Pem­bangunan bandara di Payakumbuh apakah
> memang sudah termasuk skala prio­ritas? Saya rasa, be­lum,” ujar Afrizal
> ketika dikonfir­masiHaluan, Ju­mat (26/7).
>
> Dikatakan Afrizal, justru yang lebih prioritas saat ini adalah pembangunan
> infra­struktur jalan untuk memper­cepat akses dari Payakumbuh ke Bandara
> Internasional Minangkabau (BIM).
>
> ‘Saat ini jarak akses dari Payakumbuh ke BIM sekitar 140 menit. Harusnya
> yang dilakukan adalah upaya mem­persingkat jarak tempuh ke BIM tersebut,
> bukan memba­ngun bandara baru,” katanya.
>
> Ditambahkan Afrizal, jika ada investor yang membiayai pastinya melakukan
> feasibility study atau uji kelayakan terlebih dahulu. “Kalau dila­kukan uji
> kelayakan, rasanya hasilnya juga tidak memung­kinkan dibangun bandara.
> Karenanya mustahil juga kalau ada investor yang menanamkan modalnya,”
> tuturnya.
>
> Namun kalau pembangu­nannya harus dibiayai dengan APBD , dikatakannya
> sangat tidak mungkin lagi. Berapa dana APBD bakal terkuras habis untuk itu.
> “Sedangkan dana APBD yang sudah ada saja tak cukup untuk mem­biayai
> pembangunan rutin. Apalagi jika ditambah untuk memba­ngun bandara. Mana
> bisa?” katanya lagi.
>
> Ditambahkannya, bi­la pembangunan bandara itu dibu­tuhkan, maka ti­dak ada
> salahnya. Na­mun demikian, hal itu masih belum urgen untuk saat ini.
> Sebaiknya pem­da mengalihkan perhatian pada program pembangunan lain yang
> lebih mendesak.
>
> Meski rencana pembangu­nan bandar udara (bandara) tidak tertuang dalam
> Rencana Pembangunan Jangka Mene­gah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh,
> Walikota Paya­kumbuh, Rizal Falepi tetap ngotot mewujudkan impiannya itu.
>
> Selain merangkul Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno yang juga sama sama tokoh
> Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Riza Falepi juga merangkul Pemkab
> Limapuluh Kota yang memiliki lokasi rencana pem­ba­ngunan bandara.
>
> Pemprov Sumbar, Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko Payakumbuh, sepakat untuk
> membangun bandar udara dengan lokasi di Kubang Balambak, serta lokasi
> alter­natif di Piobang dan Talawi. Ketiga pemerintahan akan segera membuat
> nota kesepa­haman antara ketiga peme­rintah dalam bentuk kerja­sama antar
> daerah. (h/ita)
>
> http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25191:pembangunan-bandara-payakumbuh-belum-prioritas&catid=1:haluan-padang&Itemid=70
>
> --
> *
> *
> *Wassalam
>
> *
> *Nofend St. Mudo
> 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
> Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
> *
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
Sent from my mobile device

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke