Uda Akmal nah

Ambo suko ma download film-film yg ambo suko ka HP. Perjalanan dari stasiun
Gondangdia - Depok bolak balik kamudian ambo gunokan utk manontonnyo.

Sabalum Margin Call, ambo pernah download film genre yg samo : Wall Street,
Money Never Sleep. Ambo tonton sampai hapal ambo percakapan mereka....
Hehehe...

Satalah pueh ambo tonton barulang kali, kamudian ambo download pulo filmnyo
Mario Puzo : The God Father, 3 seri sekaligus ! Iko film luar biaso.

Pueh jo God Father, lanjuik ka Margin Call, alah sabulan nangkring di hape
ambo, alah mulai pulo hapal satiok percakapannyo :-)

Tadi malam ambo sempatkan manonton 47 Ronin (Keanu Reeves) di KoKas. Iko
film berlatar kebudayaan Jepang kuno, luar biasa !  Sayang, alun ado film
tentang Minangkabau zaman saisuak sabalun masuak Islam. Ambo bahkan
mananti-nanti film tantang masuaknyo Paderi ka Minang dan pertentangannyo
jo kaum adat !

Ambo satuju bana jo ide nonton basamo plus diskusi, insya Allah ambo ikuik.

Wassalam
Ronald - Depok
On Dec 28, 2013 6:47 AM, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> wrote:

> Dinda Ronald n.a.h.
> beberapa waktu lalu beberapa anggota milis Isnet berinisiatif kopi darek
> dengan acara berbeda dari biaso: nonton bareng di rumah salah surang
> anggota. Mereka minta ambo rekomendasikan film, dan ambo sarankan nobar
> film "Margin Call". Dari palanta RN ko nan juo anggota Isnet hadir Pak
> Bachtiar Muin dan sanak Jaha Nababan (datang basamo surang kawannyo dari
> Japang nan tangah ka Indonesia). Sabalun film diputa, ambo maagiah
> pengantar pendek manga film ko paralu ditonton. Sayang, wakatu itu ambo
> alun tahu bahwa Ronald tanyato juo sanang jo film ko (bahwa sampai menonton
> belasan kali? iko lua biaso. Rekor ambo manonton satu film paling banyak
> baru 8 kali, itu pun "Sang Pencerah" dek karano saat tayang dulu tiok
> sabanta ikuik mangawani JK, lalu bisuaknyo Mensos Salim Segaf, dll).
>
> Mungkin di 2014 ko rancak pulo kalau salah satu program RN adolah nobar
> film-film rancak nan dilanjuikkan diskusi (semi) serius. Tampek alah ado di
> Rumah Damai, Sa'abun.
> Baa tu gak ati Ronald? Pak Katua Miko/Nofend? Dan Pak Aslim Tan Sati
> sebagai sahibul bait?
>
> Wass,
>
> ANB
> 45, Cibubur
>
>
>
> Pada 27 Desember 2013 08.54, Ronald P Putra <[email protected]>menulis:
>
>> Waalaikum salam,
>>
>> Uda Akmal, alhamdulillah kemaren saya sempat menonton film ini bersama
>> ayah, ibu, dan istri.
>>
>> Secara keseluruhan, film ini bisa "menggedor" dada penontonnya. Cuma
>> sayang, scene tenggelamnya kapal, yg menurut saya visual effectnya sangat
>> jelek, sangat mengganggu. Saya kira, adalah lebih baik jika scene tsb
>> dihilangkan dan cukup diganti saja dgn kehebohan berita tenggelamnya kapal
>> tsb.
>>
>> (hehehe.. Coba-coba jadi pengamat film, ternyata enak juga. Saya menonton
>> belasan kali film Margin Call, hanya untuk mencoba mencari tahu perbedaan
>> karakter dari masing-masing tokohnya, dan ternyata, luar biasa...)
>>
>> Wassalam
>> Ronald - Depok
>> On Dec 21, 2013 8:14 AM, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]>
>> wrote:
>>
>>> Assalamu'alaikum Wr. Wb,
>>> memenuhi permintaan Rky Renny dan Rina, juga Pak Saaf melalui Facebook
>>> agar ambo manulih saketek tentang film "Tenggelamnya Kapal Van der Wijk"
>>> yang baru 2 hari ini beredar di bioskop,
>>> di bawah ini adalah kesan singkat ambo yang dikopi dari status FB ambo
>>> pagi ko.
>>>
>>> Semoga berkenan.
>>>
>>> Wassalam,
>>>
>>> ANB
>>> 45, Cibubur
>>>
>>> ___
>>>
>>> TENGGELAMNYA KAPAL PROFETIK. Kita memang harus berterima kasih pada
>>> Sunil Soraya, yang menghidupkan impian banyak orang untuk melihat
>>> ekranisasi roman legendaris "Tenggelam Kapal Van Der Wijck" karya Buya
>>> Hamka. Dan Sunil pun, konon, menyiapkan waktu lima tahun untuk memproduksi
>>> film berdurasi 165 menit ini, cukup panjang untuk rata-rata film Indonesia
>>> yang biasanya berkisar 100-an menit.
>>>
>>> Lalu kita mendengar dialek kental Makassar dari Zainuddin (ayah Minang,
>>> ibu Makassar) di sepanjang film. Anak yang "di Makassar dianggap orang
>>> Minang, di Minang dilihat sebagai anak Makassar" ini mencoba mencari jejak
>>> leluhur ke Batipuh, Sumatra Barat, untuk menemukan dirinya jatuh hati 3/4
>>> mati pada Hayati, "bunga Batipuh" yang dijaga para mamak (paman dari garis
>>> ibu) seketat para pengusaha menjaga investasi.
>>>
>>> Lalu kita melihat keindahan alam Minangkabau dan seketul tradisinya yang
>>> kaya memenuhi kamera. Pepatah petitih bertebaran menyapa penonton, terutama
>>> berkat peragaan mumpuni Musra Dahrizal -- seniman serbabisa Minang yang
>>> populer dipanggil Mak Katik -- yang berperan sebagai datuk kaum adat dan
>>> mamak Hayati. Begitu pun tradisi borjuasi segelintir elit Minang di kota
>>> Padangpanjang lewat kegiatan pacuan kuda, kegiatan yang mempertemukan
>>> Hayati dengan Aziz, lelaki "modern", yang hidupnya jauh lebih mapan dari
>>> Zainuddin, dan yang terpenting, Minang tulen.
>>>
>>> Layaknya dalam rumus kisah tragedi, tokoh Aziz menjadi vital karena
>>> melalui dialah konflik dibangun setelah sang datuk yang berwenang
>>> memutuskan masa depan Hayati menerima lamaran Aziz dan mencampakkan
>>> Zainuddin. Karam dalam patah hati yang tak tersembuhkan, patah hati yang
>>> membuatnya majenun, Zainuddin pindah ke Batavia, lalu ke Surabaya, menekuni
>>> profesi sebagai pujangga yang kelak membuatnya masyhur. Kemudian garis
>>> nasib sekali lagi mempertemukan Zainuddin (kini bernama Shabir) dengan
>>> Hayati dan suaminya Aziz, yang kini sudah jatuh miskin, di Surabaya. Shabir
>>> mengizinkan dua "sahabatnya" itu untuk tinggal di rumahnya yang semewah
>>> istana. Aziz yang awalnya ingin memanfaatkan kebaikan hati Shabir, akhirnya
>>> malah memutuskan bunuh diri untuk memberikan kesempatan agar Hayati bisa
>>> bersatu kembali dengan kekasih lamanya. Namun Shabir tak menggunakan
>>> kesempatan itu untuk mendekati Hayati, malah menyuruhnya pulang kampung
>>> dengan naik kapal Van der Wijck.
>>>
>>> Tim skenario (termasuk Sunil di dalamnya, selain Imam Tantowi dan Donny
>>> Dhirgantoro) memilih setia pada plot kisah yang dikembangkan Buya Hamka.
>>> Tak ada puntiran, sisipan, pengubahan, pengembangan, alur kisah dari yang
>>> sudah dikenali publik yang, sedikitnya, pernah sekali membaca roman itu.
>>> Jadi dari sisi ini, Sunil berhasil menjadikan film ini sebagai "palapeh
>>> taragak" (pelepas rindu) terhadap Buya Hamka. Ditambah dengan promosi masif
>>> sebelum pemutaran, antusiasme penonton terlihat jelas sebelum mereka
>>> memasuki pintu bioskop.
>>>
>>> Tetapi kemudian mulai berdatangan gangguan. Awalnya secara visual ketika
>>> pada adegan-adegan awal, terutama saat di Minangkabau, sering terjadi
>>> perubahan intensitas cahaya pada gambar. Efek-efek cahaya yang disajikan
>>> mengingatkan pada gaya ABG yang baru kenal instagram. Usai "parade efek
>>> visual" yang lebih sering mengganggu mata ketimbang memuaskan itu,
>>> datanglah adegan penting pertama ketika Zainuddin bersirobok mata dengan
>>> Hayati yang sedang naik bendi. Percikan cinta yang muncul dalam pandangan
>>> pertama ini, sayangnya, kurang "tradisional". Keduanya berpandangan lama,
>>> layaknya dalam film-film masa kini, yang tentu saja tak akan terjadi jika
>>> Sunil dan tim lebih mendalami sisi sosiologis dan psikologis remaja tahun
>>> 1930-an apalagi di daerah seperti Minang. Tak terlihat di layar cara
>>> pandang "malu-malu kucing" yang terkenal itu.
>>>
>>> Dan mungkin juga tersebab ekspektasi penonton terhadap sosok Zainuddin
>>> dan Hayati, berdasarkan pembacaan mereka terhadap roman asli Buya Hamka,
>>> tak dipenuhi Sunil yang memasang duet Herjunot Ali (Zainuddin) - Pevita
>>> Pearce (Hayati), yang tak memiliki tipikal wajah rakyat Indonesia
>>> kebanyakan.
>>>
>>> Upaya lima tahun Sunil untuk menghidupkan roman ini gugur sejak awal,
>>> karena dia lebih memilih pendekatan ekonomis untuk menggunakan kembali
>>> pasangan yang bermain dalam film "5 cm" (dari karya Donny Dhirgantoro) --
>>> film yang cukup sukses memikat hati penonton muda di akhir tahun lalu dan
>>> awal tahun ini. Tetapi seharusnya Sunil paham bahwa Zainuddin bukanlah
>>> Zafran di "5 cm", seperti halnya Hayati juga bukan Dinda di film yang sama.
>>> Artinya, pendalaman akting yang dimulai dari penghayatan tentang sosok
>>> tokoh yang akan dimainkan, menjadi kelemahan mendasar film ini. Malah Aziz
>>> yang diperankan Reza Rahadian (pemeran Habibie dalam "Habibie & Ainun")
>>> yang jauh lebih menonjol, dan mampu menghidupkan sosok itu. Jika peran Reza
>>> dan Herjunot dipertukarkan, saya yakin hasilnya akan lebih baik. Reza akan
>>> lebih mampu menangkap jiwa Zainuddin. Begitu pun jika peran Hayati
>>> diperankan oleh pemain yang lebih matang dibandingkan Pevita, katakanlah
>>> misalnya, Nirina Zubir. Jadi, trik Sunil "don't change the winning team"
>>> (dari film "5 cm" dengan mempertahankan Junot-Pev) seharusnya tidak
>>> dilakukan untuk film dari roman selegendaris ini.
>>>
>>> Singkat cerita, meski sepanjang 165 menit penonton disuguhi baris-baris
>>> dialog dari gubahan asli Buya Hamka, juga disajikan lokasi-lokasi yang
>>> (disajikan ulang) sesuai periode aslinya (usaha yang tak mudah, dan karena
>>> itu pantas diapresiasi), tapi Sunil tergelincir juga saat menafsirkan
>>> kesuksesan Shabir/Zainuddin sebagai pujangga masyhur dengan memiliki rumah
>>> sebesar dan semegah istana -- yang biasanya tampil dalam adegan-adegan film
>>> Bollywood. Sekiranya Sunil mau melihat langsung rumah museum Buya Hamka di
>>> Maninjau, atau rumah pujangga Abdoel Moeis di Birugo, Bukittinggi, yang
>>> juga pengarang masyhur saat itu, niscaya pemahaman tentang rumah seorang
>>> pujangga masyhur itu tidak seperti di dalam film, yang lengkap dengan acara
>>> cocktail party (post-party) ala MTV.
>>> Absurd. Zainuddin bukan hanya mengubah nama menjadi Shabir, tapi
>>> betul-betul berubah menjadi karakter lain yang tak dikenal para pembaca
>>> setia roman ini.
>>>
>>> "Tenggelamnya Van der Wijck" besutan Sunil Soraya, walhasil benar-benar
>>> menenggelamkan elemen terpenting yang ingin diangkat Buya Hamka: sisi
>>> profetik dari sebuah kisah yang setua peradaban manusia, bahwa cinta
>>> sepasang insan pada hakikatnya fana, jika tak bersandar lebih dulu pada
>>> kecintaan terhadap Tuhan, Muasal dari Segenap Cinta Yang Mengalir di
>>> Semesta.
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>>> Grup Google.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke