Ahaa..., Tuan  Afrizal, Anggota Komite II DPD RI Sumbar n.a.h dan (insya
Allah) a.s.

Tagalak ambo mambaco alasan Anggota DPD n.a.h nan bunyinyo saroman ko:
"Saat ini jarak akses dari Payakumbuh ke BIM sekitar 140 menit. Harusnya
yang dilakukan adalah upaya mem­persingkat jarak tempuh ke BIM tersebut,
bukan memba­ngun bandara baru” .

Komentar ambo, karano sabanta lai kami Rang Agam kamambangun baliak bandara
Padang Gaduik di Bukiktinggi, toloang pulolah usuakan ka Pemda DIY dan
Pemda Solo, supayo wanyo maapuih sajo salah satu bandara di Solo atau
bandara di Yogya. Soalnyo jarak Solo ka Yogya tu cuma 61 KM sajo (bisa
ditampuah paliang lambek 60 minik). "Mubazir" sajo mambuek bandara
badakek-dakekan kota nantun....!!!!

He he......, ambo heran, baa koq kini banyak "urang pandai"  ---nan
saharusnyo sabagi panutan rayaik nan kalua dari muluiknyo ameh, bukan
loyang...!!!--- baa mako mangencek tu hanyo manuruik pangananyo surang, yo?
Padohal wanyo ---asa usuanyo---- diduduakan rayaik sabagai wakie dari
rayaik badarai di Senayan adolah karano picayo pado  "nan dijua koyokan"
kutiko mintak dipilaiah dalam kampanye 2009 dek sari.

Antahlah....................
Antahlah....................., Mak Datuak Rajo Jambi (He he he....).

Salam.......................................,
*mm****


Pada 27 Juli 2013 10.42, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis:

> Sabtu, 27 Juli 2013 03:36
>
> PADANG, HALUAN—Anggota Komite II DPD RI Sumbar Afrizal mengatakan tidak
> salah jika sebuah daerah ingin membangun bandara. Namun masalahnya
> pembangunan bandara di Payakumbuh masih belum mendesak atau belum menjadi
> prioritas.
>
> “Demi kepentingan inves­tasi, kita mendukung saja sepenuhnya pembangunan
> Bandara di Payakumbuh. Namun demikian, hendaknya pembangunan yang dilakukan
> berdasarkan ska­la prioritas.   Pem­bangunan bandara di Payakumbuh apakah
> memang sudah termasuk skala prio­ritas? Saya rasa, be­lum,” ujar Afrizal
> ketika dikonfir­masiHaluan, Ju­mat (26/7).
>
> Dikatakan Afrizal, justru yang lebih prioritas saat ini adalah pembangunan
> infra­struktur jalan untuk memper­cepat akses dari Payakumbuh ke Bandara
> Internasional Minangkabau (BIM).
>
> ‘Saat ini jarak akses dari Payakumbuh ke BIM sekitar 140 menit. Harusnya
> yang dilakukan adalah upaya mem­persingkat jarak tempuh ke BIM tersebut,
> bukan memba­ngun bandara baru,” katanya.
>
> Ditambahkan Afrizal, jika ada investor yang membiayai pastinya melakukan
> feasibility study atau uji kelayakan terlebih dahulu. “Kalau dila­kukan uji
> kelayakan, rasanya hasilnya juga tidak memung­kinkan dibangun bandara.
> Karenanya mustahil juga kalau ada investor yang menanamkan modalnya,”
> tuturnya.
>
> Namun kalau pembangu­nannya harus dibiayai dengan APBD , dikatakannya
> sangat tidak mungkin lagi. Berapa dana APBD bakal terkuras habis untuk itu.
> “Sedangkan dana APBD yang sudah ada saja tak cukup untuk mem­biayai
> pembangunan rutin. Apalagi jika ditambah untuk memba­ngun bandara. Mana
> bisa?” katanya lagi.
>
> Ditambahkannya, bi­la pembangunan bandara itu dibu­tuhkan, maka ti­dak ada
> salahnya. Na­mun demikian, hal itu masih belum urgen untuk saat ini.
> Sebaiknya pem­da mengalihkan perhatian pada program pembangunan lain yang
> lebih mendesak.
>
> Meski rencana pembangu­nan bandar udara (bandara) tidak tertuang dalam
> Rencana Pembangunan Jangka Mene­gah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh,
> Walikota Paya­kumbuh, Rizal Falepi tetap ngotot mewujudkan impiannya itu.
>
> Selain merangkul Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno yang juga sama sama tokoh
> Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Riza Falepi juga merangkul Pemkab
> Limapuluh Kota yang memiliki lokasi rencana pem­ba­ngunan bandara.
>
> Pemprov Sumbar, Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko Payakumbuh, sepakat untuk
> membangun bandar udara dengan lokasi di Kubang Balambak, serta lokasi
> alter­natif di Piobang dan Talawi. Ketiga pemerintahan akan segera membuat
> nota kesepa­haman antara ketiga peme­rintah dalam bentuk kerja­sama antar
> daerah. (h/ita)
>
>
> http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25191:pembangunan-bandara-payakumbuh-belum-prioritas&catid=1:haluan-padang&Itemid=70
>
> --
> *
> *
> *Wassalam
>
> *
> *Nofend St. Mudo
> 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
> Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
> *
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke