Sanak Palanta RN yth

Ya saya setuju juga kalo bicara skala prioritas dan terb atasnya anggaran, 
pembangunan Bandara bukan sesuatu yg prioritas dan "penting-penting "amat

Belum lagi status lahan yang akan dijadikan Bandara tsb, jika masuk kawasan 
hutan, prosedur pelepasannya cukup rumit, menghabiskan energi, biaya dan waktu 
serta peninjauan2, survey, telaah2 serta kajian dan berbagai prosedur 
pertimbangan teknis di instansi terkait, banyak tim turun..banyak biaya, belum 
lagi kalo  direkomendasikan draft dalam laporan atau BAP tidak bisa 
dilepas.."Kusak-kusuk" yg ujung2nya di tangkap KPK ...ingat kasus si Amin dulu 
yg istri sesaat pedangdut itu dalam masalah gonjang ganjing peruntukan dan 
pelepasan kawasan hutan.

Lebih baik rasanya Lembah Harau 50 Kota diprioritaskan. Untuk di tata kelola 
lagi untuk dijadikan.  kawasan atau taman safari (eco tourism) dengan segala 
kekayaan flora dan faunanya. (Insitu dan Eksitu)


Serta dijadikan pusat pengembangan dan penelitian anggrek spesies yang 
bergengsi (bernilai konservasi dan bernilai ekonomis) untuk kawasan Sumatera 
khususnya Sumbar dan tanaman hias spesies lainnya yang bersumber dari kawasan 
lembah harau dan kawasan2 hutan lindung, konservasi flora dan fauna yang berada 
disumbar (sumber genetic dan plasma nutfah) diteliti, ditangkar, dikembangakan 
b aik dialam habitatnya (insitu) maupun dibawa keluar dari habitatnya disuatu 
hutan lalu di kembangkan di lembah harau (eksitu)

Nantinya secara komersil bernilai ekonomis dan exsport bisa di dapat jenis2 
spesies anggrek baru hasil perkawinan silang (anggrek hibrida) dari lembah 
harau ini, belum lagi faunanya..seperti kijang dan rusa dan aneka jenis burung2 
b aik yang berpenampilan indah maupun kicauan yang merdu (murai batu, murai 
daun, kacer, balam/ tekukur, parkit, bondol, pipit aneka warna dan jenis.


Tapi kok kareh juo hati mambangun bandara tu..kabaa nyo awak dipalanta RN 
ko..samo2 kito liek sajo..apo nan tajadi ka muko, bisa baranti sorang sajo 
ditangah jalan dek berbagai persoalan, bisa akhirnyo terwujud tapi baa 
manfaatnyo lai bernilai guna, efektif serta secara komersil menguntungkan

Wass-Jepe


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 27 Jul 2013 04:37:30 
To: Rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara
 Payakumbuh Belum Prioritas

Sanak-sanak sapalanta yth.

Ambo juo setuju jo pandapek pak Afrizal dan sanak M. Amiroeddin. Lebih baik 
dana dimanfa'atkan untuk memperbaharui jalur kereta (train) antara BIM, Teluk 
Bayur dan Padang ke Padangpanjang, Bukittinggi, Payakumbuh serta ke Solok dan 
Sawahlunto. Angkutan kereta itu bisa untuk penumpang dan barang. 

Ke depan bisa ditingkatkan menjadi dua jalur. Manajemen dan fasilitasnya 
ditingkatkan sehingga bisa menyaingi travel dan penggunaan mobil pribadi.

Di luar negeri sudah umum layanan kereta terintegrasi dengan pesawat dan bus 
dalam kota.

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu kerjasama antara anggota DPD Sumbar dan DPR 
asal Sumbar, kementerian Perhubungan, Bappenas, gubernur, bupati2, dan 
walikota2 terkait di Sumbar.

Semoga terwujud

Salam
FMNS
L65bdg

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 27 Jul 2013 03:58:05 
To: R@ntau-net Email Group Rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara
 Payakumbuh Belum Prioritas

Ambo sepaham dgn Pak Afrizal, bahwa sebaiknya memang dibangun dulu 
infrastruktur transportasi ke BIM mungkin yg lebih tepat jalur kereta api yg 
sdh ada diperbaharui dr Payakumbuh ke B'tinggi-P'Panjang-BIM-Pdg akan lebih 
feasible bukan hanya waktu dan biaya tapi juga akan menumbuhkan perekonomian 
dan dampak multiplier effect bagi masyarakat Sumbar akan lebih terasa,Wass
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Nofend St. Mudo" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 27 Jul 2013 10:42:17 
To: RN - Palanta RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara Payakumbuh
 Belum Prioritas

Sabtu, 27 Juli 2013 03:36

PADANG, HALUAN—Anggota Komite II DPD RI Sumbar Afrizal mengatakan tidak
salah jika sebuah daerah ingin membangun bandara. Namun masalahnya
pembangunan bandara di Payakumbuh masih belum mendesak atau belum menjadi
prioritas.

“Demi kepentingan inves­tasi, kita mendukung saja sepenuhnya pembangunan
Bandara di Payakumbuh. Namun demikian, hendaknya pembangunan yang dilakukan
berdasarkan ska­la prioritas.   Pem­bangunan bandara di Payakumbuh apakah
memang sudah termasuk skala prio­ritas? Saya rasa, be­lum,” ujar Afrizal
ketika dikonfir­masiHaluan, Ju­mat (26/7).

Dikatakan Afrizal, justru yang lebih prioritas saat ini adalah pembangunan
infra­struktur jalan untuk memper­cepat akses dari Payakumbuh ke Bandara
Internasional Minangkabau (BIM).

‘Saat ini jarak akses dari Payakumbuh ke BIM sekitar 140 menit. Harusnya
yang dilakukan adalah upaya mem­persingkat jarak tempuh ke BIM tersebut,
bukan memba­ngun bandara baru,” katanya.

Ditambahkan Afrizal, jika ada investor yang membiayai pastinya melakukan
feasibility study atau uji kelayakan terlebih dahulu. “Kalau dila­kukan uji
kelayakan, rasanya hasilnya juga tidak memung­kinkan dibangun bandara.
Karenanya mustahil juga kalau ada investor yang menanamkan modalnya,”
tuturnya.

Namun kalau pembangu­nannya harus dibiayai dengan APBD , dikatakannya
sangat tidak mungkin lagi. Berapa dana APBD bakal terkuras habis untuk itu.
“Sedangkan dana APBD yang sudah ada saja tak cukup untuk mem­biayai
pembangunan rutin. Apalagi jika ditambah untuk memba­ngun bandara. Mana
bisa?” katanya lagi.

Ditambahkannya, bi­la pembangunan bandara itu dibu­tuhkan, maka ti­dak ada
salahnya. Na­mun demikian, hal itu masih belum urgen untuk saat ini.
Sebaiknya pem­da mengalihkan perhatian pada program pembangunan lain yang
lebih mendesak.

Meski rencana pembangu­nan bandar udara (bandara) tidak tertuang dalam
Rencana Pembangunan Jangka Mene­gah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh,
Walikota Paya­kumbuh, Rizal Falepi tetap ngotot mewujudkan impiannya itu.

Selain merangkul Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno yang juga sama sama tokoh
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Riza Falepi juga merangkul Pemkab
Limapuluh Kota yang memiliki lokasi rencana pem­ba­ngunan bandara.

Pemprov Sumbar, Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko Payakumbuh, sepakat untuk
membangun bandar udara dengan lokasi di Kubang Balambak, serta lokasi
alter­natif di Piobang dan Talawi. Ketiga pemerintahan akan segera membuat
nota kesepa­haman antara ketiga peme­rintah dalam bentuk kerja­sama antar
daerah. (h/ita)

http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25191:pembangunan-bandara-payakumbuh-belum-prioritas&catid=1:haluan-padang&Itemid=70

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke